NOW READING

Switch, Nostalgia Nintendo dengan Console Baru

 1056
+
 1056

Switch, Nostalgia Nintendo dengan Console Baru

by The Daily Oktagon
  • Switch adalah konsol game pertama di dunia yang mengusung konsep hybrid, sebagai konsol rumahan (dinyalakan di TV), atau dengan cara handheld.
  • Pengalaman unboxing Switch dipenuhi aura nostalgia. Pasalnya, aksen kotak kemasan konsol ini benar-benar memiliki gaya Nintendo pada umumnya, salah satu ukuran kotak kemasan yang begitu besar.
  • Desainnya versatil. Untuk memainkan secara portabel, tinggal pasang joycon. Jika ingin memainkannya di TV, tinggal pasang layar Switch ke docking.

Kiprah Nintendo di industri game dunia memang sudah tak diragukan lagi. Meski begitu, terlepas dari kemahsyurannya sebagai ‘raksasa’ industri game dunia, peruntungan Nintendo di lini konsol ternyata tidak semujur yang dibayangkan.

Semakin ke sini, angka penjualan konsol perusahaan gaming asal Jepang itu terus merosot. Akibatnya, peruntungan Nintendo dipertaruhkan.

Nintendo Wii U, ambil contoh, konsol ini malah mendapatkan animo yang kurang besar dari pasar. Akibatnya, Nintendo kini kalah saing dengan Sony (PlayStation) dan Microsoft (Xbox).

Jika dihitung, cuma ada beberapa konsol Nintendo yang mampu mencetak rekor hits seperti Nintendo Entertainment System (NES), Super Nintendo, Nintendo 64, GameBoy, Nintendo Gamecube, dan Wii.

Ibarat tak ingin bermuram durja dengan lesunya penjualan Wii U, Nintendo akhirnya kembali menggebrak persaingan konsol rumahan dengan menghadirkan produk terbarunya, yaitu Nintendo Switch.

Diumumkan pada awal 2017 lalu, Switch adalah konsol pertama di dunia yang mengusung konsep hybrid. Jadi, pemain bisa menggunakannya sebagai konsol rumahan (bisa dinyalakan di TV), atau juga membawanya sebagai konsol portabel (dimainkan dengan cara handheld layaknya PS Vita atau Nintendo 3DS).

Kehadiran Switch di jagat gaming cukup mendapat respon positif. Bahkan, konsol itu diklaim laris terjual 1,5 juta unit dalam waktu seminggu sesaat setelah baru saja resmi dirilis. Tak berlebihan jika menyebut Nintendo menaruh harapan tinggi ke konsol yang identik dengan warna abu-abu gelap ini.

Nah, kali ini The Daily Oktagon berkesempatan untuk melihat apa isi dari Nintendo Switch. Unboxing Nintendo Switch yang kami lakukan adalah konsol yang dijual langsung di Indonesia. Di sini, Switch dijual di taraf harga sekitar Rp 5,7 hingga 6 jutaan.

Kesan Pertama Penuh Nostalgia

Saat pertama kali memegang kotak kemasan Nintendo Switch, kami merasakan nostalgia yang cukup kuat akan kotak penjualan konsol Nintendo lawas.

Mau bernostalgia dengan game console lawas yang lain? Simak artikel ini

Aksen kotak kemasan konsol ini benar-benar memiliki gaya Nintendo yang khas pada umumnya. Salah satu yang paling kentara terlihat adalah ukuran kotak kemasan yang begitu besar. Meski besar, kotak masih bisa dipegang dengan satu tangan dan tetap terasa praktis.

Sekadar informasi, unit Nintendo Switch umumnya berwarna abu-abu. Pengguna perlu membeli aksesori tambahan untuk menutup tombol joycon.

Di dalam kotak kemasan, ada 1 unit layar Nintendo Switch, docking konsol yang bisa dihubungkan ke TV via kabel HDMI, kontroler joycon kanan dan kiri (beserta strap-nya), joycon grip, kabel power USB type-C, dan kabel HDMI. Tak lupa disertai satu set buku manual.

Penataan ruang yang menempatkan masing-masing perangkat benar-benar diperhatikan Nintendo. Tidak ada yang terlalu lebar, namun juga tidak ada yang terlalu sempit. Semua diletakkan dengan rapih dan sesuai.

