NOW READING

Tren Teknologi Modular, Inikah Potret Generasi Smartphone di Masa Depan?

 1570
+
 1570

Tren Teknologi Modular, Inikah Potret Generasi Smartphone di Masa Depan?

by The Daily Oktagon

Fungsi dan bentuk telepon seluler atau ponsel terus berubah mengikuti perkembangan teknologi. Kini, istilah ‘ponsel’ sudah tergantikan oleh smartphone alia ponsel pintar dengan peningkatan fitur dan juga desain yang lebih simpel.

Masih ingat bagaimana bentuk ponsel yang Anda miliki di era 1990 hingga akhir 2000-an? Ya, ponsel pada saat itu hanya memiliki fungsi menelepon, SMS, atau sekadar bermain game.

Untuk soal desain, sejumlah vendor ternama pada saat itu juga selalu menggunakan konsep desain konvensional dan terkesan stagnan, sebut saja desain flip phone atau clamshell yang nyatanya tetap digandrungi banyak orang.

Sampai pada akhirnya tiba era di mana smartphone bermunculan, yang pada saat itu diawali dengan kehadiran BlackBerry pada awal 2005. Kemudian, barulah fungsi dan desain telepon seluler perlahan berubah.

Nah, saat ini, fungsi dan desain smartphone masih dipertahankan oleh kebanyakan vendor. Selain digunakan untuk telepon, SMS, berinternet, main game, tak ada yang berubah dari bagaimana cara orang memanfaatkan fitur smartphone-nya,seperti kamera, charger, dan juga audio. Semuanya dilebur dalam satu perangkat.

Akan tetapi, di tahun ini, ada sebuah gebrakan baru di dunia smartphone. Kehadiran LG G5 yang diperkenalkan di Mobile World Congress (MWC) 2016 lalu, menyedot perhatian publik. Apa yang membuatnya berbeda?

LG G5LG G5

Ya, LG G5 hadir dengan konsep modular. Nama konsep ini memang sekilas terdengar kurang familiar. Akan tetapi, teknologi tersebut dipercaya akan memegang andil besar untuk perkembangan smartphone di masa mendatang. Komitmen LG untuk ‘lepas landas’ dari fungsi smartphone pada umumnya pun tampak nyata di smartphone flagship-nya tersebut.

Lalu, seperti apa awal tercetusnya teknologi ini? The Daily Oktagon akan mengulas lebih dalam soal bagaimana tren teknologi modular mempengaruhi perkembangan smartphone di masa depan. Inikah potret generasi smartphone di masa depan?

Phonebloks, smartphone modular pertama yang diperkenalkan di 2013

Pada tahun 2013, seorang desainer teknologi asal Belanda yang bernama Dave Hakkens, mengembangkan sebuah proyek teknologi modular dengan menggunakan smartphone sebagai medianya.

Awal mula tercetusnya gagasan tersebut didasari rencananya ingin menciptakan sebuah ponsel ‘abadi’ yang ramah lingkungan.

“Awalnya, saya ingin menciptakan perangkat teknologi yang bisa mengurangi jumlah limbah, apalagi limbah perangkat elektronik,” kata lulusan studi Design, Communication and Space SintLucas ini.

Dave_Hakkens__YouTube_Dave Hakkens

Berbekal kemampuan menciptakan komponen smartphone sederhana, Hakken akhirnya bertekad menciptakan Phonebloks, yang dia klaim menjadi smartphone modular pertama yang hadir di dunia.

Phonebloks sendiri merupakan smartphone dengan bentuk persegi panjang. Tetapi, karena mengusung konsep modular, smartphone ini terdiri dari susunan kotak kecil yang bisa dibongkar pasang.

“Komponen kotak kecil ini memiliki fungsi masing-masing. Ada kamera, Bluetooth, Gyroscope, baterai, dan masih banyak lagi,” kata Hakken.

Phonebloks__Gizmodo_Phonebloks

Hakken memang bukan yang pertama menciptakan konsep smartphone modular. “Masih banyak di luar sana bersusah payah menciptakan smartphone dengan konsep modular, tetapi kandas di tengah jalan,” dia melanjutkan.

Phonebloks besutan Hakken ternyata mampu memancing perhatian. Di video channel YouTube-nya, dia memamerkan kebolehan Phonebloks. Dari situlah Phonebloks mendapat respon positif dan membuatnya untuk membangun sebuah komunitas teknologi modular.

“Memang terkesan mustahil. Kita terkesan ‘memecah’ smartphone menjadi kepingan-kepingan atau kotak-kotak kecil dengan fungsi masing-masing. Jika zaman dulu semua fungsi dilebur ke dalam satu desain, maka kali ini saya pecah. Sekilas terdengar gila, tetapi justru lebih efektif dan sangat inovatif,” ujar Hakkens.

Yuk, baca artikel menarik ini, ASUS ZenFone 2 Deluxe Special Edition, Smartphone Rasa PC

Tren modular merambah publik

Dari situ, konsep modular dianggap menjadi sebuah tren dan perlahan diterima oleh publik, termasuk beberapa produsen smartphone Eropa.

