NOW READING

Seberapa Aman Berbelanja di Toko Online?

 2353
+
 2353

Seberapa Aman Berbelanja di Toko Online?

by The Daily Oktagon

E-commerce muncul untuk memberikan kemudahan dalam transaksi jual-beli barang. Namun, beberapa konsumen masih meragukan faktor keamanannya.

Menurut data Kominfo, pertumbuhan toko online (e-commerce) sejak  2006 hingga 2016 meningkat sebanyak 17% dan menurut Bank Indonesia, nilai transaksi e-commerce pada 2014 mencapai 2,6 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp34,9 triliun. Data tersebut menggambarkan bahwa masyarakat Indonesia ternyata senang berbelanja melalui toko online.

Para pembeli dan penjualnya tidak hanya berasal dari kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, tetapi juga dari kota-kota kecil di seluruh Indonesia. Hal ini pun membuktikan bahwa perkembangan teknologi di berbagai daerah pun cukup berkembang. Berbagai situs e-commerce seperti Oktagon.co.id pun terus bermunculan dengan berbagai produk yang ditawarkan pada konsumen.

Foto: Shutterstock.com

Alasan e-Commerce Belum Dipercaya

Wall Street Journal pada 2014 menjelaskan ada dua permasalahan utama yang menyebabkan masih kecilnya minat masyarakat Indonesia untuk berbelanja secara online. Penyebab pertama adalah rendahnya penetrasi kartu debit dan kredit. Sekitar 85% orang Indonesia memiliki mobile phone yang mana setiap bulannya mereka menghabiskan 661 halaman untuk browsing.  Selain itu, mereka pun menggunakan fasilitas internet untuk menjalankan media sosial yang mereka miliki. Hal ini yang menjadi alasan bahwa masyarakat Indonesia membutuhkan edukasi khusus mengenai penggunaan kartu kredit dan debit.

Alasan kedua adalah rasa ketidakpercayaan. Data riset dari Nielsen menyatakan bahwa 60% orang Indonesia masih takut untuk memberikan informasi kartu kredit mereka di internet untuk belanja online, lebih besar dari negara-negara di Asia Tenggara kecuali Filipina. Hal ini didukung juga karena banyaknya kasus penipuan belanja online di Indonesia dialami konsumen.

Sebenarnya Indonesia sendiri memiliki undang-undang yang berkitan dengan konsumen belanja online, seperti pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UU PK) dan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE) yang merupakan turunan dari Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Namun, tingkat ketidakpercayaan ini masih cukup tinggi dari para konsumen.

Foto: Shutterstock.com

Kepercayaan yang Bisa Dikembalikan

Keraguan menjadi konsumen toko online selalu muncul sehingga membuat mereka berpikir berkali-kali apakah toko online tersebut terpercaya atau tidak. Baik itu dari segi barang yang sama persis antara yang ditampilkan di foto dengan barang asli yang dikirim ke konsumen nantinya, maupun sistem pembayaran yang terjamin kerahasiaannya.

Untuk itu, sebagai konsumen perlu memperhatikan setiap informasi secara detail dari toko online tersebut. Yang pertama yang harus diperhatikan adalah situs yang sudah cukup dikenal banyak orang dan memiliki SSL (Secure Sockets Layer). Kemungkinan besar mereka dapat dipercaya baik dari segi harga, barang, juga keamanan dalam berbelanja.

Kedua adalah melihat rating atau testimoni dari konsumen lainnya. Rating yang baik terlihat dari banyaknya jumlah bintang yang didapat dari konsumen, sedangkan testimoni pun dilihat seberapa banyak yang dibagi oleh konsumen yang bersifatnya positif. Ketiga, gunakan rekening bersama untuk sistem pembayarannya. Dengan cara ini, setiap transaksi akan transparan dan dapat kita cek terus setiap saat agar terjamin keamanannya.

Yang keempat, manfaatkan kartu kredit yang sudah dilengkapi dengan perlindungan terhadap penipuan, kiriman yang hilang, dan barang yang rusak serta berbagai masalah lainnya. Hal ini akan jauh lebih aman dibandingkan jika kita membayar melalui kartu debit yang langsung terhubung dengan rekening pribadi.

Kemudian perhatikan setiap hal detail seperti privacy statements (pernyataan soal kerahasiaan data), return policies (kebijakan soal pengembalian barang), terms of agreement (kesepakatan), dan gift cards (voucher hadiah). Yang terakhir, pastikan Anda harus bisa menahan diri agar tidak terlalu banyak berbelanja agar barang yang diterima pun bisa lebih aman dan terjaga sampai di tangan Anda.

Dengan semakin berkembangnya teknologi, kita pun dituntut untuk dapat mengikuti setiap perubahan tak terkecuali pada transaksi ekonomi. Belajar dan menjadikan diri lebih melek teknologi membantu kita untuk lebih cerdas mengoptimalkan pengaturan waktu dan kondisi keuangan.

Artikel ini memberi kiat-kiat aman belanja online.

0 comments