NOW READING

Tren Audio Device di Mata Wirjadi Lorens

 2011
+
 2011

Tren Audio Device di Mata Wirjadi Lorens

by The Daily Oktagon

Berkecimpung selama bertahun-tahun di dunia retail perlengkapan fotografi tidak membuat Wirjadi Lorens, founder Oktagon, mengensampingkan kemajuan teknologi digital di jenis produk lain. Dia juga fasih berbicara tentang tren gaya hidup digital mengenai berbagai device di luar kamera, termasuk kemajuan perangkat audio.

Penulis The Daily Oktagon berkesempatan mewawancarai Wir, sapaan akrab Wirjadi di kantornya, di Jakarta Pusat. Simak ulasan berikut, tren audio device di mata Wirjadi Lorens.

wirjadi2
Wirjadi di kantornya – foto dokumentasi pribadi

Bagaimana Anda melihat perkembangan device musik dan audio saat ini?

Saya percaya dengan adanya music player on our hand. Ini mengubah cara kita mendengarkan musik. Kalau dulu untuk mendengarkan musik harus melalui radio, tape, dan perkembangan mesin konvensional. Selanjutnya, dandalam lima tahun terakhir kita sudah menggunakan berbagai alat seperti earphone yang canggih.

Namun, sekarang ini, luncuran earphone terbaru akan mempunyai teknologi yang lebih canggih, baik dari yang bawaan dari ponsel, maupun produk tersendiri. Harganya sendiri bervariasi, dari yang hanya puluhan dollar AS (ratusan ribu rupiah), hingga ada sebuah brand yang mengeluarkan sebuah headphone seharga US$ 55 ribu.

In ear, open ear, dan berbagai tipe earphone dan headphone akan mengubah cara kita mendengarkan musik. Sama halnya dengan fotografi. Ketika dulu Oktagon memperkenalkan kamera, semua orang menggunakan SLR, analog, dengan media penyimpanan film. Namun, sekarang semuanya digital. Begitu pun dengan earphone. Semua orang akan lebih menikmati musik dengan lebih baik. Ke depan, orang akan lebih memilih atau membeli earphone yang akan membuat hidupnya lebih nyaman saat mendengarkan musik.

Simak ulasan menarik ini, Headphone Berkelas Terbaru untuk Manjakan Telinga Audiophile

Kalau dari sisi music player?

Kalau dulu kita lari ke MTV untuk nonton video musik, kemudian ada YouTube. Namun sepertinya media-media ini tidak cukup, karena mungkin saja terkadang kualitas audionya tidak memadai. Jadi orang pada awalnya tetap ingin memilih earphone yang baik terlebih dulu. Kedua, baru music player. Namun, zaman sekarang kita sudah tidak menggunakan music player seperti iPod. Kini kita menggunakan ponsel dengan memasang berbagai aplikasi musik di dalamnya seperti Spotify, Apple Music, dan berbagai aplikasi lain.

Apalagi saat ini juga berkembang teknologi DAC (Digital-to-Analog Converter) yang disematkan di smartphone, yang dapat mengkonversi informasi audio digital menjadi sinyal analog yang dapat dikirim ke speaker atau amplifier. Ini artinya dapat membuat kualitas streaming musik menjadi lebih baik, dan meningkatkan level earphone dengan kemampuan standar.

Ada juga produk mobile amp, yang di masa depan bakal menggantikan amplifier konvensional. Produk ini tentu dapat memaksimalkan tenaga audio sehingga musik yang keluar juga otomatis lebih baik. Ukurannya kuranglebih seperti smartphone dan akan segera meluncur di pasaran. Kualitas audio yang ditawarkan oleh produk di kisaran harga empat hingga lima, bahkan hingga puluhan juta ini sangat baik. ini juga yang akan membuat kualitas musik akan melompat. Lagipula kita sekarang sudah menjadi individu-individu yang mobile, sehingga mobile amp sangat mendukung itu.

oppo_mobile_amp2Oppo Mobile Amp favorit Wirjadi

Namun, mobile amp ini mungkin tidak akan menjadi barang massal, karena mungkin hanya orang-orang spesifik yang menginginkannya. Namun dengan produk di kisaran Rp 4 juta saja kualitasnya sudah baik, dan kemungkinan ke depan bisa lebih turun harganya, sehingga, bakal lebih banyak orang yang akan menggunakannya.

