NOW READING

Kenalan Lebih Dekat dengan Fuji X-T10

 7472
+
 7472

Kenalan Lebih Dekat dengan Fuji X-T10

by The Daily Oktagon

Bulan Mei lalu, Fujifilm memperkenalkan anggota terbaru lini kamera mirrorless-nya, X-T10. Kamera ini pada dasarnya dirancang untuk melengkapi X-T1, yang notabene merupakan model paling top dari Fujifilm. Maka dari itu, tidak heran apabila ada banyak kemiripan antara X-T10 dan X-T1. Artikel ini memaparkan saja kelebihan yang ditawarkan Fujifilm X-T10, serta apa saja kekurangannya dibandingkan dengan X-T1.

Sebagai informasi, harga jual kamera ini juga lebih terjangkau dari kakaknya, yakni US$ 800 atau Rp 11 juta body only, atau US$ 900 (Rp 12,4 juta) bersama lensa XC 16-50mm f/3.5-5.6, dan US$ 1.100 (Rp 15,2 juta) bersama lensa XF 18-55mm f/2.8-4. Bisa dilihat, ia lebih murah US$ 500 atau Rp 6,9 juta ketimbang Fujifilm X-T1 yang dibanderol US$ 1.300 (Rp 17,9 juta) body only. Yuk, kenalan lebih dekat dengan Fuji X-T10.

Desain dan Handling

Dari segi desain, banyak sekali kemiripan antara X-T10 dan X-T1, khususnya pada bagian ‘punuk’ di tengahnya. Dibandingkan X-T1, ukuran X-T10 lebih ringkas, sehingga bisa lebih menarik perhatian para pengguna awam. Agar lebih menarik lagi, Fuji turut membubuhkan sebuah tuas untuk berpindah dari mode manual menjadi otomatis – sebuah fitur yang tak dimiliki X-T1.

Meski berukuran lebih kecil, bagian depan X-T10 masih disertai sedikit tonjolan yang berperan sebagai handgripHandgrip ini memang terbilang kecil, akan tetapi masih lebih baik daripada tidak ada sama sekali.

09

 

 

Di bagian atas kanan, Anda akan menjumpai sepasang dial untuk mengatur shutter speed dan exposure compensation. Beralih ke kiri, dial ISO milik X-T1 telah diganti menjadi mode dial pada X-T10. Pada bagian punuknya di tengah, tersimpan sebuah pop-up flash – X-T1 tidak punya ini.

Lanjut ke belakang, Anda akan menjumpai LCD 3 inci dengan resolusi 920 ribu dot. Sayangnya LCD ini masih belum dilengkapi panel sentuh seperti pada kamera mirrorless besutan Panasonic, Olympus maupun Samsung. Tepat di atas LCD tersebut, bernaung sebuah electronic viewfinder (EVF) OLED beresolusi 2,36 juta dot. EVF ini tajam dan tidak terasa laggy, akan tetapi tampilannya tidak selapang milik X-T1.

Perbedaan terbesar antara X-T1 dan X-T10 dari segi fisik adalah body weatherproof. Tidak seperti kakaknya, bodyX-T10 tidak dirancang agar tahan terhadap berbagai kondisi ekstrem. Tidak apa-apa, karena X-T10 sebenarnya tidak ditargetkan untuk kalangan profesional.

Performa

Bicara soal performa, sejatinya tidak ada perbedaan sedikitpun antara X-T1 dan X-T10, sebab sensor dan prosesor yang digunakan sama persis. Fuji masih tetap mempertahankan sensor APS-C X-Trans II 16,3 megapixelpada X-T10. Sensor ini terbukti sangat andal menangkap gambar dalam kondisi minim cahaya, dengan tingkat ISO maksimum yang mencapai angka 51.200.

Untuk video, X-T10 dapat merekam video 1080p dalam berbagai mode kecepatan, mulai dari 60 fps sampai 24 fps guna mendapatkan kesan sinematik. Pengaturan exposure pun bisa dilakukan secara manual ketika perekaman video sedang berlangsung.

15

Beralih ke sistem autofocus (AF), Fuji X-T10 juga mengemas sistem hybrid yang dimiliki kakaknya. Sistem ini bahkan dilengkapi dengan Eye Detection AF, dimana kamera akan mendeteksi dan mengunci fokus secara otomatis pada mata seseorang. Lebih lanjut, sistem AF X-T10 juga mendukung mode predictive, dimana ia akan terus mengunci fokus pada objek selagi menerka-nerka ke mana objek tersebut selanjutnya akan bergerak.

Kemampuan burst shooting X-T10 mencapai angka 8 fps, sama seperti X-T1. Bedanya, ukuran buffer milik X-T10 lebih kecil. Hal ini berarti X-T1 bisa menangkap gambar dalam jumlah yang lebih banyak ketika pengguna menahan tombol shutter.

Wi-Fi turut hadir di X-T10 sehingga pengguna bisa mengirim foto maupun mengontrol kameranya menggunakan smartphone atautablet. Fitur ini sangat efektif ketika Anda hendak mengambil selfie bersama satu grup.

Kesimpulan

Pada akhirnya, melihat tampilan luar maupun jeroan milik X-T1, bisa dikatakan kamera ini merupakan peleburan antara X-T1 dan X-E2. Anda mendapatkan gaya desain dan handling ala X-T1, dengan performa yang setara milik X-E2. Hal ini bukan berarti performa X-E2 jelek, hanya saja X-T1 masih lebih bisa diandalkan untuk kebutuhan fotografi profesional.

05

Intinya, kalau Anda mendambakan kamera seperti X-T1 tapi tidak punya dana yang cukup, Anda bisa melirik Fuji X-T10. Kekurangannya dibanding X-T1 hanya empat: bodi tidak weatherproof, tidak ada dial ISO, EVF tidak selapang X-T1 dan buffer rate-nya kecil.

0 comments