Desain Hybrid Multifungsi

Karena mengusung desain hybrid, Nintendo Switch bisa berperan dalam dua fungsi yang versatil: yang pertama fungsi konsol portabel, di mana kontroler joycon bisa dibongkar pasang dengan layar Nintendo Switch. Saat joycon kiri dan kanan tergabung pada layar, Nintendo Switch bisa langsung dimainkan secara portabel.

Yang kedua adalah fungsi konsol rumahan, saat joycon dilepas dari layar, pemain bisa meletakkan layar di docking dan menyalakannya via TV. Mereka dapat mengontrol permainan lewat joycon yang sudah dipisah.

Secara desain, layar Nintendo Switch kami anggap cukup mengakomodir kebutuhan pengguna. Bentuknya ala tablet dengan ukuran 6,2 inci.

Di pinggiran layar, bezel dibuat lebar sehingga membuat jarak di antara sisi kanan dan sisi kiri. Untuk urusan kualitas layar juga cukup tajam, ia dapat menampilkan gambar dalam resolusi 720p (1280 x 720 pixel) dan juga dapat berfungsis ebagai layar sentuh.

Saat ia dimainkan lewat TV via docking, resolusi layar otomatis akan meningkat jadi 1080p.

Jika ditilik lebih detail, layar Nintendo Switch yang berperan sebagai perangkat inti mengusung sejumlah tombol. Penataan tombol juga kami nilai tidak terlalu berlebihan dan tidak membingungkan pemain.

Di bagian kiri atas layar, ada dua tombol utama yaitu Power dan Volume, sedangkan di bagian kanan atas layar ada lubang headphone jack 3.5mm, speaker dan slot cartridge game. Di bagian tengah bawah layar terdapat port charging Type-C.

Dan pada bagian belakang layar, pemain juga bisa membuka tray kickstand khusus untuk meletakkan konsol di meja.

Fitur ini cukup memudahkan pemain yang ingin memainkan Switch secara tabletop di tempat ramai bersama teman-teman, mengingat salah satu game-nya, 1-2-Switch juga menghadirkan fitur multiplayer yang bisa dimainkan beramai-ramai.

Bicara game, komunitas ini menjunjung tinggi penggunaan game orisinal

Bukan Material Sembarangan

Desain kontroler joycon juga dikemas Nintendo begitu ringkas. Untuk joycon bagian kiri, terdapat tombol navigasi yang mengatur arah (atas, bawah, kiri, dan kanan).

Sementara, joycon bagian kanan memiliki tombol akses X, A, B, dan Y. Keduanya dilengkapi tombol analog yang juga berfungsi sebagai navigasi.

Saat ingin memainkan Switch di TV, pemain bisa menggabungkan keduanya ke joycon grip sehingga lebih memudahkan kontrol. Sekadar informasi, joycon juga memiliki sejumlah sensor, ia memiliki kamera infrared dan sensor NFC untuk membaca data dari perangkat Amiibo.

Meski ringan, material yang membalut konsol tentu bukan material sembarangan. Nintendo mengemas konsolnya ini dengan material doft yang terasa halus dan tidak menganggu suasana bermain.

Ingin membuat video walkthrough game untuk diunggah di Youtube? Lihat caranya di sini 

Saat bermain dengan tangan berkeringat pun, tak jadi masalah. Secara keseluruhan desain Switch yang ergonomis juga jadi nilai lebih karena Nintendo betul-betul memahami pengalaman bermain yang tak hanya didukung dari game, namun juga dari desain konsolnya sendiri.

Secara keseluruhan, Nintendo Switch tampil manis dan praktis dalam kotak kemasan yang besar. Nintendo mungkin tetap ingin bermain dengan tema nostalgia, agar tetap memberikan pengalaman yang berbeda bagi pemain saat pertama kali menjajal Switch.

Dan tak perlu bingung untuk mencari produk ini dengan harga istimewa, Oktagon memberikan harga khusus Switch di kisaran Rp 5,5 juta saja, dan Anda sudah dapat merasakan pengalaman bermain game yang berbeda!

0 comments