Siapa tahu, suatu saat amp seperti ini bahkan bisa dibuat di dalam ponsel. Saya pikir perkembangan ponsel ke depan bakal lebih ke arah itu, daripada misalnya pengembangan memory card atau kamera. Apalagi kini kualitas kamera di ponsel itu relatif sudah sama. Jadi di masa depan, urusan musik bisa menjadi salah satu hal yang mengubah keputusan kita terhadap pemilihan berbagai hal.

daily3

                                                         Wirjadi di kantornya – foto dokumentasi pribadi

Personal audio menjadi salah satu hal penting jadinya?

Ya. Kita akan menjadi ‘pengamat musik’ yang lebih baik, misalnya karena sudah bisa mendengarkan berbagai genre musik dengan lebih seksama lewat produk yang lebih mumpuni. Industri musik pun ke depan akan kembali ke ‘basic‘ dengan memperhatikan kualitas suara, dibandingkan sisi gemerlapnya.

Dengan berbagai tren ini, maka Oktagon juga akan mencoba mengarah ke sana dengan menyediakan berbagai produk dan knowledge. Membeli sistem audio nantinya akan menjangkau berbagai pilihan yang lebar. Ada pilihan yang relatif lebih light, open, dan ada pilihan yang lebih bassy. Ini tentu ada kaitannya karena kita memiliki telinga yang berbeda-beda. Respon terhadap rangsangan audio yang beragam. Ini tentu berdampak pilihan musik, speaker, dan amp yang akan kita gunakan.

Kadang-kadang produk yang ratusan ribu pun sudah memiliki kecenderungan kualitas audio yang baik. Beats misalnya, brand ini akan selalu bassy. Mereka tidak akan lari ke audiophile. Tetapi ada yang harganya ratusan ribu namun cocok untuk audiophile. Mindset orang Indonesia mungkin kalau menyangkut audiophile, berarti mahal. Tidak juga.

Bagaimana kesadaran konsumen Indonesia sendiri akan kualitas produk audio?

Industri produk audio semacam ini baru saja mengemuka di dunia. begitu pun harganya yang mulai bisa turun ke bawah, baru saja terjadi belakangan. Sebelumnya memang sangat eksklusif. Sehingga adapsi terhadap teknologi ini mungkin baru terjadi di beberapa tahun ke depan.

Dengan melebarnya jangkauan produk, akan berpengaruh terhadap cara bermusik para seniman?

Tentu. Yang pasti ke depan akan lebih berani dan kembali memperhatikan kualitas suara. Dulu mungkin lebih memandang yang akan laku lagu seperti apa? Tetapi karena market akan meluas dan mempunyai jenis musik favoritnya masing-masing, maka para seniman akan lebih membuat musik yang sesuai dengan yang mereka inginkan.

Dari sisi para produsen audio, ada perubahan konstalasi belakangan ini?

Dari berbagai brand yang bermain sekarang, merupakan kombinasi dari pemain lama dan baru. Grado misalnya, sudah ada sejak 1950-an hingga sekarang. Sementara Hifiman itu perusahaan yang baru berdiri di era 2000an, tetapi bisa memang penghargaan lima kali berturut turut. Kita sendiri sudah mencoba mempelajari berbagai karakteristik berbagai brand yang ada, sehingga saat datang ke Oktagon, orang sudah bisa benar-benar tahu kebutuhan produk yang sesuai dengannya.

Anda pakai produk audio apa saja?

In ear earphone saya makai Sennheiser Momentum, sementara over ear saya menggunakan Hifiman X. Saya sebelumnya sudah mencoba untuk memakai yang lain, tetapi kedua produk tadi relatif saya rasakan lebih baik. Namun soal pilihan ini lagi-lagi merupakan selera personal. Seperti minum wine misalnya, ada yang suka lebih manis, atau ada yang suka yang lebih pahit. Jadi, yang cocok dengan saya belum tentu sama untuk orang lain. Tidak ada sebuah headphone yang bakal disukai semua orang, sehingga itulah mengapa pabrik membuat banyak jenis headphone, bahkan di dalam sebuah brand.

sennheiser_momentum2Sennheiser Momentum favorit Wirjadi

Sejauh mana Anda menggunakan dalam keseharian?

Saya kurang lebih dalam sehari bisa sekitar tiga jam menggunakan earphone untuk mendengarkan musik. Dari mulai ketika bersiap ke kantor pagi hari sudah mulai mendengarkan musik. Pulang kerja, pakai lagi hingga baru lepas ketika mau makan malam.

Yuk, baca artikel menarik berikut, Berkenalan dengan Teknologi Dolby di Smartphone

0 comments