NOW READING

Senyum Para Fotografer di Ajang Photo Hunting Bali

 1687
+
 1687

Senyum Para Fotografer di Ajang Photo Hunting Bali

by The Daily Oktagon
  • Acara photo hunting menarik diselenggarakan di Bali
  • Menjadi ajang silaturahmi para fotografer serta menambah ilmu dan jaringan
  • Peserta datang dari latarbelakang beragam, dengan penggunaan jenis kamera yang beragam juga

Dari banyaknya kegiatan photo hunting yang digelar di Bali, Korawa Art Vision Bali merupakan salah satu komunitas yang rutin mengadakannya. Bahkan belum genap berusia satu tahun, Korawa kembali mengadakan kegiatan photo hunting yang kali ini cukup unik, dengan nama Smile Bali Photo Hunting & Contest yang diadakan akhir Oktober lalu.

Menurut pihak Korawa, kegiatan saat itu dibagi menjadi dua kegiatan, pertama yaitu street photo hunting di sela kegiatan Car Free Day (CFD) Lapangan Nitimandala Renon Denpasar. Sementara kegiatan kedua merupakan photo model hunting yang diadakan di Grand Inna Bali Beach Hotel.

Kenapa street photography dipilih jadi kegiatan pertama? Menurut Koordinator Korawa Art Vision Bali, Yuda Suparsana, pihaknya mengamati jika di Bali sendiri genre street photography kurang begitu diminati. “Untuk genre foto model, landscape, wedding dan lainnya (peminatnya) banyak. Sehingga untuk ingin lebih menghidupkan genre street photography, kami mengadakan street photo hunting, ungkap Yuda.

Maka pada pagi itu, peserta sudah langsung menyebar di Lapangan Nitimandala, mencoba mencari objek menarik yang bisa mereka abadikan di antara ratusan orang yang mengikuti CFD. Mulai dari orang yang sedang bermain skateboard, kesibukan para pedagang, hingga tingkah laku orang yang sedang berolahraga. Para model “dadakan” ini pun secara sukarela mau beraksi mengikuti arahan para fotografer.

Sementara saat kegiatan kedua berlangsung, event yang juga melibatkan The Daily Oktagon sebagai sponsor dan pendukung acara ini mencuri perhatian tamu hotel Grand Inna Bali Beach Hotel. Selain kehadiran kerumunan fotografer, tentu acara ini mencuri perhatian orang karena hadirnya para model berparas cantik. Mereka berpose dengan background mobil mewah dan motor gede. Untuk kegiatan kedua ini, panitia mendatangkan tujuh orang model wanita.

Kegiatan photo hunting yang tak kalah seru ada di artikel ini

Ajang Silaturahmi

Event ini sepertinya menjadi ajang silaturahmi antar fotografer. Beberapa peserta tampak gembira setelah lama tidak bertemu. Canda tawa dan perbincangan serius pun kadang terdengar antar mereka. “Ingin kumpul bersama teman-teman. Saat ketemu kita bisa diskusi segala macam. Intinya sih sebenarnya seperti jadi ajang reuni ya,” tutur Aji Maha Resh, peserta dengan latarbelakang fotografer professional Bali kepada The Daily Oktagon.

Hampir senada dengan Aji, peserta lain Agung Anjali mengatakan jika keikutsertaannya di event ini karena tidak sempat bertemu dengan sesama fotografer akibat kesibukan masing-masing pada hari kerja. ”Di sini ketemu sama teman-teman waktu belajar foto zaman dulu. Bukan cari hadiah tapi kumpul-kumpul saja,” ungkap Agung.

Sedikit berbeda dengan dua peserta tadi, Dewa Made Krisna Adhi Sanjaya sengaja mengikuti event ini untuk menambah pengalamannya di dunia fotografi. “Dengan mengikuti ini, hobi fotografi saya bisa lebih dilatih,” tutur pengguna Canon 700D ini.

Apa pun latar belakang para peserta mengikuti ajang ini, yang pasti para pemenang mendapatkan hadiah berupa uang tunai yang dipersembahkan oleh The Daily Oktagon. Juara I mendapatkan Rp 2 juta, juara II meraih Rp 1,5 juta, dan juara III membawa pulang Rp 1 juta.

fotografer

Mobile photography sedang banyak dibicarakan. Apa maksudnya?

Berbeda-beda Kamera, Satu Acara

Diikuti oleh sekitar 100 peserta, berbagai jenis kamera dan merk digunakan oleh para peserta. Mulai dari kamera handphone, mirrorless, hingga DSLR. Namun hal itu tidak membuat para peserta membeda-bedakan satu sama yang lain berdasarkan kameranya.

Justru perbedaan jenis kamera ini menjadi bahan pembelajaran para peserta acara untuk lebih mengenal kemajuan teknologi yang ada. Aji Maha Resi misalnya melihat teknologi kamera berkembang dengan sangat cepat. misalnya. “Kadang kita sendiri kita tidak siap (dengan teknologi baru). Karena bisa per 3-5 bulan ada kamera baru dengan teknologi terbaru,” ungkapnya.

Namun menurut fotografer profesional asal Yogyakarta yang sudah puluhan tahun tinggal di Bali ini, perkembangan teknologi harus menjadi perhatian para fotografer yang memang mau serius menekuni bidangnya. Tentu tanpa mengenyampingkan untuk terus meningkatkan kemampuan teknis. “Toh fotografi itu kunci utamanya di teknik fotografi seperti shutter, ISO, diafragma, serta mau pakai lensa apa,” jelas Aji.

Aji sendiri saat ini kamera mirrorless Olympus OM D1 dan Sony Alpha 6300. Keduanya menurut Aji lebih ringan, ringkas, dan kualitasnya tidak kalah dengan Kamera DSLR. “Selain itu juga warna dan ketajaman foto lebih terlihat dibanding kamera DSLR,” ungkapnya.

Sementara itu, Agung Anjali menanggapinya perkembangan teknologi kamera sebagai jawaban atas kebutuhan pengguna, “Kesulitan-kesulitan yang sebelumnya ditemui fotografer dengan cepat diberikan teknologi baru oleh produsen kamera,” ungkap Agung

fotografer

Mirrorless sedang naik daun. Simak tiga produk jagoannya di sini

Menyikapi teknologi baru sebagai jawaban, kalimat persetujuan datang dari fotografer perempuan Aleta Thesia yang mengatakan, jika dulu kamera bagus hanya bisa dimiliki oleh orang-orang di kelas tertentu, namun perkembangan teknologi saat ini memungkinkan lebih banyak orang yang dapat memiliki kamera DSLR atau mirrorless. Namun kendati beberapa pihak sudah menyarankan Aleta untuk beralih ke mirrorless, ia tetap memilih Canon DSLR 6D, karena menurutnya ideal sebagai kamera full frame dan ringan.

Dewa Made Krisna Adhi Sanjaya sendiri menilai, perkembangan teknologi dunia kamera sejatinya diimbangi dengan kemampuan seni yang memadai. “Jadi secanggih apa pun alatnya yang digunakan, kalau kita sudah punya ciri khas atau taste seninya sendiri, pasti kita punya perbedaan (ciri khas) masing-masing,” jelas Krisna.

Maka tak heran, apa pun kamera yang digunakan para peserta Smile Bali Photo Hunting & Contest saat itu, semua orang tetap tersenyum dengan bangga, dan acara bisa berlangsung dalam suasana yang menyenangkan.

0 comments