NOW READING

Susah Back on Track Setelah Liburan? Ternyata Ini Penyebabnya!

 158
+
 158

Susah Back on Track Setelah Liburan? Ternyata Ini Penyebabnya!

by The Daily Oktagon
  • Riset menyebutkan bahwa liburan selama dua minggu mempengaruhi metabolisme dan massa otot.
  • Kiat-kita untuk mengembalikan tubuh dan stamina agar aktivitas sehari-hari kembali optimal.
  • Kesehatan seseorang dapat dicek perkembangannya dengan menggunakan perangkat-perangkat pintar tertentu.

Apa yang ada dalam benak saat mendengar kata liburan? Mungkin yang akan langsung terbayang adalah aktivitas-aktivitas menyenangkan atau kegiatan bersantai sepanjang hari. Selesai liburan tentu diharapkan fisik kembali bugar dan mental kembali segar. Sayangnya, pascaliburan panjang justru banyak orang yang malah menjadi malas dan merasa tak bugar. Begitu susahnyakah back on track setelah liburan panjang? Ternyata ada alasannya.

Suatu studi yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Liverpool University menemukan bahwa dewasa muda mengalami perubahan massa otot dan metabolisme karena berlibur selama dua minggu. Selain berlibur, bisa dikatakan juga para partisipan tersebut diminta hanya bermalas-malasan.

Buka tautan ini untuk melihat bagaimana teknologi bermanfaat dalam mengembalikan semangat kerja.

Penelitian yang dilakukan terhadap 28 orang dewasa muda dengan kisaran usia sekitar 25 tahun ini meminta mereka mengurangi aktivitas gerak hingga 80 persen. Salah satunya adalah mengurangi 10.000 langkah yang dilakukan setiap hari menjadi hanya 1.500 langkah. Hasilnya? Setelah dua minggu, mereka kehilangan hampir sepertiga kilogram otot dan lingkar pinggang melebar hampir 1 cm. Mereka juga mengalami peningkatan lemak hati dan kolesterol jahat. Saat kembali setelah liburan, mereka tak bisa mengembalikan kebugaran dalam waktu dua minggu dan malah merasa tidak segar dan tidak bugar.

Berkaca pada studi tersebut, beberapa gadget berikut bisa membantu mengembalikan kebugaran pascaliburan. Back on track pun bisa lebih cepat!

 

Foto: Shutterstock.com

Gadget Meditasi

Berbentuk headband, gadget ini dilengkapi dengan tujuh sensor EEG (electroencephalography). Alat canggih ini bisa memonitor aktivitas otak selama meditasi dan mengirimkan datanya ke smartphone atau gadget lainnya via Bluetooth. Headband bermerek Muse ini dirancang untuk membantu mengendalikan dan menurunkan tingkat stres karena memberikan ketenangan dan kedamaian dalam otak. Muse juga bisa memotivasi penggunanya untuk rutin bermeditasi.

Pendeteksi Kesehatan Otak

Jika Muse tadi berbentuk headband, Emotiv Insight berwujud headset nirkabel yang didesain untuk mendeteksi kesehatan otak serta analisis kesehatan kognitif lainnya. Gadget ini mendeteksi gelombang otak dengan serangkaian sensor dan datanya bisa dikirimkan ke smartphone. Data tersebut bisa digunakan untuk meningkatkan perhatian, fokus, minat, antusiasme, rileks, serta menurunkan tingkat stres. Emotiv Insight juga bisa memberi tahu hari-hari dimana kita lebih produktif.

 

Foto: Shutterstock.com

Pelacak Kesehatan

Ingin cepat kembali bugar dan segar pascaliburan? Kondisi dan sejauh mana usaha yang sudah dilakukan bisa dilacak dengan Angel. Berbentuk seperti smartwatch, Angel tidak hanya bisa berfungsi sebagai Workout Tracker yang mengetahui kebugaran tubuh, tapi juga menganalisis kualitas tidur, serta mendeteksi detak jantung yang tak normal. Untuk kaum hawa, Angel malah bisa digunakan sebagai sensor temperatur untuk deteksi masa ovulasi dan sensor suhu tubuh jika si kecil demam. Ingin kembali aktif bermain golf dan lari pascaliburan? Ada fitur Golf Trainer dan Marathoner.

Mengecek Kebersihan Udara

Setelah berada cukup lama di tempat berlibur dengan udara yang bersih dan segar, kembali ke kota besar, terutama Jakarta mungkin agak membuat tubuh kaget. Udara yang lebih kotor, misalnya. Sebuah gadget bernama Air.Air! bisa digunakan untuk mengukur kualitas udara yang dihirup. Alat ini juga bisa mendeteksi partikel di udara, sisa residu asap rokok dan uap yang dihasilkan jamur. Terhubung dengan aplikasi, pengguna Air.Air! bisa mengatur alarm untuk memperingatkan jika kualitas udara terlalu buruk.

Siap kembali back on track?

Artikel ini membahas aspek teknologi dalam perkembangan akses kesehatan di Indonesia.‚Äč

0 comments