NOW READING

Tips Food Photography Ala Himawan Sutanto

 5890
+
 5890

Tips Food Photography Ala Himawan Sutanto

by The Daily Oktagon

Jika dulu berdoa menjadi ritual wajib yang dilakukan sebagian orang sebelum makan, kini ada satu lagi. Memotret makanan. Memotretnya tidak asal-asalan. Ini agar makanan tampak sedap dipandang, selezat rasanya. Setelah di-posting di media sosial, ada kepuasan tersendiri jika foto-foto tersebut di-like atau bahkan dikomentari.

Melihat tren tersebut, Oktagon, berkolaborasi dengan The Foodie Magazine, Hotel Shangri-La, dan Microsoft Indonesia, mengadakan “Smartphone Food Photography Workshop”, Sabtu, 29 Agustus lalu. Bertempat di Lotus Ballroom, Hotel Shangri-La, Jakarta, acara ini mengundang fotografer makanan dan hotel, Himawan Sutanto, sebagai pembicara.

Sepanjang kariernya, Himawan telah dipercaya menangani brand-brand besar, antara lain Indofood, Unilever, McDonald’s, Kraft, Shangri La, Grand Hyatt, Pullman, Kawan Lama Group, Ismaya Group, Lowe, dan Leo Burnett. Sebagai fotografer makanan, tak terhitung jumlah restoran dan dapur ternama yang pernah mendapatkan sorotan lensa kameranya. Ia juga kerap memotret racikan chef terkenal macam Vindex Tengker, Degan Septoadji, Gilles Marx, hingga William Wongso.

“Foto dan makanan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan,” ujar Himawan saat membuka workshop.

Fotografer yang mulai menggeluti profesinya sejak tahun 2000 ini melanjutkan, food photography sebenarnya ada macam-macam. Menurut Himawan, fotografi makanan terbagi atas keperluannya. Ada yang untuk komersial seperti iklan atau sekadar dibagikan ke media sosial.

Dalam workshop ini, ia memberikan sejumlah tips dan trik yang biasa dilakukan orang-orang saat memotret makanan untuk di-posting di media sosial. Ada enam tips dan trik yang disampaikan oleh pendiri Sutanto Photography ini. Simak tips Food Photography ala Himawan.

Sebelum melanjutkan, pencinta fotografi wajib membaca artikel ini Potensi Karir di Dunia Fotografi Era Digital

It’s All About the Light
Himawan menjelaskan, peran cahaya dalam fotografi bukan untuk sebagai penerang, tetapi untuk membentuk suatu benda. Foto makanan yang bagus harus bisa memperlihatkan tekstur pada makan. Teksur dapat ditonjolkan dengan pencahayaan yang baik.

Regular_Image_2

Ada tiga macam pencahayaan yang bisa digunakan, yaitu menggunakan cahaya jendela, white bounce, dan black flag atau bouncer berwarna hitam. Ketika makan di restoran, Himawan menyarankan agar Anda memililih tempat duduk di dekat jendela. Ini membuat makanan mendapat pencahayaan natural. Jika diperlukan, Anda bisa menggunakan menu, tisu, atau benda datar lain sebagai bouncer, sehingga makanan yang Anda potret lebih terlihat tekstur dan dimensinya.

A Purpose of an Angle
Memotret makanan bisa dilakukan dari dua angle atau sudut pengambilan gambar, yaitu sejajar dengan mata dan dari atas. Menurut Himawan, pemilihan sudut pengambilan gambar bergantung pada pesan yang ingin Anda sampaikan. Misalnya, ketika memotret cakeangle idealnya adalah sejajar dengan mata. Karena ketika dipotret dari atas, lapisan-lapisan cake yang menjadi ‘pesan’ tidak akan terlihat.

Foto_karya_hanskristian

Lalu, kapan Anda harus menggunakan sudut pengambilan dari atas? Sudut ini lebih cocok untuk group shot, yang subyeknya terdiri lebih dari satu makanan.

Styling
Fotografi makanan erat hubungannya dengan styling atau penataan. Meskipun subyek utamanya adalah makanan, tetapi hasilnya akan kurang menarik jika foto menampilkan makanan di atas piring. Harus ada hal lain yang membuatnya jadi menarik. Misalnya, selain mengatur posisi makanan, bisa dilakukan dengan menata benda-benda di atas meja.

Foto_karya_camuiloka

Shoot the Food Fresh
Ada beberapa makanan yang tampilannya cepat berubah setelah dihidangkan, misalnya es krim. Karena itu, Anda harus segera memotret saat makanan dalam kondisi masih segar. Himawan menganjurkan agar styling dilakukan sebelum makanan datang. Nantinya, ketika makanan tiba, Anda bisa langsung memotretnya.

Color for Mood
Pencahayaan harus sesuai dengan waktu pemotretan. Misalnya, ketika memotret sarapan pada pagi hari, moodcahayanya tentu lebih terang dari sore hari. Ada tips penting yang diberikan Himawan buat Anda yang suka memotret saat malam hari. Ia menyarankan agar Anda tidak menggunakan flash ponsel. Manfaatkanlah pencahayaan lampu yang ada di ruangan.

Editing
Sebelum membagikan foto ke media sosial, Anda bisa memolesnya dengan aplikasi ponsel. Baik itu untuk cropping, mengatur mood warna, dan sebagainya. Ada tiga aplikasi edit foto yang sering digunakan Himawan, yaitu VSCO Cam, Snapseed, dan Lumia Creative Studio.

Himawan menjelaskan, aplikasi VSCO Cam mirip seperti Snapseed, menawarkan filter-filter yang lebih beragam ketimbang Instagram. Bedanya, pengaturan edit Snapseed bisa dilakukan secara manual.

Setelah sesi tanya jawab, peserta diberi kesempatan untuk mempraktikkan langsung tips dan trik dari Himawan. Di luar area ballroom, disediakan lima meja berisi makanan dan properti-properti untuk styling. Pemotretan menggunakan ponsel Microsoft Lumia 930 yang telah disediakan panitia. Lumia 930 memiliki kamera dengan resolusi 20 MP dan optical image stabilization.

Foto_karya_echristina22

Peserta terlihat sangat antusias memotret dengan berbagai angle dan styling. Salah satu alasannya, peserta dengan foto yang mendapatkan paling banyak likes dan comment di Instagram akan mendapatkan ponsel Lumia 930. Penasaran dengan hasil jepretan peserta workshop? Anda bisa melihatnya di sini.

Workshop serupa akan diadakan lagi dalam waktu dekat di lokasi yang berbeda. Jadi, jangan lupa follow Oktagon di Instagram dan Facebook agar tidak ketinggalan infonya.

Workshop ini merupakan bagian agenda rutin Oktagon. Untuk informasi terkini tentang jadwal workshop, kunjungi Oktagon

Jangan lewatkan juga, artikel berikut Kenali Lebih Jauh Cara Membuat Foto HDR Lewat Perangkat Mobile

0 comments