NOW READING

10 Settingan Kamera Nikon Yang Perlu Diperhatikan Fotografer Pemula

 327
+
 327

10 Settingan Kamera Nikon Yang Perlu Diperhatikan Fotografer Pemula

by The Daily Oktagon

Salah satu kamera yang dianggap memiliki sedikit kerumitan pada fitur-fiturnya adalah kamera Nikon. Sebagai fotografer pemula tidak ada salahnya kita belajar detil mengenai penggunaan kamera. Salah satu kamera yang dianggap memiliki sedikit kerumitan pada fitur-fiturnya adalah kamera Nikon. Kamera asal negari sakura ini memang dikenal mempunyai banyak “tombol” atau fitur dibandingkan merek kamera lain. Tapi, bila kamu menguasainya pasti hasil karya foto akan luar biasa.

Kamu yang sudah membeli kamera Nikon tidak perlu khawatir karena banyak dasar-dasar yang bisa dipelajari sebelumnya. Dilansir dari halaman resmi Facebook @nikonindonesia, berikut 10 setting kamera Nikon agar hasil foto kamu bisa maksimal.

Focus Lock

Focus Lock adalah tehnik yang dapat kamu gunakan saat hendak memainkan komposisi foto kamu dengan memposisikan subyek statis di area yang berbeda-beda dalam frame. Setelah kamu mengunci fokus, kamu dengan mudah bisa memposisikan subyek dimanapun dalam frame, dengan syarat jarak awal antara kamu dengan obyek tidak berubah, maka gambar yang dihasilkan akan tetap tajam.

Metode ini sangat berguna untuk kamera Nikon yang memiliki keterbatasan jumlah AF points, yang berdampak pada kecilnya area fokus dalam pandangan. Focus Lock memungkinkan kamu meletakkan subyek di luar cakupan AF Points.

Untuk menggunakan Focus Lock, kamu harus terlebih dahulu setting kamera ke “single-shot auto-focus mode (AF-S). Kemudian, posisikan frame agar subyek foto ada di tengah. Tekan tombol shutter hingga setengah tertekan lalu lepaskan hingga kamera fokus. Di sisi lain, kamu bisa gunakan auto AF Point Selection.

Layaknya banyak fitur otomatis, fungsi “automatic AF point selection” bekerja dengan baik. Kamu tidak perlu kesulitan mengatur fokus karena kamera secara otomatis akan mencari titik fokus. Akan tetapi, fungsi ini tidak selalu memilih AF point yang mendukung atau berkorelasi dengan obyek fokus kamu.

Baca juga : 7 Kamera Untuk Bikin Vlog, Tipe Terbaru Harga Terjangkau

Focus Tracking

Ada 3 mode auto-focus yang diusung berbagai varian kamera Nikon DSLR: Single, Continuous dan Automatic. Jika kamu berniat untuk mengimbangi pergerakan subyek yang bergerak, baiknya kamu memilih mode “Continuous Auto-Focusing Mode (AF-C).

Dalam mode ini, kamera akan terus menyesuaikan fokus kapanpun tombol shutter ditekan setengah, hingga memungkinkan kamera untuk mengikuti subyek yang bergerak ke arah atau menjauh dari si fotografer. Mode AF-C akan melakukan “predictive-focusing”, yakni memperkirakan posisi berikut subyek saat kamu menekan tombol shutter.

Setelah memilih mode AF-C, kamera kamu akan secara otomatis menyesuaikan fokus selama tombol shutter ditekan setengah. Agar mode ini dapat digunakan dengan baik, sangat penting memposisikan focus point di subyek selama mungkin untuk menangkap momen yang sempurna. Selain itu, bisa kamu bisa gunakan 3D AF tracking. Mode ini mewajibkan kamu untuk melakukan focus-lock terhadap subyek terlebih dahulu. Setelah itu, focus point akan berpindah secara otomatis saat subyek berpindah posisi dalam frame. Mode ini cukup berguna dalam situasi tertentu.

Exposure Compensation

Exposure Compensation pada kamera Nikon adalah cara untuk mengendalikan gelap dan terang gambar dalam Aperture-PriorityShutter-Priority atau Program Modetanpa harus ke Manual Exposure. Fitur ini sangat ideal untuk situasi dimana meteran otomatis kamera menghasilkan hasil yang under atau over-exposed, layaknya saat memotret subyek yang sangat terang atau sangat gelap.

Exposure Compensation dapet digunakan dengan menekan dan menahan tombol +/- di body kamera, kemudian memutar gerigi belakang untuk melakukan setting jumlah kompensasi yang dibutuhkan. Patut diingat bahwa kadar Exposure Compensation sangat dipengaruhi oleh mode exposure yang tengah kamu gunakan. Atau dengan cari lain yakni menggunakan Auto Exposure Lock (AE-L). Fitur ini memiliki fungsi kontrol secara otomatis. Namun demikian, bisa mengurangi ketepatan kontrol exposure saat memotret.

kamera nikon

Histogram Display

Histogram adalah grafik yang menunjukan distirbusi tone dalam sebuah gambar. Bentuk grafik ini bervariasi dari gambar satu ke gambar yang lain. Memahami histogram memungkinkan kamu untuk melakukan penyesuaian terhadap exposure, guna mengabadikan jumlah detail tone maksimum foto-fotomu.

