NOW READING

Tips Menyulap Mobil Biasa Menjadi Lebih Cerdas

 2496
+
 2496

Tips Menyulap Mobil Biasa Menjadi Lebih Cerdas

by The Daily Oktagon

Teknologi mobil terus berkembang dari tahun ke tahun. Bahkan di era Internet of Things, smart car menjadi salah satu sektor pengembangan yang mendapat perhatian paling besar. Beberapa raksasa teknologi diketahui begitu agresif mengembangkan solusi mobil pintar. Google mengembangkan Android Auto dan mobil tanpa pengemudi. Kemudian Apple menghadirkan system entertainment Apple Car Play. Tesla fokus di mobil pintar bertenaga listrik. Hingga BlackBerry yang mengakuisisi platform mobil pintar terkemuka QNX.

Kita mungkin hanya bisa terkagum-kagum melihat mobil cerdas yang biasanya dibanderol dengan harga premium. Kabar baiknya, kitapun bisa menyulap mobil yang sudah ada agar menjadi lebih cerdas, tanpa harusupgrade membeli mobil baru yang memang sudah dirancang smart oleh pabrikannya.

Operator seluler di Indonesia, Telkomsel, bereksperimen menciptakan teknologi berbasis IoT lewat layanan yang diberi nama T-Drive. Jika Anda ingin merasakan kenyamanan berkendara, yuk simak tips menyulap mobil biasa menjadi lebih cerdas berikut. Adapun teknologi semacam ini diprediksi bakal menjadi tren di 2016.

Sebelumnya, baca dulu artikel berikut, Dukung Internet of Things, Bajaj pun Bisa Dipesan Online

Menggunakan T-Drive yang Dipasang di Mobil

T-Drive hadir untuk pengguna yang membutuhkan keamanan dan kenyamanan dalam berkendara, serta memberikan feedback untuk menjadi pengendara yang baik. Ini adalah solusi asisten mengemudi pintar yang bentuknya tak berbeda dengan USB thumb drive.

T-Drive

Cara kerja dari T-Drive ini adalah merekam informasi yang dihimpun dari OBD-II. Kemudian mengolah dan menyampaikannya lewat aplikasi di smartphone. Transmisi data otomatis antara perangkat mekanik dan elektronik inilah yang biasa disebut dengan M2M (Machine to Machine). Alat kecil yang dibanderol seharga Rp 3,9 jutaan ini mampu menghimpun berbagai informasi dari mobil untuk kemudian mengolahnya.

Cara Pemasangan

Di dalam paket penjualan T-Drive, sudah ada kartu SIM yang terhubung ke layanan data. Sedangkan perangkat tersebut dikoneksikan ke On-board diagnostics (OBD-II) di mobil. T-Drive bisa disambungkan pada port kendaraan tanpa merusak garansi kendaraan. Anda tinggal mencolokkan modul T-Drive ke soket On-board Diagnostics II (OBD-II) yang telah tersedia di seluruh kendaraan menggunakan sistem pengolahan bahan bakar injeksi. Lokasi OBD-II berada di dashboard yang biasanya terletak di bawah setir kemudi.

Sesudah mendapatkan unit T-Drive, customer harus mengirimkan informasi di bawah kepada pihak Telkomsel untuk proses aktivasi. Beberapa informasi yang diperlukan antara lain: nama, e-mail, nomor TDriver Card yang tertera di box T-Drive, nomor MSISDN yang tercantum di box T-Drive, dan nomor IMEI di box T-Drive. selanjutnya adalah merek kendaraan, tipe kendaraan, seperti Toyota Yaris, Honda Jazz, dan lainnya, serta tahun pembuatan kendaraan.

T-Drive-instalasi

Konsumen mengirimkan data di atas via email kepada pihak Telkomsel untuk mendapatkan Username dan Password ke alamat email: M2MOperation@telkomsel.co.id atau menghubungi T-Drive.

Instalasi T-Drive sangat mudah karena menggunakan sistem plug and go, sehingga bisa dilakukan sendiri tanpa harus ke bengkel mobil. Setelah terpasang, modul Telkomsel T-Drive akan merekam data yang dihimpun dari OBD-II. Data-data tersebut kemudian diolah lalu disampaikan ke pengguna melalui aplikasi.

Instalasi Aplikasi di Smartphone

Setelah T-Drive terpasang di mobil, langkah selanjutnya adalah install aplikasi di smartphone Anda yang saat ini tersedia untuk platform Android dan iOS. Tinggal ketik Telkomsel T-Drive di Play Store atau App Store, setelah itu download ke gadget. Selanjutnya, masukkan username dan password yang telah diperoleh dari konfirmasi ke Telkomsel. Voila! Semua informasi kendaraan Anda bisa terlacak secara real time di aplikasi T-Drive.

Fitur Utama T-Drive

Fitur perangkat ini adalah untuk menganalisis driving performance, real time engine data, memberikan alert dan mengedukasi pengendara. Secara umum, fiturnya terbagi ke dalam tiga bagian yakni keamanan, kenyamanan, dan penghematan.

Misalnya saja mengetahui lokasi kendaraan saat berjalan dan parkir, mengevaluasi perilaku pengemudi, memberi notifikasi jadwal servis berkala, memberi informasi diagnosa mesin dan status baterai atau aki, lokasi bengkel terdekat sampai score mengemudi untuk membantu menghemat bahan bakar.

Adapun T-Drive juga sebagai Intelligent Driving Assistant, alias asisten perangkat berkendara yang dapat mengumpulkan dan menganalisis data saat seseorang berkendara. Data yang dikumpulkan berupa gaya berkendara seseorang dan data dari mesin kendaraan. Data ini dikumpulkan lalu dikirimkan ke cloud, kemudian dapat diakses oleh pengguna melalui satu aplikasi yang dapat digunakan di Android dan iOS. Selain sebagai pengumpul data, T-Drive juga berfungsi sebagai penganalisa data untuk menunjukkan gaya berkendara seseorang dan bahkan memberikan tips untuk memperbaiki cara berkendara mereka.

Berikut fitur-fitur menarik T-Drive

  • Notifikasi bila ada perilaku berbahaya, seperti akselerasi tajam, pengereman mendadak, atau bertelepon sambil menyetir. Bahkan, saat mobil keluar dari area dan waktu yang ditetapkan
  • Driving Behaviour Analytics yang dilengkapi dengan driving score sebagai feedback untuk pengendara
  • Monitor konsumsi bahan bakar yang digunakan
  • Memonitor kondisi performa kendaraan, misalnya kondisi aki, dan suhu mobil melalui fitur vehicle health
  • Memberikan indikasi awal dari permasalahan kendaraan
  • Mencari bengkel terdekat jika perlu bantuan
  • Bantuan navigasi ketika mobil parkir, khususnya outdoor

Jenis Pengguna

  • Private Driver┬ámerupakan nformasi atas kinerja dan perilaku supir akan dapat dipantau melalui smartphone atau website untuk kenyamanan dan keselamatan penumpang/keluarga.
  • Tenage Driver adalah aplikasi untuk orang tua seperti pendamping anak remaja yang mulai menyetir sehingga keselamatan dan gaya berkendara anak terpantau
  • Self Drive┬ámemberikan feedback dan alert seandainya aktivitas berkendara dinilai kurang aman dan tidak efisien

Nah, Anda siap mencobanya? Hal yang patut diingat, tetaplah berhati-hati saat berkendara.

Baca juga artikel menarik berikut, Mau Nyaman Berkendara? Coba Tiga Aplikasi Berkendara Baru Ini

0 comments