NOW READING

Yuk, Ketahui Pemanfaatan Kamera DSLR untuk Produksi Film

 1929
+
 1929

Yuk, Ketahui Pemanfaatan Kamera DSLR untuk Produksi Film

by The Daily Oktagon

Beberapa tahun silam–mungkin tepatnya 2008-tren kamera DSLR atau digital single-lens reflex mulai menanjak. Tak sedikit orang yang saat itu mulai menggunakan kamera DSLR untuk kepentingan personal dan lifestyle.

Padahal, produk ini identik dengan fotografer profesional. Ditambah lagi, DSLR terbilang barang mewah. Paling murah berkisar Rp 13 jutaan saat itu. Kini tidak lagi. Anda bisa mendapatkan kamera DSLR dengan harga mulai Rp 3 jutaan.

shutterstock_127752719

Tren menarik yang juga muncul adalah, kamera DSLR kini tak lagi dimanfaatkan untuk fotografi saja, tetapi juga produksi film. Lho, kok bisa? Bagi sebagian pengguna kamera DSLR, teknologi untuk memproduksi film via DSLR masih terbatas. Teknologi sensor dan kualitas film juga belum siap. Berbeda dengan saat ini, vendor-vendor kamera mulai memperhatikan spesifikasi yang cocok bagi mereka yang ingin membuat gambar bergerak.

Bagi Anda yang mau berkecimpung di bidang film, spesifikasi menjadi harga mati. Apa saja sih yang perlu diketahui soal ini? The Daily Oktagon sudah menyiapkan ulasan menariknya. Yuk, ketahui pemanfaatan kamera DSLR untuk produksi film.

Kenali Spesifikasi

” Untuk memproduksi film, Anda membutuhkan kamera DSLR yang mendukung video Full HD (high definition) dengan resolusi 1.920 x 1.080 60p, 40p, dan 24p. Dan tentunya format 4K,” ujar Marketing Assistant Manager PT Nikon Indonesia, Danu Sagoro,

Ini pun berlaku untuk semua kamera, maksimum lama perekaman video adalah 30 menit pada kondisi suasana normal. Maksudnya jika pengambilan video dilakukan di suasana yang panas, kemungkinan kamera akan menghentikan perekaman video secara otomatis karena sensor mendeteksi panas.

shutterstock_220366810 Seiring pergeseran waktu, kini trennya beranjak ke kamera mirrorless dan smartphone. Harga DSLR juga mulai menurun.

Bagi Danu hal itu tak jadi soal, sebab kamera DSLR unggul pada satu faktor dibandingkan mirrorless dan kamera poket, yakni DSLR memiliki ruangan yang cukup di sekitar sensor sehingga sensor dan prosesor tidak mudah panas ketika pengambilan video berjalan.

“Walaupun tren kamera mirrorless sedang meningkat, tetapi untuk penggunaan profesional mereka menggunakan kamera DSLR,” ungkapnya.

Cari tahu pilihan kamera dengan spesifikasi menarik lewat artikel berikut, Ini Tiga Kamera Wajib untuk Vlogger Pemula

Kabar baiknya untuk pengguna Nikon, Danu menyebut semua DSLR Nikon sudah bisa digunakan untuk pengambilan film. Namun, untuk para profesional ada beberapa model yang menjadi rekomendasi, antara lain :

1. Nikon D7200-Full HD video
2. Nikon D500-Full HD + 4K video
3. Nikon D750-Full Frame Full HD Video
4. Nikon D810-Full Frame Full HD Video
5. Nikon D5-Full Frame Full HD Video + 4K

Apa Kata DOP?

Selain spesifikasi di atas, ada hal lain yang perlu diketahui terkait penggunaan DSLR untuk memproduksi film layar lebar. Terutama dari sudut pandang Director of Photography (DOP). DOP juga menjadi salah satu yang berperan utama lho dalam pembuatan film.

Sekadar informasi saja, DOP lebih dikenal sebagai sinematografer atau pengarah fotografi. Mereka lah yang bertugas untuk menciptakan imaji visual film, bertanggung jawab atas kualitas fotografi dan pandangan sinematik dari sebuah film.

shutterstock_262283873

Gelar Sumantri, seorang DOP, mengungkapkan bahwa tren penggunaan DSLR untuk kebutuhan produksi film bergantung pada perkembangan teknologi tools yang jelas.

Gelar yang merupakan lulusan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP) ini berujar, DSLR menjadi salah satu sarana untuk membuat film karena kamera ini lebih mudah untuk dimodifikasi, baik dari sisi tambah atau tukar lensa.

“Itu dapat menentukan ketajaman serta diatur manual. Lagipula, DSLR lebih ‘akrab’ di genggaman tangan, lebih handy. Jadi bisa sekaligus motret,” kata Gelar.

Menurut dia, kelebihan utama DSLR untuk membuat film terletak pada proses dan hasil produksi. “Era digital saat ini memang DSLR lebih cepat karena proses lebih hemat waktu, mulai dari ngambil gambar, transfer, hingga editing,” ucap Gelar.

Apabila menggunakan handycam atau kamera konvesional, mereka harus menggunakan kaset dan mentransfernya ke dalam format digital. Kini, dengan menggunakan DSLR, proses editing sebuah film menjadi ringan.

Anda tertarik mencobanya? Yuk, lihat berbagai pilihan kamera menarik di Oktagon.

Baca juga, Canon EOS-1D X Mk II, Kamera untuk Videografer Profesional

0 comments