Histogram dapat ditampilkan saat kamu sedang melihat foto-foto yang telah kamu ambil. Setelah memencet tombol “play”, kamu bisa menekan atas atau bawah di control pad belakang hingga histogram ditampilkan bersama foto yang hendak kamu evaluasi.

Jika grafik histogram condong besar ke kiri, maka subyek kamu bisa dibilang under-exposed. Dengan demikian kamu harus menaikan exposure saat memotret subyek tersebut di shot berikut. Jika grafik condong ke kanan, maka subyek over-exposed. Jadi kamu harus mengurangi tingkat exposure.

Burst mode

Kamu mensetting kamera kamu untuk Single Shot atau Continuous. Fitur Continuous Shots sangat berguna untuk memotret subyek yang bergerak. Kamera akan menjepret berkali-kali cukup dengan menekan dan menahan shutter release sekali saja. Dengan demikian, kamu dapat menangkap dan mengabadikan gerakan subyek dengan presisi yang lebih tinggi dan meningkatkan kemungkinan menghasilkan satu foto yang sempurna. Menggunakan teknik ini, disarankan supaya mengambil 3-5 foto agar kamu bisa mengevaluasi foto dengan mudah dan cepat.

Vibration Reduction

Saat memotret kamu harus fokus dan pegangan kamera harus tepat karena bila goyang hasil foto kamu tidak tajam, bahkan menjadi tidak jelas. Oleh karena itu, nikon memiliki fitur Vibration Reduction (VR) yang dapat mengurangi efek kamera bergoyang. Sistem VR dapat diaktifkan menggunakan tombol yang terletak pada lensa. Shutter speed yang dibutuhkan untuk menghindari hasil gambar yang blur cukup bergantung pada focal length dari lensa yang kamu gunakan. VR memungkinkan kamu untuk menggunakan shutter speed berkecepatan rendah dan tetap mendapatkan hasil yang tajam, hingga cocok untuk situasi low light.

Shutter Priority

Mode Shutter-Priority Exposure dapat membantu memberikan kontrol atas shutter speed untuk menanggulangi apa yang akan datang. Dalam mode ini, kamu bisa mengatur shutter speed menggunakan input dial. Walau demikian, kamu harus tetap memperhatikan terhadap perubahan dan penyesuaian aperture agar mendapatkan exposure yang tepat.

Mode ini dapat dipakai saat situasi kamu bingung mengabadikan subyek bergerak dengan hasil foto yang tajam atau dengan sedikit efek blur. Dalam shutter priority, terdapat juga mode fast shutter speeds.Kamu bisa membekukan gerakan subyek yang terlampau cepat menggunakan shutter speed berkecepatan 1/2000 sec dan hal ini bisa kamu lakukan asal situasi pencahayaannya cukup terang, aperture cukup besar dan setting ISO kamu sepadan.

Aperture Priority

Mensetting kameramu ke mode Aperture Priority adalah cara terbaik untuk mengontrol depth of field. Depth Of Field sendiri dikenal sebagai istilah untuk banyaknya latar yang tampil di depan atau belakang focus point. Aspek ini sedikit banyak dipengaruhi oleh tiga factor: aperture, focal length lensa dan jarak antara kamera dengan subyek. Depth Of Field dipakai bila kamu ingin memotret landscpae yang membuat seluruh latar belakang terlihat detil dan tajam. Dalam mode ini, kamu bisa menggunakan input-dial untuk memilih aperture yang kamu inginkan dan kamera Nikon akan secara otomatis menyesuaikan shutter speed-nya.

Baca juga : 7 Kamera Mirrorless Layar Lipat yang Cocok untuk Vlog, Foto Selfie dan Live Streaming

ISO

Iso adalah cara menakar sensitivitas sensor kameramu terhadap cahaya. Saat setting ISO tinggi, berkisar di 800 atau 1600, sensor kamera membutuhkan lebih sedikit cahaya untuk memberikan exposure yang tepat. Secara umum, dengan ISO tinggi kamu akan mendapatkan cahaya terang di hasil foto.

Untuk diingat bahwa akan terjadi penurunan kualitas gambar semakin tinggi nilai ISO dinaikan. Oleh karenanya, baiknya menaikan ISO ke setting paling rendah, tergantung situasi suplai cahaya, yang mana kamu tetap bisa memotret subyek yang diinginkan. Saat kamu memotret di area dengan suplai cahaya rendah, tapi mau menggunakan shutter speed dengan kecepatan tinggi, setting SLR kamu ke mode shutter-priority hingga kamu bebas memilih shutter speed yang kamu inginkan pada kamera Nikon.

White Balance

Satu hal yang patut diingat, warna cahaya berbeda-beda tergantung sumber cahayanya. Warna cahaya bisa tampak cool, biru berbayang di bawah langit biru atauwarm, layaknya warna mentari kala terbit atau tenggelam. Setting White Balance pada kamera Nikon memungkinkanmu untuk mentranslasi warna-warna di atas agar menghasilkan warna cahaya putih pada hasil jepretanmu dan bukan biru atau kekuningan.

Fitur Auto-White Balance pada kamera Nikon dapat menyesuaikan kameramu dengan ragam kondisi pencahayaan. Akan tetapi, untuk hasil yang lebih konsisten, kamu bisa memilih satu preset sesuai dengan situasi pencahayaan yang ada

0 comments