NOW READING

Stasiun MRT Blok M Terintegrasi dengan Pusat Belanja dan Terminal, Seperti Apa?

 265
+
 265

Stasiun MRT Blok M Terintegrasi dengan Pusat Belanja dan Terminal, Seperti Apa?

by The Daily Oktagon

Sejak beroperasi dari maret 2019 lalu, Moda transportasi MRT kini menjadi magnet bagi pengguna transportasi di Jakarta. Tidak hanya digunakan sebagai alat transportasi untuk kegiatan sehari-hari seperti kesekolah atau kerja, moda transportasi ini bahkan kini bisa menjadi tujuan rekreasi bagi yang ingin mencobanya.

Bagi yang ingin mencoba moda transportasi ini, mereka sudah bisa merasakan moda transportasi MRT sepanjang 16 kilometer dimulai dari stasiun Lebak Bulus hingga stasiun Bundaran Hotel Indonesia.

Seperti yang sudah diketahui, fase pertama MRT Jakarta memiliki tujuh stasiun layang, yakni Stasiun Sisingamangaraja, Stasiun Blok M, Stasiun Blok A, Stasiun Haji Nawi, Stasiun Cipete Raya, Stasiun Fatmawati, dan Stasiun Lebak Bulus. Nah, dari sepanjangan stasiun ini, salah satu stasiun yang menjadi pusat perhatian adalah stasiun Blok M.

Stasiun MRT Blok M

Baca juga: Selain Terlihat Trendy, Dengerin Musik di MRT Punya Manfaat Yang Tak Terduga

Stasiun MRT Blok M terhubung langsung dengan pusat perbelanjaan pusat perbelanjaan Blok M Plaza serta akan diintegrasikan dengan Terminal Blok M dan Halte Blok M. Bahkan rencananya akan dibangung jembatan atau skybridge yang menghubungkan stasiun moda raya terpadu (MRT) itu dengan pusat perbelanjaan di sekitarnya.

Dengan adanya stasiun ini kawasan Blok M Plaza yang tadinya sepi, kini menjadi lebih ramai pengunjung seperti masa kejayaannya. Bahkan Plaza Blok M dan Blok M Square kini menjadi tujuan para pegawai kantoran pada jam makan siang.

Di siang hari, nampak para pegawai memadati kawasan Blok M yang hendak mengisi perut atau sekedar mencari udara segar. Beberapa dari mereka datang bersama rekan sekantor dengan kalung tanda pengenal perusahaan masing-masing.

Stasiun MRT Blok M (8)

Baca juga: Cara Mudah dan Canggih Jaga Kesehatan Tubuh Meski Cuma Naik MRT

Stasiun yang terletak di antara dua taman (Taman Ayodya dan Martha Tiyahahu) dan Plaza Blok M ini didesain dengan unsur-unsur taman kota. Stasiun ini memiliki tiga jalur rel dan dua peron pulau.

Stasiun MRT Blok M berukuran panjang 175 meter dan lebar 26 meter, memiliki area peron penumpang berada di ketinggian 14 meter dari permukaan jalan. Sedangkan atap stasiun mencapai 25 meter dari permukaan jalan.

Untuk masuk kedalam stasiun, penumpang dapat menggunakan beberapa pilihan akses masuk area concourse stasiun, yaitu tiga di sisi timur dan dua di sisi barat dengan menggunakan dua escalator dan dua elevator/lift. Dari area concourse ada enam buah tangga menuju area peron, dua escalator dan dua elevator/lift.

Stasiun MRT Blok M (3)

Baca juga: Melihat Kehebohan MRT dari Instagram

Untuk mengakomodasi para disabilitas tunanetra, lantai peron akan dilengkapi dengan tac tile. Selain itu ada juga, wide passenger gate yang berukuran sekitar 90 cm untuk pengguna kursi roda/sepeda, dan area front office dengan ketinggian yang telah memperhitungkan pengguna kursi roda.

Di stasiun ini terdapat tiga jalur kereta. Jalur bagian tengah digunakan sebagai area parkir satu set kereta.  Stasiun yang didominasi dengan warna gradasi hijau, abu-abu, putih ini merupakan salah satu stasiun besar yang memiliki struktur yang megah dan modern. Gerbang masuk stasiun memakai atap dan dinding kaca berpola pepohonan. Struktur atap dibuat seperti cabang-cabang pohon.

Stasiun MRT Blok M (1)

Baca juga: Buat Yang Masih Bingung, Ini Cara Bayar Naik MRT Jakarta !

Pada lantai concourse tersedia area fasilitas umum dan retail. Fasum yang tersedia meliputi toilet untuk pria/wanita/difabel, ruang menyusui, lift bagi difabel. Area retail akan mewadahi atm center, toko serba ada, dan lain-lain.

Sedangkan untuk menunggu kereta bagi penumpang dibuat nyaman dan aman, dibatasi pagar akrilik berpintu otomatis (platform security door/PSD). Lampu-lampu penanda dibuat warna-warni, terletak tepat di muka PSD sehingga mudah dilihat.

0 comments