NOW READING

Samsung Galaxy J7+, Performa Jawara untuk Smartphone Kelas Menengah

 1190
+
 1190

Samsung Galaxy J7+, Performa Jawara untuk Smartphone Kelas Menengah

by The Daily Oktagon
  • Samsung mengklaim, Galaxy J7+ adalah smartphone paling berbeda di segmen menengah dibanding seri lainnya, lantas apa yang membuatnya berbeda?
  • Beberapa fitur unggulan yang membuat Galaxy J7+ menjadi ‘one of a kind‘ adalah kehadiran kamera utama ganda dan performa di atas rata-rata standar kelas menengah.
  • Dengan banderol Rp4.999.000, pengguna malah bisa mendapatkan pengalaman seperti menggunakan smartphone premium Samsung di kisaran harga Rp7 juta ke atas.

Bicara soal seri smartphone Android, Samsung boleh jadi jagoannya. Bayangkan, hampir lebih dari lima tahun raksasa teknologi ini sudah lebih merilis banyak lini smartphone, mulai dari kelas bawah, menengah, hingga premium.

Semakin ke sini, Samsung memang ‘mengerucutkan’ lini smartphone-nya. Dalam setahun, mungkin cuma ada beberapa lini yang diumumkan. Selain lini Galaxy S untuk seri flagship, Samsung juga tetap memanjakan pengguna smartphone berlayar besar dengan seri Galaxy Note.

Dan untuk seri kelas menengah, Samsung menghadirkan seri Galaxy J. Yang terbaru adalah Galaxy J7+. Samsung mengklaim, Galaxy J7+ adalah smartphone paling berbeda di segmen menengah dibanding seri lainnya, lantas apa yang membuatnya berbeda?

Pertama, Galaxy J7+ adalah smartphone kedua Samsung yang hadir dengan kamera utama ganda setelah Galaxy Note 8. Kedua, smartphone ini juga diklaim memiliki performa terbaik di kelas menengah. Jika merujuk pada spesifikasi, dapur pacu smartphone justru ditopang dengan ‘jeroan’ kelas menengah.

Lantas, apa memang benar performa Samsung Galaxy J7+ sesuai dengan yang sudah digembar-gemborkan belakangan ini? Untuk membuktikannya, simak ulasan mendalam Galaxy J7+ bersama The Daily Oktagon berikut ini.

Desain Unibody nan Seksi, Infinity Display Absen

Secara desain, Galaxy J7+ mengusung penyegaran total. Kali ini, smartphone menampilkan desain unibody yang lebih rounded.

Layar Galaxy J7+ memang sekilas tampak penuh ala nyaris tanpa bezel (bezeless). Akan tetapi, nyatanya Samsung tidak mengikutsertakan desain layar bezeless Infinity Display pada smartphone yang satu ini.

smartphone

Sebagai ganti, resolusi layar berukuran 5,5 inci tersebut sudah dibekali panel SuperAMOLED Full-HD dengan padanan warna pekat dan crispy.

Dengan harga Rp4.999.000, smartphone tersebut seharusnya bisa mengadopsi layar bezeless. Sebab pada kisaran harga ini (atau malah di bawahnya), pesaing Galaxy J7+ seperti Huawei Nova 2i dan LG Q6 malah sudah mengadopsi layar bezeless.

Simak ulasan laptop 2-in-1 Lenovo Yoga 920 di tautan berikut ini

Pada bagian bawah, ada tombol home fisik. Di kiri dan kanannya ada dua tombol kapasitif untuk navigasi. Aksen ini jelas menguatkan citra desain klasik Samsung yang kembali pada seri modern seperti Galaxy J7+.

Sekadar informasi, tombol home juga dapat berfungsi sebagai sensor fingerprint. Membuka smartphone dengan metode tersebut pun cepat dan cuma membutuhkan waktu sekitar 0,5 detik saja.

Adapun untuk tombol lain seperti tombol power ada di sebelah kanan, sedangkan tombol volume bertengger rapih di sebelah kiri. Untuk bagian bawah, ada port charger USB Type-A dan tak lupa port audio yang ada di sebelah kanannya.

smartphone

Galaxy J7+ menariknya juga telah didukung asisten virtual eksklusif Bixby. Namun, tidak seperti pada Galaxy S8 yang memiliki tombol khusus untuk mengaktifkan Bixby, tombol tersebut justru absen pada Galaxy J7+

Beranjak ke bagian belakang, kover belakang smartphone dibalut dengan material logam yang membuatnya tampak lebih mewah. Pada bagian atas dan bawah, terdapat garis panel antena. Tak lupa kamera ganda ada di tengah dilengkapi dengan ikon khas Samsung.

Kualitas Kamera Ganda yang Memuaskan

Meski diklaim untuk kelas menengah, bukan berarti kualitas kamera ganda Galaxy J7+ diragukan. Setelah menjajal kamera utama ganda smartphone ini dalam berbagai kondisi, hasilnya tetap memuaskan dan bahkan ada beberapa foto yang kualitasnya kami bisa samakan dengan jepretan DSLR.

Sekadar informasi, kamera utama ganda Galaxy J7+ terdiri dari lensa 13MP dengan aperture f/1.7 dan yang satunya lagi lensa 5MP dengan aperture f/1.9. Dua lensa kamera bisa menciptakan foto dengan efek bokeh atau dengan istilah yang disebut Samsung dengan nama “Live Focus.”

