NOW READING

Tantangan Indonesia Merdeka di Bidang Teknologi: Pemerataan

 1426
+
 1426

Tantangan Indonesia Merdeka di Bidang Teknologi: Pemerataan

by The Daily Oktagon
  • Hari Raya Kemerdekaan menjadi momen tepat untuk refleksi dan menguatkan harapan tentang perkembangan adopsi teknologi dalam keseharian masyarakat di Indonesia.
  • Beberapa pelaku berbagi pandangan tentang apa yang mungkin terjadi jika adopsi itu berlangsung secara merata; yang jelas Indonesia makin kuat dan berdaya.
  • Tak hanya kualitas dan taraf hidup makin membaik, inovasi pun kian berkembang dan potensial berimbas pada pertumbuhan ekonomi.

Agustus selalu menjadi bulan spesial di Tanah Air, di mana Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan tepat pada tanggal 17. Meski sudah lewat, momen Kemerdekaan masih begitu terasa.

Semangat nasionalisme pun kian tergugah usai Liliyana Natsir dan Tontowi Yahya menggondol medali emas di Olimpiade 2016 di Brasil pekan lalu.

Dan Indonesia sebetulnya tak hanya mampu berjaya lewat cabang olahraga. Generasi muda kita pun berdaya mengharumkan nama bangsa lewat produk teknologi yang mereka kembangkan.

Sebut saja Khoirul Anwar, penyempurna teknologi 4G dan Nadiem Makariem, pendiri Go-Jek. Tentu saja, selain dua tokoh itu, masih banyak anak Bangsa lainnya yang mampu mendongkrak batas ketidakmampuan Indonesia di bidang teknologi.

Baca juga pandangan Alamanda Santoso, pengelola divisi People’s Journey di Go-Jek, tentang arti kesuksesan

Peran krusial yang membuat adopsi teknologi di Tanah Air kita meluas dan meresap ke dalam gaya hidup dan keseharian masyarakat; tak hanya mereka yang di kota-kota besar, tapi juga mulai meluas menjangkau mereka yang hidup di area rural atau pedesaan, meski memang pemerataan masih jadi tantangan.

Seperti apa pandangan dan harapan para pelaku industri teknologi atau bidang teknologi komunikasi tentang adopsi gaya hidup digital di Tanah Air?

Berikut ini tanggapan yang The Daily Oktagon kumpulkan tentang hal tersebut.


Adita Irawati

Head of Corporate Communication Telkomsel

“Kita harus memerdekakan diri dari isolusi komunikasi.”

Saat ini Telkomsel masih tetap berpegang pada satu semangat, yakni memerdekakan diri dari isolasi komunikasi.

Secara geografis, Indonesia itu sangat luas sekali. Pembangunan jaringan di wilayah perbatasan adalah salah satu upaya kami untuk mewujudkan hal di atas.

Adita Irawati telkomsel teknologi

Selain ketersediaan akses, kami juga terus mengembangkan platform untuk menghadirkan konten digital untuk masyarakat. Artinya, kami tidak ingin menyediakan konektivitas saja, tapi juga konten yang dapat mendukung masyarakat dalam kehidupannya sehari-hari.


Doni Ismanto Darwin

Pemerhati ICT dan Pendiri Indotelko.com

“Mengisi ‘kemerdekaan’ digital dengan membangun aplikasi dan perangkat yang mendorong produktivitas.”

Saat ini negara dan pelaku usaha tengah berjuang memerdekakan Indonesia secara digital dengan membangun konektivitas di seluruh Indonesia.

Meski katakanlah infrastruktur kian merata, itu baru tahap proklamasi merdeka. Setelah itu apa? Mengisi “kemerdekaan” digital dengan membangun aplikasi dan perangkat yang mendorong produktivitas dan memberikan solusi kehidupan.

Misal, bagaimana teknologi menjadikan Kerupuk Kulit Padang bisa goes digital lewat marketplace? Atau bagaimana masyarakat Papua dapat menikmati Bantuan Sosial lewat ponselnya.

Jika semua ekosistem ini jalan, kita baru bisa menyatakan kalau Indonesia merdeka secara digital.

Simak pula ulasan tentang kesiapan Indonesia menyambut teknologi smart home


Rama Mamuaya

Founder & Chief Executive DailySocial.id

“Akses informasi bisa menjadi pendorong peningkatan taraf hidup bagi rakyat Indonesia.”

Saya percaya teknologi bisa membantu kita menyelesaikan banyak permasalahan; mulai dari beragam isu sosial, profesional, hingga bernegara.

