NOW READING

Survei: Ternyata Ayah Punya Andil Besar Terhadap Anak Pecandu Gadget!

 1077
+
 1077

Survei: Ternyata Ayah Punya Andil Besar Terhadap Anak Pecandu Gadget!

by The Daily Oktagon

Fenomena mengandalkan gadget tak hanya terjadi pada orang dewasa, anak-anak pun mengalami hal yang sama.

Perhatikan saja sekeliling Anda sangat berada di ruang publik. Sebutlah mal atau restoran, lalu hitung berapa jumlah anak yang tampak sedang asyik bermain dengan gadget-nya. Entah smartphone ataupun tablet. Tak hanya anak berusia remaja, bahkan anak SD atau malah belum sekolah seringkali tak bisa lepas dari gadget dalam genggamannya.

Foto: Shutterstock.com

Ayah Lebih Murah Hati

Ada sebuah fakta menarik dari data perusahaan sekuritas multinasional di Rusia yang fokus pada cybersecurity dan antivirus, Kaspersky Lab. Data tersebut menyatakan bahwa jumlah para ayah yang memberikan smartphone atau tablet kepada anak sebelum berusia setahun, ternyata jumlahnya minimal dua kali lipat dari para ibu yang melakukan hal serupa.

Pengenalan yang sangat dini itulah yang membuat anak sudah terbiasa terpapar gadget. Penelitian yang dilakukan terhadap 12.355 anak muda berusia 16 tahun ke atas ini disurvei dari 26 negara pada 2016 lalu, termasuk juga negara Uni Emirat Arab.

Para ayah tersebut disinyalir juga merupakan pengguna tetap internet. Dua pertiga ayah yang menjadi peserta survei mendeskripsikan bahwa situs-situs internet bukan hal yang buruk bagi dirinya dan anak-anaknya.

Selain itu, berbeda dengan para ibu, para ayah tersebut juga meyakini bahwa internet memiliki efek positif terhadap anak-anak. Baik itu untuk fisik, mental, kinerja anak di sekolah, profesi anak pada masa depan, hingga kehidupan secara keseluruhan.

Ini bisa dilihat dari sekitar 45 persen ayah yang berpikir bahwa anak-anak bisa menjadi lebih sukses dan merasa nyaman dengan teman-teman mereka karena internet. Sedangkan 29 persen ayah yakin bahwa situs-situs di internet membuat anak-anaknya lebih rapi dalam mengatur waktu mereka.

Para ayah juga punya ciri khas dalam membeli gadget. Ayah-ayah ini ternyata suka membelikan gadget –misalnya tablet atau smartphone– agar anak tidak diperlakukan secara berbeda dari kelompoknya. Selain itu, para ayah juga yakin bahwa anak-anak masa kini harus tahu cara menggunakan peralatan digital. Data bahkan menyebutkan bahwa para ayah membelikan anak-anaknya tablet lantaran pemikiran tersebut.

Foto: Shutterstock.com

Siasati Penggunaan Gadget

Dari semua data mengenai betapa para ayah dengan cepat bisa menularkan hobinya akan gadget kepada anak, menurut David Emm, peneliti senior di Kaspersky, ayah tidak lantas lepas tanggung jawab.

“Ayah dan ibu ingin menjaga anak-anak dari segala ancaman, real atau virtual. Mereka juga punya kekhawatiran bahwa kesenangan yang ditawarkan akan punya efek negatif pada anak. Jadi para ayah dan ibu ini harus mengajarkan anak cara menjelajah internet dengan aman dan mengoptimalkan penggunaan gadget untuk keseharian,” ujar Emm. 

Survei Kaspersky sendiri menyebutkan bahwa sekitar 86 persen ayah memasang software pelindung pada PC, 77 persen pada smartphone, dan 63 persen meng-install anti-malware pada tablet. Sebagai ayah yang peduli, Anda bisa memasang perangkat lunak yang memberikan batasan akses internet pada gadget yang sering digunakan anak.

Sedikit bocoran, berbagai software atau apps seperti Net Nanny, CyberPatrol, Qustodio Free, Spytech SpyAgent bisa dipertimbangkan untuk dipasang. Piranti lunak tersebut bisa mengontrol aktivitas anak saat menggunakan internet dengan fitur yang memungkinkan orangtua memblok situs atau program tertentu pada gadget.

Jadi untuk para ayah, menularkan hobi ke anak agar tech savvy boleh saja, asal tahu cara bijaknya!

0 comments