NOW READING

Samsung Galaxy J7 Pro, Jagoan Kandang yang Naik Kelas

 4350
+
 4350

Samsung Galaxy J7 Pro, Jagoan Kandang yang Naik Kelas

by The Daily Oktagon
  • Dirilis pada 2017, Samsung Galaxy J7 Pro diklaim menjadi seri Galaxy J terbaik.
  • Smartphone yang mengusung moniker “Pro” tersebut memang mengusung prosesor Exynos 7870 Octa–prosesor yang sama digunakan Galaxy J edisi 2017.
  • Galaxy J7 Pro diklaim tetap tampil prima berkat sejumlah pembaruan yang bisa dibilang signifikan dan naik kelas. Apakah klaim tersebut benar?

Tak cuma seri flagship Galaxy S, Samsung juga getol memasarkan lini smartphone Galaxy J di Indonesia. Perbedaan paling mencolok tentu soal harga. Jika Galaxy S dibanderol harga cukup tinggi, Galaxy J dilego harga sedikit lebih rendah.

Namun sayang, lini Galaxy J tak mampu mengambil ‘hati’ konsumen saat pertama kali diperkenalkan. Pasalnya, hampir smartphone lini tersebut, dulunya masih mengusung hardware yang terbilang ketinggalan zaman. Sampai-sampai, ada juga yang ‘meledek’ Galaxy J sebagai seri jagoan kandang Samsung.

Samsung pun sepertinya langsung menangkal tanggapan negatif pasar dengan kembali menghadirkan Galaxy J terbaru pada 2017.

Salah satu yang cukup mendapat perhatian khalayak adalah kehadiran Galaxy J7 Pro, yang digadang-gadang menjadi seri Galaxy J terbaik. Smartphone tersebut memang mengusung prosesor Exynos 7870 Octa, yang sama digunakan “saudaranya”, Galaxy J edisi 2017.

Namun jangan langsung ambil kesimpulan dulu, Galaxy J7 Pro diklaim tetap tampil prima berkat sejumlah pembaruan yang bisa dibilang “naik kelas”.

Desain Keluar dari Zona Nyaman

Unit yang kami ulas adalah Galaxy J7 Pro warna Gold. Sekilas dilihat dari jauh, smartphone ini justru tampak seperti mengusung warna Pink Gold.

Yang cukup membuat kami terkesan adalah perubahan desain smartphone yang bisa dibilang sedikit keluar dari zona nyaman Samsung. Perubahan paling drastis tampak dari tata ruang dan material pada kover belakang smartphone.

samsung galaxy J7 Pro

Jika Galaxy J7 edisi 2016 masih mengusung material plastik pada kover belakangnya, Galaxy J7 Pro kini benar-benar menggunakan material aluminium dengan konsep unibody pada cover belakang. Hasilnya? Smartphone tampak cantik.

Di cover belakang terdapat garis antena. Namun berbeda dengan garis antena yang biasanya tertoreh horizontal, garis antena Galaxy J7 Pro memiliki lekukan sedikit melengkung sehingga memberikan kesan fleksibel. Kesan visual yang baik ini kian diperkuat dengan tata peletakkan kamera di tengah cover yang tampil rounded dan tak kaku.

Untuk komponen luar, ada satu catatan. Smartphone ini masih mengusung lubang Micro-USB dan belum menggunakan USB-C layaknya pada seri flagship Galaxy S8.

Namun di lain sisi, ada komponen luar yang menjadi nilai tambah, yaitu posisi speaker di pinggir kanan atas. Meski tidak diletakkan di bagian bawah layar seperti smartphone Samsung yang sudah-sudah, speaker tetap menghasilkan kualitas suara jernih.

Beranjak ke bagian depan layar, Samsung memangkas habis pinggir kiri dan kanan layar dan setidaknya membuat layar smartphone terasa lebih lebar.

Galaxy J7 Pro mengusung layar 5,5 inci Full HD Super AMOLED dengan kerapatan piksel 401ppi (pixel per inch). Konfigurasi panel layar tersebut menghasilkan kualitas nyaris sempurna dalam kombinasi tingkat reproduksi warna super tajam dan pekat.

Menggunakan smarthone di luar ruangan pun tidak menjadi masalah karena layar tetap menampilkan tingkat kecerahan yang baik.

Satu hal lagi yang kami suka dari Galaxy J7 Pro adalah fitur layar “Always On Display” seperti yang diusung Galaxy S8, S8+ serta Galaxy Note 8. Fitur tersebut memungkinkan layar smartphone yang mati tetap ‘menampilkan’ layar bertuliskan jam, kalendar, serta daftar notifikasi.

