NOW READING

Runwheel Indonesia, Komunitas Hoverboard yang Cinta Lingkungan

 1489
+
 1489

Runwheel Indonesia, Komunitas Hoverboard yang Cinta Lingkungan

by The Daily Oktagon
  • Hoverboard sudah mulai akrab di kalangan masyarakat. Bahkan, ada komunitasnya. Salah satunya adalah komunitas Runwheel Indonesia.
  • Komunitas ini ingin membawa mindset bahwa menggunakan hoverboard itu tidak berbahaya, melainkan menyehatkan dan ramah lingkungan.
  • Komunitas terbentuk karena di Indonesia sudah ada pengguna hoverboard namun belum memiliki wadah untuk mengetahui seluk beluk penggunaannya.

Jika generasi 90-an punya autopad (skuter mini), generasi Z yang hidup dan tumbuh di era sekarang ini justru punya kendaraan yang lebih canggih, yakni hoverboard.

Sekilas mendengar kata hoverboard, mungkin yang tercetus di dalam pikirian adalah kendaraan fiktif milik karakter Marty McFly yang muncul di film Back to The Future II. Namun kini, kendaraan tersebut benar-benar ada. Bahkan, hoverboard bukan dianggap perangkat asing lagi oleh masyarakat.

Hoverboard sendiri sebetulnya menyerupai kendaraan seperti skateboard atau papan seluncur. Bedanya, ia digunakan secara horizontal dan sejatinya bisa melayang. Pada kenyataannya, hoverboard yang banyak dijual di pasaran justru masih mengusung dua roda, atau juga kerap disebut electric unicycle.

Di Indonesia sendiri, hoverboard sudah akrab di kalangan masyarakat. Bahkan, ada komunitasnya. Dari beberapa komunitas hoverboard anak bangsa, yang paling sering bergaung adalah komunitas Runwheel Indonesia.

Seperti apa keasyikan komunitas Runwheel Indonesia? Simak ulasannya ini.

Anti Mainstream

Kepada The Daily Oktagon, ketua komunitas Runwheel Indonesia Eri Surya Ananta mengatakan, komunitas terbentuk karena di Indonesia sudah ada pengguna hoverboard namun belum memiliki wadah untuk mengetahui seluk beluk penggunaannya.

Ia pun tak menampik jika awal dibentuknya komunitas ini juga tak lepas dari keisengan semata. “Hoverboard itu kan baru hype di Indonesia awal 2015. Sebetulnya di luar negeri sendiri—khususnya di Amerika Serikat—sudah lebih lama dari itu. Jadi kita waktu itu tertarik ingin menjajal hoverboard tapi masih meraba-raba cara penggunaannya,” kata Eri.

Eri menjelaskan, medan hoverboard di ibukota sendiri tidak dapat diprediksi. Kebanyakan, jalan terbuat dari aspal. Karena itu, sayang bagi orang yang terlanjur beli hoverboard tapi tidak diedukasi cara penggunaannya.

Barulah ia terpikir untuk membentuk komunitas hoverboard yang awalnya menjadi sarana edukasi bagi para anggota.

“Saya sendiri sebetulnya penasaran dengan hoverboard ini. Akhirnya saya beli Runwheel—hoverboard buatan Taiwan—dan mencobanya. Waktu itu juga yang punya belum banyak. Daripada beli tapi tidak tahu dipakai buat apa, akhirnya saya bentuk komunitas pada 7 Juni 2015,” kenang Eri.

Hingga kini, komunitas Runwheel Indonesia memiliki sejumlah platform sebagai wadah bersosialisasi. Yang paling banyak diikuti adalah Instagram, dengan jumlah 32 ribu followers. Sementara, anggota Runwheel Indonesia sendiri kini sudah mencapai lebih dari 100 orang.

Komunitas Runwheel Indonesia ingin membawa citra hoverboard sebagai kendaraan yang unik dan anti mainstream. Bahkan, mereka ingin memboyong mindset akan hoverboard yang tadinya riskan dan berbahaya, menjadi lebih berguna dan praktis.

