NOW READING

Rahasia di Balik Fotografi Keren di Konser Musik

 3039
+
 3039

Rahasia di Balik Fotografi Keren di Konser Musik

by The Daily Oktagon
  • Membuat foto-foto ciamik dari konser musik dengan kamera DSLR mungkin memang tak mudah, tapi bukan berarti mustahil.
  • Mode manual cocok untuk mengambil memotret acara konser dimana pencahayaan tak menentu dan kadang sangat minim.
  •  Fitur white balance membantu kamera untuk mengenali warna yang tepat dan merekam warna obyek secara tepat dalam kondisi pencahayaan apa pun.

Saat menonton konser musik dan melihat beberapa orang membawa kamera DSLR, mungkin dalam hati Anda iri setengah mati. Iri karena ‘hanya’ menenteng smartphone sebagai perlengkapan perang untuk mengabadikan momen keren di atas panggung.

Namun jangan dulu sedih. Mereka yang mengusung kamera DSLR seperti Nikon atau Canon untuk memotret konser musik juga belum tentu bisa berhasil mendapatkan hasil foto bagus. Tak percaya? Coba saja bawa kamera DSLR dan memotret di tengah hiruk pikuk konser. Pasti tak semudah membalikkan telapak tangan.

Kendati demikian, jangan khawatir. Kalau Anda termasuk newbie di dunia fotografi musik, ada beberapa rahasia yang harus diketahui demi menghasilkan foto yang keren!

 

Foto: Shutterstock.com

Ambil Foto dengan Pengaturan RAW

Pengaturan RAW ini pasti ada di kamera saku tingkat lanjut (prosumer) dan DSLR, bahkan pada Sony dan Pentax. Menggunakan pengaturan RAW ini akan membuat kita mendapatkan kualitas gambar terbaik dan juga lebih fleksibel untuk diedit di kemudian hari. Ibaratnya negatif film, foto dalam format RAW ini tidak dikompresi sehingga gambar lebih tajam dan detil, metadata pun lengkap. Di sisi lain, ukuran file foto RAW memang dua sampai tiga kali lebih besar daripada format JPG sehingga pastikan memory card di kamera cukup besar.

Pengaturan Manual

Mengambil gambar menggunakan mode manual adalah cara termudah untuk mengontrol eksposur yang dapat mempengaruhi hasil foto. Bisa juga untuk mengatasi backlight yang biasanya terjadi dalam konser dan rentan menghasilkan foto gelap atau hanya siluet saja. Pengaturan manual juga digunakan untuk menaklukkan kontras gelap-terang dan sulit diukur mode otomatis kamera. Di sisi lain, jika ingin menghasilkan foto artistik saat konser, pengaturan manual memang sangat tepat karena Anda justru bisa mendapatkan foto bagus dari pencahayaan yang over-exposed atau under-exposed.

 

Foto: Shutterstock.com

White Balance Otomatis

Sebagai pencinta fotografi dan cukup akrab dengan kamera, istilah white balance tentu sudah tak asing lagi. Fitur ini mengadopsi cara kerja mata. Mata telanjang kita bisa dengan cepat mengenali dan beradaptasi perubahan warna cahaya, sehingga bidang berwarna kuning akan tetap berwarna kuning. Namun belum tentu kamera bisa tetap mengenali warna kuning tersebut. Perubahan cahaya membuat warna yang ditangkap kamera bisa menjadi putih atau malah coklat. Nah, penggunaan white balance otomatis akan membantu kamera mengenali dan merekam warna obyek secara tepat dalam kondisi pencahayaan apa pun.

Menggenjot ISO

Gunakan ISO yang tinggi! Ini adalah cara terbaik untuk mengatasi pencahayaan yang minim. Namun jangan kaget jika muncul noise yang biasanya timbul karena penggunaan ISO tinggi. Kendati demikian, mengakali noise dengan aplikasi pengedit foto masih lebih mudah ketimbang Anda mendapati gambar yang goyang dan blur. Jadi pastikan kamera sudah diatur dengan ISO tinggi, otomatis maupun manual.

Selamat hunting foto keren di konser!

0 comments