NOW READING

Terbang Bersama Drone Ala DJI Phantom Indonesia

 1555
+
 1555

Terbang Bersama Drone Ala DJI Phantom Indonesia

by The Daily Oktagon

Sumber foto: DJI Phantom Indonesia

  • Komunitas didirikan pada 2014 terlanjur bernama “Phantom” karena pengguna drone mayoritas saat itu memakai drone DJI kategori Phantom.
  • Anggota terbagi ke dalam tiga jenis produk drone yang digunakan, yakni pemula, menengah hingga profesional.
  • Komunitas ini juga ajang belajar anggota agar bisa menerbangkan perangkat dalam navigasi yang terarah.

Dari banyaknya merek drone yang dijual di pasaran, salah satu yang cukup memikat di pasaran adalah DJI. Brand drone ini diklaim cukup laris di banyak negara, salah satunya Indonesia.

DJI sendiri baru saja memasuki pasar Indonesia lewat distributor resmi pada 2016 lalu. Vendor yang berbasis di Shenzhen itu pun memboyong ketiga produk terbarunya, mulai dari Mavic Pro, Osmo Mobile, dan Phantom 4.

Eksistensi DJI di pasar drone Tanah Air tentu tak bisa lepas dari keterikatan komunitasnya sendiri, yaitu DJI Phantom Indonesia. Komunitas tersebut diketahui telah berdiri sejak Mei 2014.

Seperti apa pergerakan DJI Phantom Indonesia sebagai salah satu komunitas drone yang diklaim paling aktif? Simak ulasannya bersama The Daily Oktagon.

Tak Hanya Phantom

Komunitas biasanya memang terbentuk karena kesamaan hobi. Begitu pun dengan DJI Phantom Indonesia. Seperti diungkapkan Aldi Mahdi, salah satu anggota DJI Phantom Indonesia, komunitas tersebut didirikan pada saat penggunaan drone belum terlalu menggaung di Tanah Air.

“Saat itu drone masih terdengar asing. Orang-orang berpikir, perangkat seperti drone sangat mahal, belum lagi biaya perawatannya. Waktu itu di Indonesia sudah ada beberapa yang menggunakan drone untuk hobi. Karena masih sangat jarang, kami bikin fanpage di Facebook dan bertemu satu sama lain,” jelas Aldi.

Aldi menuturkan, komunitas ini memang sengaja dibentuk dengan nama “DJI Phantom” karena pengguna drone mayoritas pada saat itu memakai Phantom. “Itu salah satu lini drone untuk jenis quadcopter dan harganya cukup terjangkau di kelasnya,” ia menerangkan.

Mau tahu bagaimana asyiknya bermain drone di basement? Simak artikel ini

Hingga kini, jumlah anggota di fanpage DJI Phantom Indonesia sudah mencapai lebih dari 14 ribu. Kebanyakan anggota berasal dari usia 18 hingga 45 tahun. Anggotanya pun kini tidak hanya pemakai Phantom

Kategori anggota komunitas ini terbagi ke dalam tiga jenis produk drone yang digunakan, yakni pemula, menengah, hingga profesional. “Kalau kategori anggota pemula itu biasanya memang menggunakan Mavic Pro atau Phantom 3 dan 4, yang menengah hingga profesional pakai Inspire,” paparnya.

Screen Shot 2017-03-10 at 05.18.42

Aldi menyebut, Mavic Pro menjadi salah satu drone favorit untuk saat ini. Selain terbilang baru di pasaran, drone tersebut mengusung desain yang ringkas dan diklaim mudah untuk dioperasikan.

“Meski kamera built in-nya cuma 12MP, Mavic Pro sudah bisa menghasilkan gambar berkualitas oke, juga merekam video berkualitas 4K dan melakukan zoom. Drone itu juga sudah punya banyak fitur seperti 4 sensor anti-tabrak hingga object tracking,” jelas Aldi.

Kumpul Rutin

Dengan semakin populernya drone, maka tak heran jika komunitas ini cukup semangat berkumpul. Aldi mengatakan para anggota komunitas sering mengadakan pertemuan rutin sekali dalam seminggu.

Pertemuan tersebut dilakukan untuk gathering, melakukan workshop, sharing tips fotografi dan videografi, “Tiap minggu itu beretemu sesama anggota regional. Cuma karena komunitas ini anggotanya tidak hanya dari Jakarta saja, kita juga adakan gathering skala nasional, biasanya tiga bulan sekali,” ucap Aldi.

Screen Shot 2017-03-10 at 05.21.34

Selain kegiatan di atas, satu aktivitas yang tentu juga tidak dilewatkan adalah praktik terbang drone bersama. Komunitas ini gemar menggunakan lapangan besar yang jauh dari gedung-gedung untuk berlatih bersama. “Di kegiatan itu kita bisa eksplor, melihat yang bisa di-capture atau direkam. Materialnya ada yang bagus untuk dijadikan konten atau tidak. Nanti akan dievaluasi setelah terbang,” tambahnya.

Hujan sehingga harus bermain drone di dalam ruangan? Simak kiatnya di sini

Mengasah Ilmu Navigasi

Aktivitas praktik terbang bersama juga menjadi kesempatan para anggota untuk mengembangkan kemampuan navigasi mereka. Aldi menjelaskan, Phantom yang kebanyakan digunakan, dapat terbang selama 15 hingga 20 menit dalam sekali terbang dengan jarak hingga 1,6 kilometer dan ketinggian 400 meter.

Tampil di acara TV

Tampil di acara TV

Selama terbang itu tentu tantangan datang. Pengguna drone harus bisa mengambil momen foto atau video dalam waktu yang sedemikian singkat, sekaligus mengatur navigasi dalam waktu yang bersamaan.

“Selain belajar ngambil foto atau merekam video, kami juga belajar mengontrol drone dari remote control. Navigasi itu susah-susah gampang, makanya praktik ini wajib diadakan agar pengguna drone tidak asal pakai kalau lagi terbang,” jelas Aldi.

Simak berbagai ulasan drone terbaru di artikel ini

Menurut Aldi, kebanyakan pengguna drone membeli perangkat tanpa memikirkan tujuannya terlebih dulu. Maka itu, ketika mereka menggunakan drone sendiri tanpa adanya manual atau instruksi profesional, drone yang diterbangkan berisiko dapat membahayakan objek lain.

“Itulah gunanya komunitas ini juga dibentuk, agar dapat mengajarkan anggota dan pengguna drone untuk bisa menerbangkan perangkatnya dalam navigasi yang terarah. Apalagi sekarang banyak pengguna pemula, kita selalu open untuk mengajari mereka menerbangkan drone.” pungkasnya.

Bagi Anda yang mungkin baru saja menyukai atau memang sedang gemar menerbangkan drone, komunitas ini patut dilihat sebagai media untuk mengasah kemampuan dan tentu saja bersosialisasi.

0 comments