Teknologi mendorong transparansi dan akuntabilitas. Mulai dari pemerintah (e-government, smart city, dll.), hingga startup, ecommerce, sampai ke konsumen digital yang kian aktif di dunia digital.

rama mamuaya dailysocial teknologi

Sumber foto: techno.id/Indah Pertiwi

Harapan saya ke depannya, teknologi bisa makin jadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, merata dan terdistribusi dengan baik. Karena akses ke informasi (lewat internet) bisa jadi pendorong untuk masyarakat Indonesia meningkatkan kualitas dan taraf hidup sehari-hari.


Wirjadi Lorens

Founder Oktagon

“Adopsi teknologi diperlukan agar bangsa Indonesia dapat menciptakan sesuatu.”

Saat ini, memang adopsi teknologi belum merata di semua lapisan masyarakat.

Nah, kemerdekaan ini diharapkan menjadi momen masyarakat bisa mengadopsi teknologi lebih luas lagi; dan kelak bukan hanya menjadi pengonsumsi saja, paling tidak itu untuk tahap awalnya.

wirjadi lorens

Jika bangsa ini belum mengadopsi teknologi secara merata, kita akan mengalami kesulitan untuk memproduksi atau menghasilkan sesuatu yang bermakna.

Jika sekarang smartphone sudah bisa diproduksi di Indonesia, dalam beberapa tahun ke depan, kita mesti sudah siap membuat wearable device.


Pradipta Nugrahanto

Editor-in-Chief Tech in Asia Indonesia

“Kehadiran produk-produk teknologi baru juga membuka peluang bisnis dan lapangan pekerjaan.”

Teknologi digital, baik berupa software atau hardware, ibarat dua sisi mata pedang.

Pertama mempermudah segala urusan, contoh pesan ojek, cari taksi, bahkan belanja gas, dan air minum dalam galon.

Kedua, teknologi berpotensi menciptakan ketergantungan dengan produk-produk tersebut. Bahkan dalam kondisi tertentu, berpotensi menimbulkan kemalasan.

Terlepas dari pro dan kontra tersebut, kehadiran produk-produk teknologi baru juga membuka peluang bisnis dan lapangan pekerjaan.

Secara tidak langsung kondisi ini juga akan berimbas pada kesuksesan vendor produk teknologi lainnya (smartphone, wearables, dan lainnya.)

Ikuti pula bahasan tentang arah Indonesia untuk berdikari di era digital


Iskandar

Editor Teknologi Liputan6.com

“Internet dapat mendukung pekerjaan jurnalis di manapun dan kapanpun.”

Di masa depan, Indonesia harus terbebas dari isu internet lemot. Koneksi mesti makin cepat dan stabil. Di Ibukota saat ini, akses internet 4G memang sudah bisa dinikmati, namun tidak stabil dan hanya tersedia di titik-titik tertentu saja.

Dengan dukungan internet, tiap orang bisa menciptakan dan menghasilkan sesuatu. Misal, internet dapat mendukung pekerjaan jurnalis di manapun dan kapanpun.

iskandar liputan6 editor teknologi

Lewat smartphone misalnya, mereka bisa lebih cepat mengirim berita berupa teks, foto, dan video dengan kualitas dan resolusi tinggi secara cepat, bahkan real-time.


Begitulah sekilas pandangan dari beberapa figur yang berkecimpung atau dekat dengan dunia teknologi. Meski mereka menyampaikan pandangannya secara terpisah, ada benang merah harapan yang senada.

Mereka semua berharap adopsi teknologi di Indonesia kian merata, dengan kualitas yang berangsur makin baik pula.

Kini, penggunaan teknologi dan internet di Indonesia kerap menunjukkan catatan mengagumkan, tapi itu hanya lazim di kota-kota besar saja; sehingga belum maksimal menunjukkan hasil nyata pada peningkatan kualitas dan taraf hidup sehari-hari orang Indonesia.

Jika teknologi dan gaya hidup digital sudah merata kualitasnya, pengembangan tentang apa yang bisa dilakukan dengan teknologi digital pun jadi lebih mudah dilakukan.

Mulai dari peningkatan interaksi komunikasi sampai inovasi yang kemudian makin terlihat nyata kontribusinya pada perekonomian Indonesia.

Tugas mengusahakan adopsi teknologi yang merata ini jadi urusan semua pihak, termasuk kita.

Bisa lewat berkarya melalui berbagai perangkat teknologi dan aplikasi yang tersedia; berbagi solusi untuk beragam persoalan dalam kehidupan sehari-hari lewat internet agar makin banyak orang Indonesia tertarik menjadikannya bagian dari keseharian; bahkan menawarkan produk atau aplikasi untuk mendukung misi bersama ini.

Setuju?

Baca juga tentang tren teknologi di dunia bisnis, dan bagaimana menghadapinya?

0 comments