Selain itu, hoverboard juga ramah lingkungan karena hanya menggunakan baterai dan tidak sama sekali menggunakan bahan bakar. “Pakai hoverboard itu sama saja seperti jalan kaki, keseimbangan kita harus teratur dan gerakan kinetik juga pasti dibutuhkan. Selain itu, nggak ada bahan bakarnya. Jadi pasti nggak ada polusi,” terang Eri.

Intip komunitas pencinta game lain di sini

Kerap Beraksi di CFD

Terkait kegiatan, tentu komunitas Runwheel Indonesia sering mengadakan pertemuan rutin.

Diungkap Eri, komunitasnya selalu mengadakan kegiatan di setiap akhir pekan, khususnya di acara Car Free Day (CFD) yang diadakan di jalan protokol Jenderal Sudirman, atau juga di kawasan Gelora Bung Karno (GBK).

Di situ, mereka juga melakukan showcase untuk memperlihatkan cara menggunakan hoverboard dengan baik dan benar. Tak jarang pula, para anggota komunitas bahkan sering bertukar hoverboard yang mereka punya. “Tujuannya supaya nggak bosen sama (hoverboard) yang itu-itu aja,” ceplos Eri.

Selain ingin memperlihatkan metode penggunaan hoverboard, tujuan dari showcase juga ingin meminjamkan hoverboard kepada masyarakat. Ini ditujukan sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat agar mereka bisa merasakan seperti apa asyiknya menggunakan hoverboard. Jika tertarik, mereka bahkan bisa bergabung pada saat itu juga meski belum punya hoverboard.

Terkait hoverboard yang laris di pasar Indonesia, Eri membeberkan ada dua jenis, yaitu tipe GX dengan roda dua. Harganya ada di kisaran Rp 6 juta. Dan yang paling mahal, biasanya dipatok sampai Rp 20 jutaan.

“Ini paling banyak diminati karena sangat mudah digunakan berbagai kalangan usia, ia bisa dipakai anak kecil sampai orang tua dengan berat badan 30 kilogram sampai 100 kilogram,” ujarnya.

merekam aksi bermain hoverboard dengan drone? Coba baca ulasan drone satu ini

Peran Multifungsi

Walau belum bisa menggantikan kendaraan konvensional seperti motor, Eri optimistis jika hoverboard kelak akan digunakan banyak orang. Pasalnya, kendaraan ini memiliki peran multifungsi yang berguna.

Hal tersebut diamini oleh salah seorang anggota Runwheel Indonesia, Nur Aulia. Ia mengaku kepincut hoverboard bukan karena modal canggih saja, namun banyak fungsi yang sebetulnya bisa digunakan dalam kegiatan sehari-hari.

“Saya memang tertarik menggunakan hoverboard sebagai kendaraan utama. Hitung-hitung pengganti jalan kaki, namun tetap sehat juga,” kata Aulia, sapaan akrabnya.

Aulia mengaku, ia selalu memakai hoverboard saat berpergian ke supermarket di dekat rumahnya dan bahkan saat bertemu dengan teman-teman. Meski butuh effort lebih, ia tidak merasa terbebani sama sekali. Malah, Nur merasa upaya menggunakan hoverboard adalah bentuk antisipasi pemanasan global.

Mahasiswi universitas di kawasan Depok ini pun berharap, ke depannya makin banyak orang terbiasa dengan penggunaan hoverboard. Ia tahu, harga kendaraan ini memang tidak murah.

“Walau demikian, semoga saja ada vendor-vendor hoverboard bisa menggarap kendaraan dengan harga yang lebih miring, namun tetap hadir dengan fitur lengkap dan tentunya aman untuk digunakan,” pungkasnya.

Tertarik menggunakan hoverboard? Produk semacam Cognos Onix Segway Balance Wheel 6.5 dapat menjadi pilihan. Namun untuk dapat mahir menggunakannya, tentu bisa menjadi alasan Anda untuk bergabung dengan komunitas hoverboard yang ada seperti Runwheel Indonesia.

Cari gadget unik lain seperti sepeda listrik? Simak artikel ini

0 comments