NOW READING

Sony A7R II Hadirkan Body Klasik dengan Fitur Mumpuni untuk Foto dan Video

 2609
+
 2609

Sony A7R II Hadirkan Body Klasik dengan Fitur Mumpuni untuk Foto dan Video

by The Daily Oktagon

Di tahun 2013, Sony menggemparkan dunia fotografi dengan merilis lini kamera mirrorless A7. Keistimewaan Sony A7 terletak pada sensor gambar yang dikemasnya, dimana dalam rangka sekecil itu, tertanam sensor CMOS berukuran full-frame.

Bersamaan dengan A7, Sony juga merilis A7R. Perbedaannya, Sony A7R mempunyai resolusi yang lebih tinggi, serta tidak dilengkapi low-pass filter guna menghasilkan gambar yang lebih detail.

ILCE-7RM2_wFE2470Z_front

Mendekati akhir tahun lalu, Sony meluncurkan A7 II, versi upgrade dari Sony A7 yang menghadirkan sedikit revisi pada desainnya sekaligus image stabilizer 5-axis. Sesuai dugaan, Sony juga belum lama ini menghadirkan A7R II dengan pendekatan yang sama.

Sony A7R II masih mempertahankan bodi ala DSLR klasik, akan tetapi ia kini lebih ergonomis ketimbang pendahulunya. Jangan bandingkan ia dengan DSLR full-frame yang ada di pasaran, karena Sony A7R II masih jauh lebih ringkas dan lebih ringan.

Kendati demikian, jangan bayangkan kualitas gambarnya di bawah DSLR full-frame. Sensor full-frame yang menghuni A7R II adalah sensor baru berteknologi backside-illuminated (BSI). Apa kelebihan sensor baru ini? Performanya di kondisi gelap di atas rata-rata, dan resolusinya amat tinggi, yakni 42,4 megapixel, dengan sensitivitas ISO hingga 102400.

Potensi sensor full-frame 42,4 megapixel ini semakin maksimal berkat kehadiran sistem image stabilization 5-axis. Hal ini berarti pengguna masih bisa menghasilkan gambar yang tajam meski memotret tanpa tripod pada shutter speed rendah.

ILCE-7RM2_wFE35F14Z_right

Bersamaan dengan itu, Sony A7R II juga diklaim memiliki sistem autofocus yang 40% lebih cepat berkat kehadiran 399 titik phase detection AF. Pada mode continuous shooting, ia bisa menjepret gambar dengan resolusi maksimum pada kecepatan 5 fps.

Yang menarik, Sony A7R II tidak cuma memikat buat para fotografer, tetapi juga para videografer. Ia bisa merekam video 4K 30 fps ‘murni’, dengan codec XAVC S dan bit rate 100 Mbps. Maksud kata ‘murni’ di sini adalah tanpa menjalani proses pixel binning, atau dengan kata lain, memanfaatkan seluruh penampang sensor full-frame dari ujung ke ujung untuk merekam video 4K.

Fitur menarik lain yang banyak dinanti-nanti adalah layar sentuh. Benar saja, Sony A7R II kini mengemas tilting LCD 3 inci beresolusi 1,23 juta dot yang dilengkapi panel sentuh. Menetapkan fokus pun kini bisa dilakukan hanya dengan menyentuh layar.

Di atas LCD-nya, hadir electronic viewfinder (EVF) OLED beresolusi 2,36 juta dot. EVF ini disebut-sebut memiliki perbesaran yang paling tinggi, tepatnya di angka 0,78x. Wi-Fi dan NFC tentu saja tetap ada, lengkap dengan fungsi remote control dan dukungan PlayMemories Camera Apps.

ILCE-7RM2_rear

Di atas kertas, kamera ini sangatlah menarik. Ukuran sensornya belum tertandingi di kategori mirrorless, dan resolusinya juga salah satu yang tertinggi. Tidak kalah penting, Sony A7R II juga mengemas fitur-fitur yang mampu memikat perhatian para penggiat videografi 4K.

Tentu saja, semua fitur dan potensi di atas rata-rata ini juga harus Anda tebus dengan harga yang tidak biasa. Sony A7R II akan mulai dipasarkan pada bulan Agustus seharga $3.200 dalam wujud body only; Anda masih harus menambahkan dana untuk menggaet lensa yang kompatibel.

0 comments