NOW READING

Tren Gaya Hidup Digital, Beli Sayur pun Bisa Lewat Aplikasi Groceria

 2847
+
 2847

Tren Gaya Hidup Digital, Beli Sayur pun Bisa Lewat Aplikasi Groceria

by The Daily Oktagon

Kabar pasar tradisional akhir-akhir ini tidaklah terlalu menggembirakan. Data menunjukkan, perkembangan pasar tradisional justru menurun. Survei AC Nielsen pada 2013 menyebutkan, jumlah pasar tradisional terus menurun. Pada 2007 pasar barkategori ini berjumlah 13.550. Sementara pada 2011 turun pada angka 9.950.

Beruntung berbagai pihak berusaha membuat eksistensi pasar tradisional terus bertahan. Salah satunya misalnya tersedianya Groceria, aplikasi smartphone yang memungkinkan pengguna untuk berbelanja berbagai produk yang dijual di pasar tradisional secara online. Untuk sementara, aplikasi ini hanya tersedia di Surabaya, Jawa Timur.

Siapa sangka, sejalan dengan tren gaya hidup digital, beli sayur pun bisa lewat aplikasi Groceria. Yuk, simak ulasan berikut.

Chief Executive Officer Groceria, Umar A. Aziz menyebutkan, pihaknya membuat aplikasi karena melihat pasar tradisional yang menjadi salah satu kekayaan budaya Indonesia, justru saat ini kian dijauhi dan banyak dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat.

Tim_Groceria_Indonesia

Tim Groceria

Banyak hal yang tentu menjadi penyebab pandangan negatif tersebut, mulai dari kondisi pasar yang terkesan kumuh, kualitas barang tidak terjaga, hingga suasana pasar yang tidak aman, dan nyaman untuk berbelanja. Harga barang yang fluktuatif juga menjadi salah satu alasan lain.

“Sistem distribusi dari petani ke padagang hingga akhirnya ke masyarakat yang tidak termonitor dan sistemik, menyebabkan pemerintah mengalami kesulitan mengontrol harga yang ada di pasar tradisional,” kata Umar.

Makmsimalkan penggunaan aplikasi dengan smartphone yang tepat. Baca ulasannya, Enam Smartphone 4G Terbaru yang Layak Anda Pilih

Cara Penggunaan

Penggunaan aplikasi relatif mudah. Apalagi, Groceria tersedia bagi pegguna mobile device berbasis iOS dan Android secara gratis.

Dari versi terakhir yang coba digunakan penulis The Daily Oktagon, pengguna dapat memilih produk dari delapan kategori, yaitu buah segar, sayuran segar, bumbu segar, produk segar lainnya, daging segar, ikan laut segar, makanan beku, hingga kebutuhan sehari-hari atau sembako. Di dalam kategori sayuran segar misalnya, terdapat 94 pilihan aneka sayur. Bawang merah kupas sebanyak 0,5 kg dapat dibeli dengan harga Rp 16.200.

barang_belanja_siap_kirim

Barang belanjaan yang telah dibeli siap diantar

Adapun syarat pembelian melalui Groceria minimal Rp 50 ribu. Ketika semua barang belanja telah dibayar, barang yang dibeli akan dikirim ke alamat pembeli.

Sistem Kerja Groceria

Sejak didirikan pada Juli 2015, beberapa nama pasar di Surabaya yang mermitra adalah Pasar Keputran, Pasar Pabean, Pasar Pakis. dan Pasar Pegirian sebagai lokasi pembelanjaan. Groceria bersifat real time, sehinggacustomer akan mengetahui update belanjaan mereka, sudah dibelanjakan atau belum, hingga pada tingkatan per barang.

Tim pembeli dan pengantar barang, menurut Umar merupakan salah satu hal yang membedakan Groceria dengan aplikasi belanja sejenis lainnya. Aplikasi ini mencoba memberdayakan para pembeli dan pengantar dari orang orang di sekitar pasar tradisional.

pengantar_groceria

Pengantar barang 

“Kami sangat memperhatikan cara meningkatkan kesejahteraan orang-orang yang berada di dekat pasar dengan melakukan empower communities, sehingga bisa menekan angka pengangguran yang ada di Surabaya,” ucap Umar.

Siasat Harga Fluktuatif

Untuk menyiasati harga barang yang fluktuatif, Groceria mencoba masuk ke dalam pasar tradisional dan memonitor langsung perkembangan harga secara real-time. Sehingga, terdapat data aktual dan valid akan harga komoditas, serta perubahannya di setiap pasar. Hal ini tentu memerlukan usaha besar, sehingga Umar mengaku ingin segera bisa membuat sistem, memonitor, dan menstandarisasi harga di setiap pasar tradisional.

“Sehingga, bisa menjadi tolak ukur harga pasar tradisional secara nasional yang selama ini masih fluktuatif dan harga masih di atur oleh para tengkulak pasar,” Umar mengungkapkan.

Dengan berbagai usaha yang ada, Umar berharap kehadiran Groceria mampu menaikkan omset penjualan para pedagang pasar, tanpa menganggu penjualan secara tradisional. Lewat aplikasi, para pedagang pun bisa memprediksi barang dagangannya yang terjual berdasarkan pesanan dari pelanggan. Nah, diharapkan sisa barang yang dibeli oleh para pedagang bisa diminimalisir, mengingat sifat barang yang dijual adalah perishables good.

Kehadiran Groceria mendapat respon yang relatif baik. Per November 2015, Umar menyebut pengunduh aplikasinya, baik melalui Google Playstore maupun Appstore sudah mencapai hampir 2.000, dengan pengguna aktif mencapai kisaran 25-30 persen. Dalam waktu dekat, Umar mengatakan segera ekspansi ke Jakarta, mengingat pengguna e-commerce di ibu kota cukup besar

“Apalagi dengan kondisi Jakarta sebagai salah satu kota termacet didunia, hingga banyaknya ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah dan tak sempat berbelanja,” kata Umar.

Agar nyaman bepergian di jalan, coba trasnportasi ini, Dukung Internet of Things, Bajaj pun Bisa Dipesan Online

0 comments