NOW READING

Tips dan Trik Memotret Keindahan Hujan

 6277
+
 6277

Tips dan Trik Memotret Keindahan Hujan

by The Daily Oktagon
  • Tetes air hujan merupakan obyek yang menarik untuk diabadikan dengan kamera.
  • Sebelum memotret hujan, kita harus melengkapi kamera dan lensa dengan pelindung percikan air.
  • Pengaturan shutter speed, diafragma, dan ISO bisa menghasilkan beragam efek foto hujan.

Musim hujan sudah tiba, air menggenang di mana-mana. Hujan membuat banyak janji tidak bisa ditunaikan. Bagi yang suka memotret di luar ruang, hujan bisa jadi alasan membatalkan rencana berburu obyek cantik.

Tetapi, tahukah kamu bahwa hujan justru obyek yang luar biasa. Jangan jadikan hujan sebagai penyebab tidak bisa menghasilkan foto-foto indah dan dramatis. Asal tahu tips dan trik yang tidak rumit, hujan justru bisa dijadikan obyek foto yang lain daripada yang lain.

Proteksi itu penting

Tips pertama untuk memotret hujan adalah melindungi kamera karena air merupakan musuh utama kamera, baik itu kamera analog ataupun kamera digital. Pelindung kamera tersebut adalah kantung plastik yang didesain khusus untuk melindungi kamera dari percikan air.

memotret hujan

Salah satu kantung plastik pelindung kamera yang bisa digunakan adalah Dicapac WP-S3. Di laman Oktagon, pelindung kamera ini dijual dengan harga Rp900.000. Selain bisa digunakan untuk melindungi kamera dari percikan air hujan, pelindung untuk kamera mirrorless merek Sony, Canon, Fujifilm ini juga diandalkan untuk pemotretan di permukaan air.

Pelindung yang lain adalah Manfrotto E-702 PL Elements. Pelindung ini bisa digunakan pada kamera yang menggunakan lensa panjang, 70-200 mm. Pelindung ini sangat mudah digunakan dan cepat dipasangkan ke kamera ketika cuaca tiba-tiba saja berubah menjadi mendung. Di laman Oktagon, pelindung jenis ini dijual dengan harga Rp818.100.

Mengenal lebih jauh Boxfish 360, kamera bawah air seharga mobil

Jika dua pelindung kamera tadi dianggap terlalu mahal dan belum berniat membeli pelindung kamera, kita bisa mengandalkan payung sebagai pelindung kamera atau berdiri di daerah yang kering, misalnya di teras rumah.

Setelah melindungi kamera, yang juga harus diperhatikan saat memotret hujan adalah melindungi tubuh dari percikan air dan terpaan angin yang dingin. Untuk melindungi tubuh dari hujan dan angin kita wajib menggunakan jas hujan. Jangan sampai karena ingin memotret hujan kita malah harus ke dokter.

Hujan yang dramatis dan pengaturan kecepatan/bukaan rana

Setelah masalah perlindungan sudah dipenuhi, tips berikutnya adalah teknik memotret hujan. Arahkan lensa kamera ke obyek tertentu dan jadikan rintik hujan sebagai latar depan atau belakang. Teknik seperti ini akan membuat jatuhnya air dari langit terlihat dramatis.

Setelah mendapatkan obyek yang pas, atur kecepatan buka tutup rana (shutter speed). Jika ingin mendapatkan foto butiran air hujan dengan detail, setel shutter speed ke angka 1/1000 detik atau lebih cepat lagi. Jika ingin menjadikan air hujan terlihat blur untuk mendapatkan efek dramatis, maka perlambat shutter speed, yaitu sekitar 1/125 detik.

memotret hujan

Pengaturan shutter speed harus diikuti dengan pengaturan bukaan lensa atau diafragma. Semakin tinggi kecepatan buka tutup rana, maka bukaan lensa harus lebar agar cukup banyak cahaya yang ditangkap oleh sensor atau film di kamera analog.

Simak lima alasan kenapa Anda harus memiliki Panasonic Lumix DC-GH5

Hal sebaliknya berlaku jika kita mengurangi shutter speed. Tujuannya adalah agar tidak terlalu banyak cahaya yang masuk ke dalam sensor yang pada akhirnya akan membuat foto menjadi overexposure.

Atur sensitivitas ISO

Setelah atur shutter speed dan bukaan lensa, kemudian atur ISO atau tingkat sensitivitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi angka ISO maka semakin sensitif sensor kamera terhadap cahaya. Jika memotret hujan di saat langit masih terang, kita bisa mengatur ISO ke angka 800. Jika langit sudah gelap, kita harus menaikkan angka ISO.

memotret hujan

Mengenai kombinasi yang pas untuk kecepatan buka tutup rana, bukaan lensa, dan ISO, tidak ada ukuran yang pasti karena setiap kondisi yang berbeda di sekitar obyek membutuhkan kombinasi yang berbeda. Untuk bisa mengetahui ukurannya, tidak ada cara lain selain sering-sering memotret.

Lagi cari smartphone tangguh yang tahan air? Simak rekomendasi lima smartphone tahan air di sini

Jadi, mumpung sedang hujan kenapa tidak mulai mencoba memotret hujan. Jangan lupa sebarkan hasil jepretannya melalui media sosial agar mendapatkan masukan dan koreksi dari teman-teman.

Selamat mencoba.

0 comments