NOW READING

Tren Wearable Device Semakin Memudahkan Gaya Hidup Digital di 2016

 2509
+
 2509

Tren Wearable Device Semakin Memudahkan Gaya Hidup Digital di 2016

by The Daily Oktagon

Ada yang menarik dari salah satu tren hasil survei dari Accenture “Digital Consumer Survey 2015” yang dirilis akhir 2015 lalu. Salah satu tren dari survei yang dilakukan pada 24 ribu orang di 24 negara di seluruh dunia ini, termasuk seribu orang responden dari Indonesia menekankan, bahwa nama besar sebuah brand semata tidak akan cukup dalam merebut hati konsumen.

Hal ini antara lain terjadi karena karakter konsumen kini yang semakin kritis dan kemampuan mendapatkan informasi secara real-time dengan bantuan teknologi digital. Dengan kata lain, sebuah brand yang sukses bukan berarti mereka yang mempunyai budget iklan terbesar, namun mereka yang mempunyai ide yang paling kreatif dalam memanfaatkan perkembangan teknologi.

Maka tak heran di saat banyak perusahaan yang sudah mulai memanfaatkan pemasaran model mobile optimization dan location based, tak sedikit pula yang sudah menggunakan teknologi wearable sebagai pilihan pemasaran, mulai dari sensor biometric, virtual reality, hingga pengalaman 4D.

Sesuai survei Accenture, diprediksi bahwa tren wearable device semakin memudahkan gaya hidup digital di 2016. The Daily Oktagon merangkum ulasan berikut untuk menginspirasi Anda. Wearable device yang awalnya identik sebagai gelang atau jam pintar, kini pun bermanfaat untuk berbagai kegiatan. Simak ulasannya!

Manfaat Wearable Device untuk Berbagai Kebutuhan

Jika dulu ada produk gelang warna yang dapat mengukur temperatur badan misalnya, maka British Airways menggunakan gelang warna versinya yang diberi nama “Happiness Blanket”. Artinya, wearable device bermanfaat untuk mengukur aspek psikologis. Para penumpang menggunakan semacam ikat kepala dengan teknologi neuro sensor yang dapat membaca gelombang otak dan memindahkan data gelombang itu lewat Bluetooth ke selimut yang telah dilengkapi fiber optic.

britishairways_216862000846590__1_

Ketika penumpang merasa tenang, selimut akan berubah warna menjadi biru. Sementara ketika mereka tegang, selimut akan menjadi merah. Maskapai menggunakan teknologi ini di penerbangan tertentu untuk melihat perasaan penumpang selama terbang. Data ini kemudian membantu maskapai untuk membenahi pengalaman penumpang, dan ujungnya tentu sebagai acuan untuk peningkatan layanan.

Pengumpulan data dilakukan pula Nike lewat kampanye “Our Year”. Sejak 2014, perusahaan produk olah raga ini mulai mengumpulkan data dari para pemakai wearable Nike Fuelband atau aplikasi Nike+ Running.

Di akhir 2015, perusahaan itu memberikan penghargaan kepada seratus ribu pengguna paling kreatif, sekaligus mengajak mereka melakukan hal yang lebih hebat di 2015. Hasilnya, pengguna pun berlomba-lomba menjadi yang terbaik, sehingga kampanye ini sukses besar.

Sementara itu, bagaimana mengenai anggapan bahwa wearable merupakan teknologi mahal? Pandangan ini tidak sepenuhnya benar. Nivea pun membuktikan itu untuk melibatkan pelanggan mereka. Untuk mempromosikan produk tabir surya bagi anak-anak, perusahaan ini membuat iklan cetak dengan gelang yang dapat dicopot dengan mudah, hanya dengan merobek iklan tersebut.

nivea-wristband-4

Gelang yang sudah ditanam chip GPS ini dapat digunakan anak-anak ketika bermain di pantai. Para orang tua cukup mengunduh aplikasi Nivea dan melakukan sinkronisasi dengan gelang. Jika sang anak pergi melebihi jarak aman yang telah disetel orangtua, maka aplikasi akan mengirim peringatan serta lokasi anak itu berada.

Bagi orangtua, tak ada yang lebih penting dari keselamatan anaknya. Dan rasanya tak ada orangtua yang menolak jika dapat menjaga anaknya hanya dengan menggunakan sebuah aplikasi. Sangat variatif bukan, manfaat dari wearable device?

Tingkatkan penggunaan wearable Anda dengan aplikasi bermanfaat. Cari informasi dengan baca ulasan berikut, Jalani Hidup Sehat dengan Aplikasi Wearable Device Ini

Tahunnya Wearable

2016 memang telah diprediksi banyak pihak sebagai tahunnya wearable. Realisasi teknologi ini bakal menggurita di berbagai bidang, tak hanya contoh untuk berbagai kegiatan di atas. Grup riset market Mintal telah mengindikasikan bahwa teknologi wearable untuk industri kecantikan akan segera menjadi kenyataan, dengan berbagai produk akan ada di tas make up para konsumen di Inggris. Sementara itu, peneliti Amerika telah mengembangkan peralatan wearable yang dapat melihat level kebugaran kulit.

shutterstock_304514468

CTO Avaya untuk Eropa Aaron Miller, percaya bahwa kesempatan unjuk gigi teknologi wearable akan terealisasi di Tahun Monyet Api ini. Dia melihat beberapa faktor pendukung. Semakin menjamurnya perusahaan wearable menjadi salah satu hal yang mempengaruhi. Berbagai perusahaan peralatan rumah tangga, fashion, dan olah raga akan menyusul para perusahaan kelas berat semacam Apple dan Google, sehingga pada akhirnya tercipta banyak produk wearable yang tersedia secara massal.

Miller melihat perkembangan wearable juga tidak semata karena permintaan konsumen, melainkan juga datang dari dunia bisnis. “Maka, jika Anda pikir yang telah dicapai wearable pada 2015 sudah hebat, maka 2016 akan membuat Anda terperangah,” dia mengungkapkan.

Selama empat tahun mendatang, Miller memprediksi penjualan berbagai wearable akan mencapai US$ 175 juta, atau hampir delapan kali lipat dari 2015! Dengan demikian, selain menggirukan dari sisi bisnis, wearable device pun akan menjadi kebutuhan penting. Tentunya tren wearable di segala kegiatan dan industri hendaknya dimanfaatkan dengan baik demi kelangsungan kehidupan masyarakat.

Anda pengguna smartwatch jangan lupa baca ini, Cara Merawat Smartwatch Agar Tetap Awet Meski Sering Digunakan

0 comments