NOW READING

Teknologi dan Akses Kesehatan di Indonesia, Sudahkah Mapan?

 221
+
 221

Teknologi dan Akses Kesehatan di Indonesia, Sudahkah Mapan?

by The Daily Oktagon
  • Apakah kesehatan dan teknologi bisa menjadi kolaborasi yang berfaedah? Pasalnya, kesehatan adalah salah satu fasilitas yang paling vital di mata masyarakat.
  • Menurut pendapat pakar, inovasi teknologi pada bidang layanan kesehatan nyatanya benar-benar serius digarap.
  • Penunjang utama lain dari teknologi untuk bidang kesehatan adalah peran Big Data yang seharunya mampu mengoptimalkan strata ekonomi kesehatan di Tanah Air.

Apa yang Anda lakukan ketika jika suhu badan mendadak meninggi? Alih-alih segera pergi ke apotek atau ke dokter untuk berobat, hal awal yang mungkin kita lakukan menggunakan handphone untuk browsing internet, mencari informasi tentang sakit yang diderita, hingga obat yang cocok dikonsumsi.

Tak dapat dimungkiri, teknologi kini memberi andil sebagai instrumen penopang kehidupan. Kolaborasi internet dan perangkat pintar seperti smartphone bisa menjadi sistem pendukung utama yang seolah memberikan ‘nafas’ baru ke sendi kehidupan dan semua jenis industri.

Bukti suksesnya bisa diambil dari transportasi online. Dulu saat era smartphone belum merambah, transportasi online hanyalah mimpi belaka. Tak cuma transportasi, kategori bisnis lain seperti makanan, pengiriman barang, hingga pemesanan tiket pun didigitalisasikan secara agresif. Dalam sekejap, bisnis konvensional berubah cepat menjadi digital.

Tentu, teknologi dalam fase ini memudahkan aktivitas semua orang. Semua hanya perlu dilakukan dalam smartphone dengan satu atau dua kali sentuhan jari. Contohnya sudah bisa Anda baca pada paragraf pertama tadi.

Lantas, bagaimana dengan bidang kesehatan? Berbagai aplikasi kesehatan standar yang sudah ada di smartphone semacam iPhone dan Samsung Galaxy dapat menjadi salah satu indikasi kecil betapa industri kesehatan sudah dianggap menjadi kebutuhan mendasar konsumen.

Lalu, bagaimana perkembangan kolaborasi dunia kesehatan dan teknologi di Tanah Air? Pasalnya, kesehatan adalah salah satu fasilitas yang paling vital di mata masyarakat, sehingga betapa pun skala faedah yang ditimbulkan akibat kolaborasi itu, akan membawa manfaat bagi masyarakat

Adopsi Teknologi dengan Perlahan

Di mata pakar teknologi Heru Sutadi, inovasi teknologi pada bidang layanan kesehatan nyatanya benar-benar serius digarap. Buktinya, dalam ajang Penghargaan Top 25 Public Service Innovation Awards yang dihelat di Jakarta pada 2016, kebanyakan inovasi yang terdaftar berfokus pada kesehatan.

Kepada The Daily Oktagon, pria yang menjabat sebagai Executive Director Indonesia ICT Institute ini mengatakan internet sudah menjadi bagian dari kebutuhan primer masyarakat.

Karenanya, akses internet yang kini relatif cepat di Tanah Air memungkinkan potensi inovasi teknologi di bidang layanan kesehatan.

“Akses (internet) sudah oke, perangkat sudah banyak yang canggih (smartphone dan wearable device), tinggal layanannya saja yang perlu didigitalisasikan lebih banyak,” kata Heru.

Walau demikian, Heru mengaku bahwa teknologi memang sudah diadopsi dengan perlahan di industri kesehatan Tanah Air. Pun begitu, secara geografis pemerataannya belum sempurna. Secara strata ekonomi pun, belum mapan.

Mobile working menjadi tren teknologi masyarakat urban saat ini. Simak ulasannya di sini

Salah satu inovasi sederhana yang kini sudah pelan-pelan digunakan masyarakat adalah layanan konsultasi dokter online (telemedika) berbasis aplikasi dan situs web. Ia menilai, adopsi tersebut tentu menjadi pencapaian yang dramatis di bidang kesehatan.

Telemedika sendiri adalah layanan konsultasi online di mana para dokter bisa melayani konsultasi dan mendiagnosa pasien secara online.

Mereka pun dapat memberikan resep secara langsung sehingga pasien tak perlu lagi bertatap wajah dengan sang dokter.

“Ini juga dapat membantu keterbatasan tenaga medis karena penyebarannya tidak merata di Indonesia. Apalagi, jumlah dokter spesialis di kota-kota kecil tidak banyak,” ujar Heru.

“Karena itu, telemedika bisa membantu pasien yang ingin berkonsultasi secara online dengan dokter di luar kotanya. Akses masyarakat pun otomatis jadi lebih luas,” lanjutnya.

Pertolongan Big Data

Menurut praktisi kesehatan Dr Ari Fahrial Syam, salah satu penunjang utama dari perkembangan teknologi untuk bidang kesehatan di Indonesia adalah peran Big Data (Teknologi yang memungkinan proses pengolahan, penyimpanan dan analisis data dalam beragam bentuk, berjumlah besar dan pertambahan data yang sangat cepat).

Ia menilai, analisa Big Data membantu para dokter menyimpan track record pasien dalam jumlah besar secara virtual. Big Data pun mampu mengoptimalkan strata ekonomi kesehatan di Tanah Air.

“Dengan Big Data, ongkos fasilitas bisa dipangkas. Data bisa disimpan dengan baik tanpa ada masalah,” kata Dr Ari.

Berbekal IoT (Internet of Things) dan Big Data Analytics, sistem tracking dan penyimpanan dokumen virtual pun jadi lebih praktis dan terorganisir. Walau demikian, untuk bisa mengadopsi Big Data secara utuh, para praktisi kesehatan harus berbenah banyak.

Teknologi pun sudah membantu ibadah. Baca artikel tentang “kolaborasi” keduanya di sini

“Pertama, catatan medis pasien harus didigitalisasikan. Walau sudah dilakukan perawat dan petugas kesehatan, data yang disimpan harus masuk dalam protokol standar,” sebutnya.

Tak cuma itu, ia juga menjelaskan bahwa data yang disimpan harus diproteksi dengan penyimpanan data dan backup dengan sistem cloud. Arsip yang disimpan pun harus dicek secara rutin agar dapat tetap terjaga.

“Jejak rekam medis pasien tentu sangat banyak. Bisa dibayangkan, berapa banyak data mereka yang harus disimpan secara manual? Karena itu, Big Data harus mengambil peran lebih di kesehatan. Karena itu, industri ini harus bisa menyelesaikan proses konvensional yang semrawut dan lebih terbuka pada teknologi serta Big Data. Semua pasti akan lebih mudah,” pungkasnya.

Masa depan masyarakat dengan akses kesehatan yang memadai adalah kebutuhan yang sudah tidak bisa ditawar lagi. Dengan bantuan teknologi, penyediaan akses tersebut pun diharapkan bisa segera terpenuhi.

0 comments