Bermain dengan kamera ganda Galaxy J7+ sangat menyenangkan. Pasalnya, efek bokeh yang diciptakan dua lensa kamera utama smartphone ini benar-benar realistis dan menyatu dengan latar dan objek.

Jika beberapa smartphone lain efek bokehnya masih belum terlalu ‘menyala’ dan tampak terlalu dipaksakan, kami berani jamin kualitas bokeh foto jepretan Galaxy J7+ lebih baik tiga kali lipat dibanding pesaing-pesaingnya. Warnanya alami dan nyata, begitu pun dengan ketajaman detail objek yang diperlihatkan.

Simak juga apa saja kehebatan smartphone gaming premium, Razer Phone, di tautan ini.

Membingkai momen dalam modus malam dan HDR pun tak jadi perkara besar bagi Galaxy J7+. Foto yang dihasilkan tetap stabil dan terang berkat dynamic range yang lebih baik.

Untuk lebih lengkap, Anda bisa lihat jepretan Galaxy J7+ dalam berbagai modus di bawah ini:

smartphone

smartphone

smartphone

smartphone

smartphone

Adapun kamera depan Galaxy J7+ juga tak kalah bagus. Harus diakui, Samsung untuk kali ini benar-benar adil ‘memperlakukan’ kedua kamera depan dan utama dengan hasil foto yang memuaskan.

Kamera depan smartphone tersebut mengusung resolusi 16MP dengan Flash LED. Mengambil foto selfie pun lebih menyenangkan karena hasilnya juga tampak kian natural dan lebih profesional berkat efek bokeh yang juga diciptakan. Berikut hasilnya:

smartphone

Antarmuka Minimalis, Kaya Fitur

Untuk perangkat lunak, Galaxy J7+ terbilang cukup up-to-date dan mengikuti sistem operasi terkini, yaitu Android Nougat (7.1) dengan tampilan antarmuka khas Samsung yang mirip dengan Galaxy Note 8.

Antarmuka Galaxy J7+ sangat minimalis dan mudah digunakan. Transisi antar aplikasi terasa halus dan fluid. Selain itu, smartphone juga dilengkapi fitur Samsung premium berkat antarmukanya, seperti fitur Always On Display, Dual Messenger, serta fitur Game Launcher yang akan ‘mematikan’ notifikasi saat pengguna asyik bermain game.

Smartphone pun didukung dengan aplikasi Samsung Health yang memudahkan pengguna mengatur kondisi aktivitas fisik untuk menjaga stamina dan kebugaran sehari-hari.

Performa Lampaui Standar Kelas Menengah

Angkat empat jempol untuk soal performa Galaxy J7+. Meski dibekali komponen dapur pacu kelas menengah, saat kami menggunakannya selama lebih dari satu bulan, terbukti tak ada kendala serius.

Tidak ada lagging saat melakukan multitasking, hingga tak ada isu kehabisan baterai lebih awal. Dengan begitu, tak berlebihan menyebut performanya justru di atas rata-rata standar seri kelas menengah.

Dipersenjatai MediaTek Helio P25 octa-core dengan RAM 4GB, smartphone sudah bisa berjalan mulus tanpa ada hambatan yang mengganggu.

Saat melakukan aktivitas multitasking seperti browsing, main game mobile, edit foto, chatting, serta menonton video streaming dalam sehari-hari, smartphone tetap berjalan lancar meski memang ada sedikit keterlambatan transisi saat beranjak masuk ke aplikasi lain.

Bermain game di Galaxy J7+ juga kami rasa menjadi salah satu keunggulan terbaik smartphone tersebut. Dengan layar yang cukup besar dan bodi smartphone yang enak dipegang, bermain game pada smartphone ini menciptakan pengalaman yang seru.

Terlepas dari kelebihan yang dirasakan, salah satu kekurangan Galaxy J7+ adalah memori internal smartphone yang justru kami nilai kecil. Memori internalnya cuma 32GB, mau tak mau pengguna harus memanfaatkan kapasitas eksternal dengan microSD.

Terakhir untuk urusan baterai, walau baterai Galaxy J7+ ‘cuma’ 3.000mAh, pada kenyataannya performa daya smartphone ini bisa bertahan lama hinggga 8,8 jam dalam satu hari, dengan kondisi penggunaan normal seperti browsing, chatting, nonton video streaming, atau bermain game yang tak terlalu berat.

Lihat juga ulasan OPPO F5, smartphone dengan kamera selfie yang cerdas di artikel ini.

Jika dibandingkan dengan pesaingnya seperti Mi A1, Moto G5s Plus dan Huawei Nova 2i, Galaxy J7+ bisa jadi jawara. Saat kami menguji perbandingan daya, Mi A1 cuma mampu bertahan 8 jam, sedangkan Moto G5s Plus cuma 7,3 jam, dan Huawei Nova 2i hanya mampu bertahan 8,3 jam saja.

Secara keseluruhan, Galaxy J7+ adalah smartphone kelas menengah dengan fitur yang sebetulnya ada di atas standarnya sendiri. Ini justru menjadi kelebihan utama Galaxy J7+ jika dibandingkan dengan pesaing-pesaingnya.

Jadi, tak ada salahnya merogoh dana hingga Rp5 juta, toh meski di atas kertas spesifikasi Galaxy J7+ kelas menengah, faktanya Anda akan mendapatkan performa smartphone premium harga Rp7-8 jutaan.

0 comments