Baca juga: Moto Z2 Play, Makin Andal dan Asyik Bermain dengan Mods

Performa Rata-rata

Kami sudah sebutkan Galaxy J7 Pro dipersenjatai prosesor yang sama dengan Galaxy J7 edisi 2017, yakni Exynos 7870 Octa.

Karena dipacu dengan prosesor yang sama, performa baik dari Galaxy J7 Pro dan J7 edisi 2017 sayangnya tidak menunjukkan perbedaan mencolok. Dan pada kenyataannya, Exynos 7870 bukan prosesor terbaik Samsung.

samsung galaxy J7 Pro

Walau demikian, performa smartphone ini bisa kami bilang cukup memenuhi ekspektasi. Responsitivitas dari tombol smartphone cukup cepat. Apalagi, fitur tekan dua kali pada tombol home yang langsung membuka akses kamera, cukup membantu.

Transisi antar aplikasi terasa fluid berkat tampilan antarmuka Samsung Experience 8.1 yang semakin mapan, ditunjang dengan sistem operasi Android 7.0 Nougat. Pengalaman antarmuka smartphone ini relatif serupa dengan Samsung Galaxy S8, walau tentu S8 masih jawara dalam performa.

Namun sayang, seringkali J7 Pro mengalami lagging yang cukup menganggu saat melakukan browsing di Chrome atau sekadar multitasking (browsing, chatting, dan mendengarkan aplikasi streaming musik).

Lanjut ke performa baterai, performa daya tahannya baik. Baterainya cukup memenuhi kebutuhan, yakni 3.600mAh. Belum lagi, fitur Power Saving Modes mampu membantu daya tahan baterai smartphonesehingga bisa menyala dalam waktu sehari.

Namun Galaxy J7 Pro tidak memiliki opsi Fast Charging yang fungsional sehingga setidaknya butuh waktu dua jam untuk bisa mengisi daya smartphone hingga penuh.

Terlepas dari performa yang seharusnya bisa lebih memenuhi ekspektasi, fitur Samsung Pay kami rasa bisa menjadi ‘penyelamat’ Galaxy J7 Pro. Pasalnya, untuk smartphone Rp 4 jutaan sekelas Galaxy J7 Pro, fitur transaksi cashless belum tentu bisa ada.

Berkat teknologi NFC yang digarap Samsung, smartphone ini bisa digunakan untuk melakukan transaksi cashless dengan praktis via Samsung Pay.

Cari smartphone raja benchmark? Simak ulasan OnePlus 5 di sini.

Kamera Tetap Andalan

Berkat sensor imaging Sony IMX258, kamera Galaxy J7 Pro mampu menjepret dengan kualitas jempolan. Padahal, sensor kamera smartphone ini sama digunakan dengan Redmi Note 4.

Resolusi kamera depan dan belakang memiliki sensor resolusi 13MP, f/1.7, LED flash. Soal software kamera, antarmukanya sama persis dengan Galaxy S8, termasuk opsi untuk membagikan foto ke media sosial dengan mudah.

Beberapa hasil foto tanpa retouch

samsung galaxy J7 Pro

Namun mengambil foto dengan kamera Galaxy J7 Pro terkadang perlu kesabaran, apalagi memotret di waktu malam hari.

Tak semua objek yang dibidik bisa dijepret dalam waktu singkat. Malah seringkali, kamera memakan waktu sedikit lebih lama untuk fokus pada sebuah objek, dan hasilnya malah underexposed. Untuk bisa menanggulangi isu ini, kami coba dengan mengaktifkan fitur HDR secara manual.

Untuk kinerja kamera depan dengan tingkat resolusi sekelas 13MP, juga cukup memuaskan. Hasilnya cukup tajam dan tidak menampilkan noise berlebih.

Fitur lain yang cukup layak dicoba adalah fitur Beautification yang diklaim bisa membuat pengalaman selfie dan live vlogging menjadi lebih fun.

Secara kesimpulan, Galaxy J7 Pro adalah smartphone dengan performa rata-rata yang naik kelas dari segi desain dan fitur. Smartphone ini rasanya cocok bagi Anda yang hendak membeli perangkat harga kelas menengah, tapi tetap mengutamakan sisi desain dan fitur pembayaran cashless seperti Samsung Pay.

Bagi yang ingin membeli smartphone dengan kualitas kamera depan yang oke untuk vlogging, smartphone ini pun tetap jadi rekomendasi utama.

Dua smartphone jago motret adu kemampuan. Siapa yang menang? Simak artikel ini.

0 comments