NOW READING

Studi: Liburan Bermanfaat untuk Detoks Otak Terhadap Gadget

 575
+
 575

Studi: Liburan Bermanfaat untuk Detoks Otak Terhadap Gadget

by The Daily Oktagon
  • Frekuensi penggunaan gadget pada setiap individu cukup bervariasi, mulai dari sebatas alat bantu kerja, hingga pada tahap yang cenderung mengarah ke keterikatan.
  • Upaya mengistirahatkan gadget dapat juga dipandang sebagai mengistirahatkan diri dari paparan arus informasi yang bertubi-tubi.
  • Riset menunjukkan bahwa untuk mengembalikan daya fokus, detoksifikasi digital merupakan cara yang cukup ampuh.

Jika ditanya mana yang lebih membuat panik antara ketinggalan dompet atau ketinggalan gadget atau smartphone, apa jawaban yang akan terlontar?

Jika jawaban Anda adalah gadget atau smartphone, selamat bergabung dengan yang lainnya! Mengapa? Takut ketinggalan informasi pentingkah? Studi yang dilakukan oleh University of California, San Diego, memang menyatakan bahwa kini rata-rata orang terpapar dan mengonsumsi informasi tiga kali lipat lebih banyak daripada orang-orang yang hidup di era 1960-an. New York Times juga melaporkan bahwa rata-rata pengguna komputer mengecek 40 situs setiap hari dan bisa mengganti program hingga 36 kali dalam satu jam.

 

Foto: Shutterstock.com

Sebegitu pentingnyakah gadget dalam hidup seseorang, atau memang Anda sudah tergolong kecanduan? Mungkin Anda hanya butuh liburan yang berkualitas. Mengapa liburan? Suatu studi menemukan bahwa otak akan lebih rileks pasca liburan, dengan catatan, Anda beristirahat sejenak dari penggunaan gadget.

Sebuah riset unik dilakukan oleh lima orang ilmuwan pakar otak alias neuroscientist. Adalah David Strayer, profesor psikologi di University of Utah yang memprakarsai riset yang dikemas dalam bentuk aktivitas outdoor ini. Strayer melakukan riset bersama dengan profesor psikologi lainnya, yakni Todd Bravera dari Washington University di St. Louis, Paul Atchley, profesor di University of Kansas, Steven Yantis, kepala departemen kajian otak dan psikologi di Johns Hopkins, serta Art Kramer, profesor dari University of Illinois.

Selama seminggu, para ilmuwan tersebut berlibur ke pedalaman Utah untuk rafting, kemping dan hiking. Di tempat terpencil tersebut, sinyal pun tak ada sehingga ponsel dan gadget lainnya tak bisa berfungsi. Internet juga tak bisa diakses.

Ternyata baru di hari ke-3 liburan tanpa gadget, laptop, dan smartphone, para ilmuwan ini merasa lebih rileks. Tidur mereka pun lebih berkualitas. Semua karena ketiadaan perangkat elektronik yang selama ini selalu mengeluarkan notifikasi yang membuat kita harus segera mengecek. Otak yang selama ini selalu disibukkan oleh ‘kewajiban’ mengecek smartphone dan gadget, ibaratnya didetoks selama liburan.

 

Foto: Shutterstock.com

Jika masih belum bisa move on dari liburan panjang Lebaran yang lalu, mungkin sesekali Anda perlu memertimbangkan detoks digital ini. Sabtu dan Minggu, misalnya. Simpan dulu gadget dan smartphone yang biasanya membuat Anda multitasking dan tidak fokus melakukan sesuatu.

Anda bisa lebih fokus mengobrol dan berinteraksi dengan pasangan, keluarga, dan orang-orang tercinta. Anda juga tak perlu menjawab email pekerjaan di pukul dua pagi dan kemudian malah jadi kurang tidur. Otak pun tak menjadi terlalu penuh dan badan segar karena liburan lebih berkualitas.

Setelah liburan berpuasa gadget sejenak, rasakan betapa bersemangatnya Anda saat back on track. Nikmati momen kembali beraktivitas tanpa rasa malas dan menjadi lebih produktif!

0 comments