NOW READING

Spoiler di Media Sosial, Hak dan Etika

 860
+
 860

Spoiler di Media Sosial, Hak dan Etika

by The Daily Oktagon
  • Pengunggahan spoiler di media sosial sebenarnya sah-sah saja tetapi harus diperhatikan isinya.
  • ‘Bocoran’ cerita dari film atau apapun yang ada di media sosial terkadang bisa membuat seseorang terganggu.
  • Sebaiknya spoiler hanya yang bersifat umum saja, bukan twist dari cerita.

Media sosial merupakan wadah untuk saling berbagi informasi dan juga berinteraksi lewat dunia digital. Selain itu, media sosial juga digunakan untuk mendapatkan kabar terbaru mengenai segala hal yang terjadi di sekitar kita. Informasi tersebut bisa juga didapatkan dari orang-orang yang terkoneksi atau ‘berteman’ dengan Anda.

Informasi yang akan didapatkan dari media sosial sangat beragam. Mulai informasi mengenai keadaan lalu lintas, acara terbaru, atau bahkan sekadar curahan hati kerabat akan muncul di timeline media sosial yang dimiliki. Satu hal yang selalu muncul di feed akun media sosial adalah spoiler. Informasi jenis ini akan muncul ketika ada seseorang yang sudah menyaksikan sebuah film atau pagelaran yang menarik perhatian banyak orang.

 

Foto: Shutterstock.com

Selalu Menjadi Kontroversi

Ketika sebuah informasi yang mengandung bocoran atau spoiler terunggah, reaksi dari pembacanya akan beranekaragam. Namun, reaksi yang paling sering muncul adalah kemarahan. Orang yang melihat bocoran tersebut akan merasa kesal karena dirinya tidak mengetahui sendiri bagaimana jalannya cerita film tersebut.

Namun, ada sebagian orang yang menunggu bocoran-bocoran dari orang yang suka melakukan spoiler. Mereka justru menginginkan bocoran tersebut untuk menjawab rasa penasaran dari film atau pertunjukan yang sedang dibicarakan oleh banyak orang. Tipe orang yang seperti ini biasanya tidak sempat untuk menyaksikan acara tersebut, tapi mereka ingin mengetahui bagaimana kisah dari film itu secara keseluruhan.

Hal ini akan selalu menjadi kontroversi karena adanya orang yang menginginkan bocoran. Jika dilihat dari sudut pandang orang yang ingin tahu, spoiler akan dianggap menjadi sebuah kebutuhan. Sebaliknya, bagi sebagian orang yang lain spoiler adalah hal yang menyebalkan karena mengurangi kenikmatan dari menonton film karena ceritanya yang sudah tersebar.

Cari tahu gimbal yang tepat untuk membuat film dengan smartphone di sini.

Foto: Shutterstock.com

Spoiler dan Kebebasan Berpendapat

Memberikan bocoran suatu cerita di media sosial yang dimiliki sebenarnya tidak menyalahi aturan karena itu merupakan hak untuk mengungkapkan sesuatu menggunakan media yang ada. Namun, informasi yang disebarkan harus sesuai dengan fakta dan kejadian yang sebenarnya agar tidak menimbulkan salah persepsi bagi orang yang membacanya.

Seseorang yang membuat bocoran di media sosial bisa jadi karena terlalu bersemangat ketika ingin menonton film favorit. Saat menceritakan tentang acara atau film kegemaran mereka, terkadang informasi yang dibagikan terlalu detail dan lengkap sehingga hal ini menjadi suatu ketidaksengajaan untuk dikatakan memberikan bocoran.

Namun, ada juga orang yang sengaja memberikan spoiler untuk membuat kesal dan iri teman-temannya. Orang tersebut akan menceritakan spoiler hingga ke detail terkecil. Sampai-sampai kejutan yang ada di dalam film tersebut juga diceritakan. Secara otomatis, orang yang tidak menyukai spoiler akan langsung terpicu emosinya setelah melihat bocoran tersebut.

Foto: Shutterstock.com

Etika Saat Membuat Spoiler

Jika Anda bermaksud membuat spoiler, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan. Pertama, cantumkan kata spoiler alert pada setiap postingan yang ingin diunggah. Hal ini akan membuat orang yang tidak menyukai spoiler akan menghindari konten tersebut. Setidaknya mereka akan aman dari cerita bocoran yang mengganggu mereka.

Kedua, sebaiknya sisakan kejutan-kejutan dari film tersebut. Hal ini perlu dilakukan agar tetap membuat orang yang belum menyaksikan film itu penasaran dengan jalan ceritanya. Informasi yang disebar ada baiknya mengenai hal-hal umum dari film yang ditayangkan dan simpan plot twist untuk diri sendiri.

Hal terakhir yang bisa dilakukan adalah buat ulasan dengan sedikit bocoran. Isi dari ulasan tersebut usahakan jangan diceritakan dengan sangat mendetail. Selain itu, sebisa mungkin jangan terlalu mendalam mengenai plot cerita. Fokuslah dengan hal-hal teknis dari film tersebut seperti teknik pengambilan gambar, musik, dan sebagainya.

Lihat keseruan Comic Con San Diego 2017 lewat tautan ini.

Berbagi informasi memang diperlukan, tetapi jangan sampai kelewat batas. Saring dan kemas dengan baik apa saja informasi yang ingin disampaikan sehingga berguna untuk kebanyakan orang, sekaligus sesuai dengan etika dan tepat porsinya.

0 comments