NOW READING

Syar’i Lifestyle Gunakan Teknologi untuk tren Hijab Fashionable

 223
+
 223

Syar’i Lifestyle Gunakan Teknologi untuk tren Hijab Fashionable

by The Daily Oktagon
  • Syar’i Lifestyle atau SLS, adalah komunitas fashion muslimah yang berani mendobrak imej bahwa gaya berpakaian muslimah itu tak bisa tampil modern dan stylish.
  • Meski benang merahnya di fashion, anggota komunitas diperbolehkan untuk berbagi ilmu kreatif agar semua bisa merasakan hal-hal yang berbeda.
  • Penggunaan teknologi seperti media sosial dan berbagai gadget pun menjadi salah satu cara mempopulerkan gaya hidup ala komunitas ini.

Anda sudah baca artikel kami yang membicarakan soal hubungan simbiosis mutualisme teknologi dan fashion? Dari artikel ini, kita tentu semakin paham bahwa kedua dunia ini sudah erat bersinggungan.

Maka tak heran pula jika saat ini semakin banyak komunitas fashion yang berkiprah dengan dukungan teknologi. Adalah Syar’i Lifestyle atau SLS, komunitas fashion muslimah yang berani mendobrak imej bahwa gaya berpakaian sesuai dengan ketentuan agama (Syar’i) itu tak bisa tampil modern dan stylish.

Komunitas ini, justru ingin membawa imej syar’i justru bisa dipadupadankan dengan modernisme, termasuk penggunaan kemajuan teknologi. Komunitas yang dibentuk pada Agustus 2015 ini, didirikan oleh fashion designer Fitri Aulia dan Dian Marina.

Kepada The Daily Oktagon, mereka berbagi cerita terkait terbentuknya Syar’i Lifestyle dan visi misi komunitas ini dalam merangkul kaum muslimah untuk menggeluti tren fashion syar’i di Tanah Air.

Ekspresi Media Sosial

Fitri mengatakan, awal terbentuknya Syar’i Lifestyle karena dirinya punya kesamaan hobi dan visi misi dengan Dian.

Pemilik butik fashion muslimah Kivits ini ingin memecah stigma masyarakat terkait kurangnya pemahaman soal gaya hidup syar’i. “Sekarang kita lihat, banyak sekali wanita berhijab tetapi gaya pemakaiannya tidak sesuai dengan aturan. Padahal, bisa kok berhijab syar’i tapi tetap fashionable,” ujar Fitri.

Fitri menambahkan, gaya berpakaian syar’i tetap bisa modern tanpa harus menghilangkan syariat yang ditetapkan. “Kami pun ingin mengajak semua orang untuk belajar mengimplementasikan nilai syariat pada semua aspek gaya hidup,” tambahnya.

Fitri tidak menampik bahwa seluruh aspek gaya hidup yang dimaksud, termasuk pada implementasi teknologi ke dalam komunitas.

Fitri mengaku tidak bisa lepas dari teknologi, dan melihat penggunaan media sosial menjadi wadah penyalur terkuat yang bisa menyatukan anggota komunitasnya saat ini. “Mungkin tanpa ini (media sosial), Syar’i Lifestyle tidak akan bisa menjamah anggota-anggota di luar Jakarta. Lewat teknologi, para anggota pun bisa berbagi ilmu ” jelas Fitri.

Bagaimana dinamisnya penggunaan media sosial saat ini? Intip artikel ini, yuk!

Blog untuk Semua

Adaptasi teknologi juga ditempuh dengan mengaktifkan blog komunitas, yang memungkinkan seluruh anggota bisa menjadi kontributor dan menulis artikel sesuka mereka. “Mau itu tips fashion, gaya hidup, atau resep masakan, ntinya, kita ingin Syar’i Lifestyle itu benar-benar jadi wadah berbagi kreativitas,” terang Dian.

syari

Aktifnya blog komunitas tidak terlepas dari ragam divisi yang dimiliki komunitas ini. Ada empat divisi yang sampai sekarang dimiliki SLS yaitu Skin Care/Make Up, Fashion, Career, dan Parenting and Marriage. “Divisi-divisi ini lebih aktif secara online via blog, dengan juga men-share berbagai artikel,” imbuh Fitri.

Untuk mendukung kegiatan menulis di blog ini, berbagai kegiatan offline pun digelar. Mereka misalnya mengaku baru saja mengadakan workshop khusus “Writing and Photography for Social Media (Blog and Instagram)” yang juga merupakan kerjasama dengan HIJUP, sebuah e-commerce busana Islami yang tengah naik daun.

Simak profil komunitas pencinta kamera mirrorless, Fujiguys di artikel ini.

Penguasaan Gadget

Tak hanya sebatas penggunaan dan penguasaan platform teknologi, SLS juga bergerak maju dengan workshop fotografi makanan dan fashion. Dalam ajang ini, para anggota diperkenankan untuk belajar fotografi dengan perangkat yang mereka miliki.

“Ada yang bawa kamera profesional seperti DSLR, ada juga yang pakai smartphone. Kami bebaskan mereka berekspresi dengan teknologi. Dalam workshop semacam ini, harus diakui peran perangkat teknologi seperti kamera benar-benar sangat membantu,” lanjut Dian.

Fitri sendiri mengungkap, sering menggunakan kamera mirrorless dalam kegiatan sehari-hari. Adapun kamera mirrorless favoritnya adalah Canon EOS M6. “EOS M6 biasanya digunakan untuk mengabadikan momen kumpul-kumpul komunitas. Mudah dipakai karena bentuknya compact dan ringan,” kata Fitri.

Dengan berbagai aktivitas online dan offline, dan tentu saja misi dan visi yang mereka sandang, tak heran jika SLS menarik minat banyak orang. Untuk saat ini, Syar’i Lifestyle telah memiliki lebih dari 1.000 anggota terdaftar dari seluruh Indonesia. Sementara akun Instagram @syarilifestyle telah mengantongi lebih dari 10.000 pengikut.

Jika Anda termasuk salah satu yang menyukai fashion muslimah syar’i, tetapi tetap ingin stylish, tak ada salahnya bergabung dengan komunitas ini.

Baca juga: Biily Tjong, Desainer Fashion Ternama yang Kepincut Fotografi

0 comments