NOW READING

Fun, Serius, Gaul ! – Imanuel Abraham, Co-Founder OKTAGON.co.id

 717
+
 717

Fun, Serius, Gaul ! – Imanuel Abraham, Co-Founder OKTAGON.co.id

by The Daily Oktagon

Smartphone, laptop, smartwatch, kamera dan perangkat lainnya sudah menjadi kebutuhan di era digital saat ini. Tidak hanya untuk lifestyle tapi juga untuk mendukung kebutuhan dan kesibukan sehari-hari.  Hal itulah yang menjadi  fokus dari OKTAGON.co.id, sebuah layanan e-commerce digital lifestyle. Dibalik OKTAGON.co.id ada seorang sosok anak muda stylish  yang menjadi leader sekaligus Co-Founder, yaitu Imanuel Abraham.

Seperti apa sepak terjang seorang Imanuel Abraham dalam menahkodai OKTAGON.co.id, berikut petikan wawancaranya :

 

Bagaimana rasanya menjadi Co-Founder di usia muda ?

Serius tapi sekaligus fun. Di sini saya bisa bertemu dan berkolaborasi dengan banyak orang yang expert di bidangnya masing-masing. Seperti di bidang digital marketing, produk, desain, dan lainnya. Jadi buat saya menjadi seorang Co-Founder itu harus bisa seimbang antara fun dan serius. Secara umum menjadi Co-Founder itu rasanya amazing!

 

Co-Founder biasanya penampilannya rapi, tapi kok ini justru terlihat seperti anak gaul ?

Dari penampilan tidak mencerminkan Co-Founder ya?  Kalau ngomongin soal penampilan,  daily outfit saya memang seperti ini…sporty and up-to-date. Ini juga supaya terlihat selalu muda..hahahaha.

 

Tadi disebutkan soal seimbang antara fun dan serius, apakah memang seperti itu gaya leadership yang diterapkan dalam pekerjaan?  

Pada intinya kita harus tahu harus berlaku apa sama siapa. Misalnya saya dengan anggota tim saya di kantor, bawaannya santai. Mereka saya anggap seperti adik sendiri. Karena yang bekerja di tim saya kebanyakan masih muda.

Saya perlakukan mereka lebih fun, style-nya saya angkat, dan juga belajar mengenali karakter mereka. Meski bawaannya fun tapi mereka tetap harus bertanggungjawab sama pekerjaannya, bertanggung jawab sama target mereka.

Bisa dikatakan hubungan saya ke mereka itu lebih ke personal touch. Karena saya percaya kalau mempercayakan anak buah secara personal, maka mereka dengan sendirinya akan bertanggungjawab. Selain itu saya juga tidak sungkan untuk melakukan transfer ilmu. Jadi kalau saya punya skill, saya akan ajarkan ke anggota tim saya.

Sedangkan untuk personal saya sendiri, saya juga menyeimbangkan antara pekerjaan dan juga hobi. Harus bisa membagi waktu kapan serius dalam pekerjaan dan juga kapan meng-explore hobi.

Imanuel Abraham, Co-Founder OKTAGON

Hobinya apa?

Hobi saya mengoleksi sneaker. Selain itu saya juga hobi bermain musik.

 

Sejak kapan hobi mengoleksi sneaker?

Hobi mengoleksi sneaker sebenarnya sudah lama, dari semenjak masih SMP. Cuma waktu itu beda culture, karena saya sempat tinggal di negara lain. Saat itu sudah banyak sneaker saya beli, tapi sayangnya gak saya kumpulin untuk dikoleksi. Baru akhirnya mulai lagi mengoleksi  sneaker sejak 2018. Dan sampai saat ini saya sudah mengoleksi sekitar 140-an pasang sneaker.

 

Kenapa hobi koleksi sneaker ?

Karena saya suka sama sepatu. Saya suka colour-nya, materialnya, dan paling yang paling penting itu cerita di balik sneaker tersebut. Karena setiap sneaker pasti punya cerita. Misalnya kalau saya itu lebih cenderung ke Nike Air Jordan. Di setiap Nike Air Jordan terbaru keluar, itu pasti ada cerita dari seri tersebut.

 

Berbicara soal e-Commerce di Indonesia, seperti apa persaingannya saat ini ?

e-Commerce di indonesia market-nya sudah terbentuk. Sebagian besar orang di Indonesia sudah tahu e-Commerce dan sudah pernah belanja online. Industri e-commerce di Indonesia saat ini saya menilai masih banyak pemain e-Commerce yang belum tahu arah, mau jadi apa, tread marketing-nya seperti apa. Mereka berfikir yang penting banyak trafik dan yang penting banyak konsumer.  Untuk OKTAGON.co.id sendiri merupakan e-Commerce yang fokus di bidang lifestyle consumer electronic . Kami mau membangun lifestyle dari konsumer.

Kalau soal persaingan apakah sudah semakin ketat atau tidak, saya rasa hanya soal inovasi strategi saja.  Untuk itu kembali lagi kepada tim di dalamnya, bagaimana tim tersebut bisa melangkah maju untuk melakukan inovasi produk dan perusahaan tempat mereka bekerja.

 

Apa moto hidup yang dijalankan selama ini?

Moto hidup saya : be consistent on what you have to do, make mistake and learn from it. Maksudnya, kita harus konsisten, gigih, rajin pada goals yang sudah kita tentukan. Kita harus benar-benar berusaha untuk mencapai goals itu. Kalau kita bikin salah, gak boleh down, gak boleh takut dan gak boleh merasa gagal. Tapi justru kita harus belajar dari kesalahan itu dan improve. Saya yakin kalau arah kita mencapai goals sudah benar, maka hasilnya akan diraih. Contohnya jika kita mau pergi dari sini ke Bandung, kalau memang sudah dipersiapkan segala sesuatunya, pasti sampai ke sana.

0 comments