Beberapa vendor smartphone asal Tiongkok dan Eropa pun mencoba untuk menciptakan smartphone dengan konsep serupa. Hanya saja, mereka belum menjualnya ke pasaran.

Sebut saja PuzzlePhone, smartphone modular asal Finlandia dengan tiga bagian yang bisa dibongkar pasang, yaitu bagian kamera, baterai dan unit smartphone-nya sendiri.

Selain itu, ada pula Fairphone, smartphone besutan vendor asal Belanda yang ternyata tidak sepopuler Phonebloks.

FairphoneFairphone

Di samping semua smartphone modular yang dihadirkan kala itu, rupanya antusias pengguna smartphone belum bisa diprediksi sangat tinggi.

“Semua disebabkan oleh keraguan akan menggunakan smartphone bongkar pasang. Pola pikir ini masih menjadi gap antara produsen smartphone modular dengan masyarakat. Mereka cenderung memilih untuk menggunakan smartphone ‘one stop function’. Padahal, smartphone modular ditujukan untuk mengurangi pembuangan limbah elektronik,” ucap Hakken.

Google dengan gebrakan Project Ara

Tak lama setelah itu, kabar mengejutkan datang dari Google. Perusahaan mesin pencarian ini mengumumkan bahwa mereka tengah merancang smartphone modular dengan nama kode “Project Ara”.

Ara seharusnya diluncurkan pada 2015. Namun karena masih mengalami sejumlah isu, mereka terpaksa menjadwalkan ulang perilisan Ara di tahun ini. Namun, prototipe Project Ara sudah ditampilkan pertama kali di depan publik dalam acara konferensi teknologi bernama LAUNCH.

Paul Eremenko, anggota tim Project Ara Google membawa sebuah ponsel yang setiap komponennya bisa dilepas dan dipasang secara mudah. Google kemungkinan akan membuat perangkat berbasis Ara dengan harga terjangkau.

Dengan memanfaatkan magnet, tiap komponen terhubung dengan papan utama sebagai basis ponsel atau mainboard. Selain itu, basis Ara tak dilengkapi fitur apapun selain menjadi penghubung tiap komponen agar bekerjasama sebagai ponsel.

Project_Ara__Gizmodo_Project Ara

Project Ara diharapkan akan mempermudah proses penggantian komponen ponsel yang rusak atau ingin ditingkatkan. Proyek besar Google ini akan mengubah pola membeli sebuah ponsel baru saat ingin meningkatkan fungsi kamera atau layarnya karena dapat dilakukan secara parsial.

Dalam perbincangan, Eremenko menyebutkan bahwa setidaknya bakalan ada tiga ukuran dari ponsel modular saat meluncur. Ponsel mini dengan ukuran 4 inci, medium berukuran 5 inci dan satunya ukuran lebih besar yang kemungkinan masuk di kategori phablet.

Sebelumnya Project Ara diperkirakan akan direalisasikan Google lewat Motorola sebagai perusahaan pembuat ponsel miliknya. Akan tetapi, penjualan Motorola ke Lenovo membuat Project Ara ditangani Google sendirian.

Sayangnya, sampai detik ini belum ada kabar kapan Ara benar-benar akan melenggang ke pasaran. Kenyataannya, LG secara mengejutkan menghadirkan G5 ke pasar global.

LG dengan sang jagoan G5

LG memperkenalkan dua bagian modular untuk seri LG G5 ini, di mana modular pertamanya adalah kamera. Tidak hanya menambah daya baterai, dengan modular ini, pengguna dapat mengendalikan fitur zoom dan mengambil foto lebih mudah.

Modul kedua adalah sebuah audio. Bekerjasama dengan Bang & Olufsen, madular ini diklaim mampu meningkatkan kualitas audio yang dihasilkan oleh smartphone. Selain kedua modular ini, LG berencana akan meluncurkan beberapa modular tambahan lainnya.

Lalu, mau dibawa ke mana tren modular?

Hakken sendiri mengatakan, tren modular bisa akan berkembang jika memang para vendor berbenah diri soal konsep tersebut.

“Berbenah diri yang saya maksudkan adalah berpikir bahwa konsep modular bisa menghemat proses perakitan. Selain betul-betul ramah lingkungan, jangka waktu penggunaan smartphone ini saya prediksi bisa melampaui masa yang sangat lama,” ia mengungkapkan.

Hakken melanjutkan, tren modular nantinya akan mendominasi industri smartphone jika para vendor memberanikan diri untuk menciptakan konsep di luar apa yang telah mereka pikirkan pada saat ini.

“Kita bisa lihat LG G5 menjadi primadona di MWC 2016. Padahal itu smartphone modular. Ini menandakan bahwa konsep modular perlahan bisa diterima banyak orang dan mampu menghadirkan sejumlah fitur terbaik,” kata Hakken.

Baca juga ulasan berikut, Sony Xperia Aqua M4, Teman Setia di Musim Hujan

0 comments