NOW READING

Tip ‘Hunting’ Foto di Alam Liar

 533
+
 533

Tip ‘Hunting’ Foto di Alam Liar

by The Daily Oktagon
  • Fotografi alam liar atau wildlife photography saat ini sudah menjadi tren tersendiri.
  • Menjadi seorang wildlife photographer tidaklah semudah yang dilihat.
  • Ada beberapa hal yang harus disiapkan untuk menjadi wildlife photographer.

Fotografi alam liar atau wildlife photography saat ini sudah menjadi tren tersendiri bagi orang yang memiliki hobi bertualang dan menyukai tantangan.Menjadi seorang wildlife photographer tidaklah semudah yang dilihat. Seorang fotografer harus berhati-hati dalam mengabadikan berbagai momen yang terjadi di alam liar.

Baca juga : Hobi Fotografi dan Ingin Dapat Pemasukan? Ikuti Tip Berikut Ini

Untuk menjadi seorang wildlife photographer, selain diperlukan keberanian dan fisik yang kuat, diperlukan pula teknik dalam pengambilan gambar dalam jenis fotografi ini. Apa saja yang mesti dipersiapkan untuk menjadi seorang wildlife photographer? Simak ulasan berikut.

Persiapan Fisik

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, seorang wildlife photographer harus memiliki fisik yang prima. Syarat ini diperlukan agar fotografer mampu menghadapi berbagai jenis medan yang sulit, serta cuaca yang ekstrem di lokasi pengambilan gambar.

Menciptakan Ketertarikan

Hal penting yang harus diperhatikan untuk hunting foto alam liar adalah menciptakan sebuah ketertarikan pada alam liar tersebut, petualangan, satwa-satwa yang hidup di alam liar serta lingkungannya. Fotografer harus memahami apa yang terjadi di alam liar dengan instingnya. Ia harus bisa menangkap momen dari setiap peristiwa yang terjadi sehari-hari di alam liar, misalnya keadaan alam, memahami spot terbaik untuk mengamati satwa liar yang waspada, mengintai, kemudian keadaan saling bertarung dan memangsa antarsatwa, dan sebagainya.

Perhatikan Peralatan Foto (Kamera, Lensa, Tripod)

Hal ini mungkin terdengar sangat klise, namun ini sangat penting untuk diperhatikan. Sebelum membidik objek, sang fotografer harus memperhatikan pengaturan kamera serta lensa untuk menangkap momen satwa liar dalam hitungan detik. Di alam liar, momen terbaik hanya bisa ditangkap adalah sekitar 5 sampai 20 detik. Selain itu, fotografer juga bisa menggunakan tripod serta remote control untuk menangkap momen berharga tersebut.

Baca juga : 5 Aksesori Unik Pendukung Fotografi

Riset

Hal mendasar sebelum berburu foto di alam liar, ada baiknya melakukan riset pada lokasi yang dituju. Ini membuat fotografer tidak kebingungan ketika berada di alam sesungguhnya dan foto yang dihasilkan akan memiliki konsep. Selain itu, fotografer juga bisa lebih dulu mempelajari medan pengambilan gambar dan karakteristik hewan liar yang menjadi objeknya.

Mencari Guide yang Tepat

Faktor yang tidak kalah penting adalah mendapatkan guide yang tepat demi kemudahan saat berada di lokasi pengambilan gambar. Mencari guide secara mendadak akan banyak membuat kerugian, sehingga ada baiknya hal ini pun menjadi perhatian fotografer. Jika mendapatkan guide yang tidak suportif, selain tidak banyak bahan diskusi yang dibahas sepanjang perjalanan dan bisa merusak mood, yang lebih fatal adalah perburuan foto bisa berantakan karena guide tidak mahir menentukan lokasi pengambilan foto.

Berani Menggunakan Teknik-Teknik Penyamaran

Agar bisa berada cukup dekat dengan satwa liar, seorang fotografer harus berani menggunakan berbagai teknik penyamaran. Seperti kamuflase, fotografer dapat menggunakan baju dengan warna hutan, misalnya coklat, hitam atau hijau tua. Hal ini dapat menjadi strategi supaya satwa-satwa yang berada di lokasi tidak terganggu dengan kehadiran fotografer. Selain itu, fotografer juga bisa menggunakan teknik merangkak disemak-semak atau mengendap di antara pepohonan.

Baca juga : Lima Hal Penting Dilakukan oleh Fotografer dalam Fotografi Landscape

0 comments