NOW READING

Unboxing Polaroid Cube: Action Camera Imut dan Simpel

 3607
+
 3607

Unboxing Polaroid Cube: Action Camera Imut dan Simpel

by The Daily Oktagon

Brand Polaroid diambil dari sejenis lembaran plastik sintetis yang digunakan dalam filter polarizer, dan kini namanya sinonim dengan produk kamera instan. Namun Polaroid sebenarnya lebih luas jangkauannya, mereka sudah merambah lini printer sampai HDTV. Action camera juga sebenarnya bukanlah ranah asing buat mereka, tapi kehadiran Polaroid Cube menandakan sebuah lembaran baru.

Ketika action camera XS100i disiapkan buat alternatif ‘ekonomis’ GoPro, Cube ditujukan untuk level berbeda: kalangan pemula dan wisatawan dari berbagai tingkatan umur, termasuk anak-anak. Bentuknya lucu dan simpel, lalu pemakaiannya-pun tidak rumit. Jika Anda cukup familier dengan smartphone, Cube bahkan lebih simpel lagi. Di ulasan ini kita akan membagas tentang action camera dari Polaroid ini.

DSC00168_-_Copy

Design & package

Sebelum dikeluarkan dari packaging-nya, Cube ditempatkan di atas dudukan plastik bermagnet secara atraktif. Bundelnya minimalis. Selain unit kamera action, Anda akan menemukan kabel connector USB ke microUSB, buku panduan, dan kartu garansi.

DSC00152_-_Copy

Seperti namanya, Polaroid Cube mengambil penampilan ala kubus dengan sudut membulat. Ukurannya sangat mungil, ia dapat bersembunyi dalam genggaman Anda. Dimensinya cuma 35 milimeter di tiap sisi dan berbobot 45,5 gram. Unit tersedia dalam warna biru saphir, opsi lainnya ada merah dan hitam. Terdapat garis pelangi khas logo Polaroid melintas di dua bagian samping.

Tidak ada yang sulit dari cara pengoperasian Cube. Tombol karet di atas disediakan sebagai medium Anda mengakses tiga fungsi kamera aksi itu sekaligus. Lensa dan microphone berada di depan, kemudian penutup ke konektivitas terletak di sisi belakang. Ia bisa dibuka dengan bantuan koin. Saat terbuka, kita dapat melihat port micro USB, microSD dan switch resolusi 720p atau full-HD 1080p.

DSC00140_-_Copy

Build quality & feature

Bahkan tanpa casing tambahan, Cube terasa padat dan meyakinkan. Anda tidak perlu cemas akan merusaknya ketika ia jatuh atau digulingkan ke meja. Tapi, kami menyarankan untuk tidak memakainya secara terlalu ‘semena-mena’. Modul lensa sedikit masuk ke dalam. Pendekatan ini menghindari benturan langsung ke lensa.

Di bagian bawah, Polaroid membubuhkan secuil lempengan magnet. Jangan biarkan ukuran magnet yang kecil mengecoh Anda. Cube cukup kuat ditambatkan ke permukaan besi, misalnya setang sepeda atau baut di skateboard. Posisi-posisi tersebut mampu menyajikan rasa unik di hasil video Anda. Sayang di dalam kantor, cukup sulit menemukan benda dengan sudut pas.

DSC00134_-_Copy

Sepertinya kita perlu membeli aksesori mounting tambahan supaya Cube lebih fleksibel. Polaroid menyiapkan beragam pilihan contohnya Monkey Stand, bumper case plus gantungan, dan mount helm. Untuk saat ini, yang telah tersedia di Indonesia barulah tripod.

Lapisan karet memastikan Cube tahan bantingan dan terpaan cuaca. Ia tetap bekerja optimal di suhu rendah. Action camera Polaroid ini masih aman ketika tercemplung ke air sedalam maksimal satu meter, namun jangan lebih dari itu.

Operation & connectivity

Kekurangan terbesar pada Cube, dan sebuah hal yang mengindikasikan sang produsen masih malu-malu bermain di level serius, adalah ketiadaan sambungan wireless. Cube versi yang ini tidak punya koneksi Bluetooth ataupun Wi-Fi, tidak bisa terpasang ke PC, smartphone atau perangkat bergerak lainnya. Melihat atau meng-copy file harus dilakukan manual via kabel USB atau card reader.

DSC00135_-_Copy

Untuk mengaktifkannya (atau mematikan), tekan tombol karet selama beberapa detik. Setelah itu lampu indikator segera menyala hijau. Klik sekali dan Cube akan menjepret foto, dan tekan dua kali maka ia mulai merekam video. Kita tidak bisa mengetahui apakah foto telah tersimpan, serta seberapa banyak sisa memori di kartu microSD. Andalan Anda satu-satunya hanyalah indikator LED tersebut.

Video & still images quality

Di mode fotografi, Polaroid Cube mengabadikan gambar berkualitas 6-megapixel beresolusi 3328×1872. Di layar kecil semisal smartphone atau buat media sosial, 6-Mp cukup memuaskan. Tapi sewaktu foto diamati dari display lebar, hasilnya kurang mengesankan. Gambar still tidak tajam, noise cukup tinggi, warnanya sedikit dingin, dan penggunaan lensa wide-angle berdampak pada bentuk objek – jadi terdistorsi. Saran kami, gunakan Cube di luar ruangan di mana cahaya cukup terang.

Kualitas video sendiri terbilang mumpuni di kelasnya, mungkin berada sedikit di atas GoPro Hero2 walaupun bit rate 1080p rendah di 8Mbps (30 frame rate). Warnanya cerah dan video tampak stabil padahal proses perekaman saya lakukan murni dengan tangan. Transisi exposure juga mulus, sesudah dijajal melewati dalam ruang dan luar ruangan dalam waktu singkat. Meski masih jauh dari performa model high-end GoPro, Polaroid Cube pas untuk membekali kita pada pengerjaan video blog atau video YouTube.

DSC00131_-_Copy

Anda diberi waktu kira-kira 90 menit sebelum baterai internal non-removable Cube habis. Kamera ini didesain untuk menciptakan clip-clip singkat. Anda memang dipersilakan merekam sampai daya di baterai ‘menguap’ atau kartu microSD-nya penuh (kompatibel hingga 32GB), namun video akan terpotong tiap lima menit sekali.

Conclusion

Terlepas dari bagaimana Polaroid menaruh Cube dalam kategori ‘Action Sports Camera’, keseluruhan kemampuan action camera tersebut dikhususkan bagi pemula, anak-anak, atau mungkin konsumen kelas budget. Rancangan lucu dan mungilnya sudah pasti mampu mencuri perhatian.

DSC00124_-_Copy

Keunggulannya terletak pada kesederhanaan paket, tentu saja Anda perlu berkompromi soal ketidakhadiran fitur wireless, kapabilitas playback, dan display LCD.

Di situs Oktagon, Polaroid Cube dibanderol seharga Rp 1,6 juta. Kemudian tripod mount dijajakan Rp 250 ribu.

0 comments