NOW READING

Saingi PlayStation dan Xbox, Ini kelebihan Google Stadia

 348
+
 348

Saingi PlayStation dan Xbox, Ini kelebihan Google Stadia

by The Daily Oktagon

Beberapa saktu yang lalu Google resmi meluncurkan platform game bernama Stadia. Google Stadia sendiri merupakan platform infrastruktur berbasis cloud yang diperuntukan sebagai tempat berbagai pengembang game dapat membenamkan game dapat dijalankan secara langsung jadi pusat data Google.

Secara teknis Stadia akan memungkinkan kamu untuk bermain game secara cloud, dapat dimainkan langsung ke controller dan monitor. Singkatnya kamu bisa memainkan game di Stadia di layar jenis apa pun dengan akses platform, termasuk TV, laptop, smartphone, dan tablet.

google stadia

Baca juga: Sony Pinjamkan PlayStation Virtual Reality kepada Pelanggan

Dengan Google Stadia maka pengguna bisa memainkan game dengan pengalaman menakjubkan bagi tiap gamers dengan menyuguhkan game tersedia dalam resolusi 4K dan berjalan pada 60 frame per detik (fps) dengan audio surround. Stadia akan menghapus batasan gamer yang selama ini dibatasi karena hardware dan konsol. Karena nantinya game akan dijalankan di langsung dari jaringan global pusat data Google, tanpa harus menggunakan hardware tertentu.

Melalui platform yang dimilikinya, Google sudah menyiapkan controller game khusus bernama Controller Stadia. Controller Stadia memiliki fungsi khusus tombol tangkapan layar, sombol shortcut Google Assistant, dan mikrofon internal. Pengontrol game ini memiliki dua joystick, empat tombol action, pad arah dengan ukuran cukup besar, dan dua tombol bahu di kedua sisi. Jika dilihat-lihat joystick Stadia ini memiliki bentuk seperti controller milih Xbox dan PlayStation.

google stadia

Baca juga: 9 Smartphone Gaming Terbaru Dijamin Lancar Buat Game Online

Google menjelaskan resolusi dan kecepatan frame rate pada game akan relatif akan berpengaruh pada koneksi internet pengguna. Google sudah mendemokan game “Ceed Odyssey” yang beroperasi pada 1080p dan 60 fps menggunakan koneksi internet 25Mbps. Namun sayangnya Google tidak menyebutkan bagaimana Google mengatasi latensi internet yang didefinisikan sebagai penundaan antara saat data ditransmisikan dan instruksi saat game mulai dieksekusi.

Semua bergantung pada koneksi internet pengguna, beberapa gamer mungkin mengalami lebih banyak input lag daripada yang lain. Controller game akan terhubung langsung ke internet melalui Wi-Fi, tetapi apakah hal ini cukup untuk mengurangi resiko nge-lag saat main game online atau tidak.

0 comments