NOW READING

Rambu-rambu Memotret di Konser Tanpa Mengganggu Penonton Lain

 705
+
 705

Rambu-rambu Memotret di Konser Tanpa Mengganggu Penonton Lain

by The Daily Oktagon
  • Semua pengunjung konser ingin memotret aksi panggung yang ciamik.:
  • Ingin selalu eksis boleh saja, tapi perhatikan juga rambu-rambu untuk mengambil gambar saat konser sedang berlangsung.
  • Jika membawa kamera yang lebih canggih dari kamera ponsel, memory card cadangan dan lensa zoom bisa menjadi pertimbangan.

Bayangkan saat menonton sebuah konser penyanyi favorit yang sudah lama dinantikan, lalu pandangan terhalang tangan-tangan yang sibuk mengacungkan smartphone dan kamera. Mengganggu? Sudah pasti! Akvititas yang mengganggu penonton lain itu memang menyebalkan, tapi jangan lupa, kita sendiri juga (mungkin) melakukannya.

Seiring perkembangan era digital, setiap orang kini memang bisa mengambil foto di mana saja dan kapan saja dengan gadget-nya. Studi yang dimuat dalam Journal of Personality and Social Psychology, 2016, juga menemukan hal menarik dari perihal mengambil foto ini. Studi tersebut menyatakan bahwa memotret bisa meningkatkan keterlibatan saat menikmati pengalaman positif. Efeknya, tentu membuat orang tersebut menjadi lebih gembira. Tak heran, saat konser musik dimulai, semua orang sibuk memotret.

Apalagi, foto dan video potongan konser itu ibaratnya menjadi ‘barang bukti’ keeksisan dan biasanya langsung diunggah di media sosial. Di sisi lain, mengambil gambar dan video di tengah konser yang sedang berlangsung memang menjadi tantangan tersendiri karena ada etikanya.

 

Foto: Shutterstock.com

1. Aturan Tiga Lagu

Pernah mendengar tentang aturan tak tertulis untuk memotret di tiga lagu pertama yang biasa dilakukan oleh para fotografer profesional? Nah, aturan ini memang sebaiknya diterapkan. Mengapa di tiga lagu pertama? Biasanya penampilan di atas panggung akan menggebrak di awal, sehingga menjadi momen yang tepat untuk diabadikan. Selain itu, setelah mendapatkan foto ciamik, Anda bisa menyimpan smartphone atau kamera digital, menikmati konser seutuhnya dan tak mengganggu die-hard fans di belakang Anda.

2. Jangan Gunakan Flash

Lampu flash yang menyilaukan adalah hal yang sangat mengganggu terutama di kegelapan saat konser musik berlangsung. Percayalah, lampu flash sekuat apapun dari smartphone tidak akan bisa menghasilkan foto konser yang bagus dan jernih. Namun jangan khawatir. Ada triknya! Matikan flash smartphone, lalu posisikan angle terbaik di layar smartphone, tunggu saat lampu panggung menyala terang, lalu foto! Hasil foto akan jauh lebih bagus dan Anda tak mengganggu orang lain.

 

Foto: Shutterstock.com

3. Siapkan Aplikasi

Masih mengandalkan fitur edit foto di Instagram? Lupakanlah! Sebelum konser, unduhlah beberapa aplikasi kamera dan foto di smartphone. Foto-foto konser yang gelap atau standar akan menjadi luar biasa artistik dengan sedikit polesan dari aplikasi foto. Anda juga tak perlu bolak-balik mengambil foto demi mendapatkan hasil yang bagus karena foto masih bisa diedit setelah konser selesai.

4. Perlengkapan Perang

Jika ‘persenjataan’ untuk memotret konser lebih canggih dan bukan hanya mengandalkan smartphone, pastikan kamera digital Anda memiliki beberapa hal berikut.

  • Syarat pertama adalah ukurannya kecil dan ringan. Kamera yang compact akan bisa dioperasikan satu tangan dan tidak menghalangi pandangan penonton konser yang lain. Pun, mudah dikantungi. Jangan pernah berpikir memotret menggunakan tablet atau iPad. Sangat mengganggu!
  • Pastikan juga kamera memiliki jarak zoom yang bisa menjangkau panggung.
  • Tidak lemot. Kamera yang lamban membuat Anda ketinggalan momen dan harus memotret berkali-kali, ini berarti meningkatkan risiko penonton lain terganggu.
  • Pastikan memory card sudah dikosongkan sehingga tak perlu menghapus data foto sebelumnya lantaran kamera tak bisa menampung foto lagi.
  • Pilih juga kamera dengan bukaan lensa yang besar dan ISO tinggi karena lebih bisa diandalkan untuk memotret dalam kondisi pencahayaan minim atau gelap.
0 comments