NOW READING

Sering Foto Selfie ? Hati-hati Kena Penyakit Selfietis

 1014
+
 1014

Sering Foto Selfie ? Hati-hati Kena Penyakit Selfietis

by The Daily Oktagon
  • News Flash

Bisa dibilang sebagian besar pengguna smartphone suka melakukan foto selfie. Apalagi banyak smartphone saat ini yang sudah dibekali kamera selfie yang punya kemampuan mumpuni. Tapi siapa sangka kebanyakan foto selfie malah bisa mendatangkan penyakit, namanya penyakit Selfietis.

Baca juga : Compare Smartphone Jago Selfie, OPPO F5 vs Vivo V7

Berapa banyak foto selfie yang kamu ambil dalam sehari? Jika sangat sering, maka berarti kamu sudah mulai terjangkit penyakit Selfietis. Penyakit ini memang lebih kepada gangguan kesehatan mental.

Ini seperti yang dijelaskan para peneliti dari Nottingham Trent University di Inggris dan Thiagarajar School of Management, India. Menurut mereka tanda-tanda kelainan psikologis ini terlihat pada pengguna yang memiliki kecanduan mengambil foto selfie setiap hari.  Gangguan kesehatan mental inilah yang mereka beri nama sebagai penyakit “Selfietis”.

“Selfitis adalah kondisi kelainan mental di mana seorang manusia mengalami ketergantungan berfoto selfie dan selalu mengunggahnya ke media sosial. Tak cuma setiap hari, tapi foto selfie yang diunggah bisa setiap jam,” ujar salah satu anggota tim peneliti, seperti yang dilansir dari The Sun.

Para peneliti tersebut menemukan ada beberapa faktor utama yang memicu Selfitis, antra lain yaitu :

  1. Penderita Selfitis sering berfoto selfie untuk meningkatkan rasa percaya diri.
  2. Mereka yang Ingin mencari perhatian di internet
  3. Ingin memperbaiki mood-nya. Karena Kebanyakan dari mereka merasa puas setelah melihat hasil foto selfie mereka, sehingga mood mereka akan membaik.
  4. Penderita ingin mengabadikan kenangan dari foto selfie yang diambil. Jadi saat sudah beranjak tua, mereka selalu ingat akan foto mereka waktu muda.
  5. Seakan ingin menyampaikan komunikasi dengan ber-selfie, dan lebh kompetitif di kehidupapn sosial mereka.

Seorang profesor Nottingham Trent University, bernama Mark Griffiths, juga mengungkap bahwa penyakit Selfietis diakui oleh American Psychiatric Association sebagai jenis gangguan mental. Sebelumnya, juga ada studi dari Ohio State University, Amerika Serikat, yang mengungkap kecanduan foto selfie merupakan tanda-tanda psikopat.

“Soal penyakit  ini sempat dianggap sebagai hoax. Tapi harus diakui bahwa Selfietis itu benar-benar ada,” kata profesor Griffiths.  Para peneliti ini menyebutkan bahwa mereka yang suka foto selfie justru cenderung anti-sosial dan kurang memiliki rasa empati.

Baca juga : Resmi Dirilis, Samsung Galaxy A8 dan A8+ (2018) Dibekali Kamera Selfie Ganda

Tingkat anti-sosial dan kurang empati yang ada pada para pecandu foto selfie itu masuk dalam kategori psikopat. Meski begitu, psikopat yang dimaksud para peneliti bukanlah psikopat yang mengarah pada pembunuhan atau tindakan sadis seperti yang biasa ditampilkan dalam tayangan film.

0 comments