NOW READING

StopSleep: Mencegah Tertidur Saat Menyetir dalam Perjalanan Mudik

 820
+
 820

StopSleep: Mencegah Tertidur Saat Menyetir dalam Perjalanan Mudik

by The Daily Oktagon

Beberapa hari terakhir Ramadhan, biasanya menjadi minggu tersibuk bagi Anda yang hendak mudik ke kampung halaman. Apalagi jika Anda hendak mudik dengan menyetir mobil, atau mengendarai motor.

Selain berkemas dan membeli hantaran bagi sanak keluarga dan kerabat, Anda juga biasanya akan mengecek kondisi kendaraan Anda—memastikan bahwa keadaannya cukup baik untuk dibawa bepergian jauh.

Tapi, kondisi kendaraan bukan satu-satunya yang perlu dicek, lho. Yang lebih penting lagi, bagaimana kondisi Anda menjelang perjalanan mudik? Apakah Anda cukup istirahat dan prima untuk berkonsentrasi mengendarai mobil atau motor selama perjalanan berjam-jam, bahkan berhari-hari?

 

Foto: Shutterstock.com

Salah satu tantangan terberat perjalanan mudik adalah jarak yang jauh dan kemacetan yang bisa berlangsung cukup lama. Lepas dari kemacetan, kondisi badan sudah letih dan lelah. Kita biasanya ingin lekas sampai di tujuan, meskipun sebenarnya mata sudah nyaris terpejam.

Padahal, menyetir dalam keadaan mengantuk hampir sama bahayanya dengan menyetir dalam keadaan mabuk. Hasil studi di Australia menyatakan bahwa terjaga selama 18 jam membuat kondisi Anda menyerupai seseorang dengan konsentrasi alkohol dalam darah sebesar 0,05—dan 0,08 merupakan level di mana Anda sudah resmi dinyatakan mabuk.

Dalam satu tahun, ada sekitar empat ribu pengendara yang tewas di Arab Saudi karena menyetir dalam keadaan mengantuk. Hasil survei di Amerika, Australia, Inggris, Finlandia, dan negara-negara Eropa lainnya menunjukkan bahwa kecelakaan yang terjadi akibat pengendara yang mengantuk mencakup 10-30% dari seluruh penyebab kecelakaan lalu-lintas. Berdasarkan laporan Kontan, di Indonesia, pengemudi yang mengantuk merupakan penyebab tertinggi kecelakaan lalu-lintas selama mudik Lebaran 2017.

Tapi, bagaimana mencegah kantuk datang—atau bahkan menyadari kondisi mengantuk, saat kita sedang dalam perjalanan mudik?

StopSleep merupakan gadget alarm pintar yang dirancang khusus untuk keperluan ini. Gadget ini mengenali ketika Anda menampakkan gejala penurunan konsentrasi, sehingga mencegah microsleep—saat-saat ketika Anda seperti jatuh tertidur dengan mata terbuka selama kurang lebih 5 detik. Dalam 5 detik ini—yang kelihatannya, sebentar, apapun bisa terjadi. StopSleep dapat mencegahnya.

Kenakan gadget pintar ini di jari Anda saat menyetir, dan alarm anti-tertidurnya akan mengukur konduktivitas kulit (aktivitas elektrodermal/EDA), yang mencerminkan aktivitas otak Anda. Ini hampir sama dengan metode yang digunakan dalam poligraf—atau mesin untuk mengetes apakah Anda berbohong, atau berkata jujur.

 

Foto: Shutterstock.com

Sinyal-sinyal yang didapatkan alarm pintar ini kemudian diproses sehingga StopSleep bisa mendeteksi ketika Anda jatuh tertidur, nyaris jatuh tertidur, atau berkurang konsentrasinya. Anda akan diingatkan dengan getaran dan suara, sehingga Anda bisa mengetahui kondisi Anda saat itu.

Walaupun harganya cukup mahal, sekitar 2,6 juta rupiah, namun alarm pintar ini bisa jadi investasi yang baik untuk keselamatan Anda dalam berkendara—terutama jika Anda sering berkendara larut malam atau berkendara jarak jauh.

StopSleep dapat mendeteksi level konsentrasi dan kelelahan Anda dalam waktu sekitar tiga sampai lima menit setelah Anda pakai. Ia sudah akan memberikan sinyal lima menit sebelum Anda jatuh tertidur, mengantuk, atau kelelahan. Untuk hasil yang optimal, kenakan StopSleep dari saat Anda mulai berkendara. Dengan demikian, alarm ini akan bisa mencatat kondisi Anda secara lebih akurat.

Menepilah saat Anda merasa lelah dan mengantuk dalam perjalanan panjang, dan luangkan waktu istirahat yang cukup agar Anda merasa bugar. Jangan memaksakan diri untuk cepat sampai di tujuan—yang penting, Anda dan keluarga bisa mudik dengan selamat.

0 comments