NOW READING

Praktis Memotret Makanan dengan Kamera Mirrorless

 4557
+
 4557

Praktis Memotret Makanan dengan Kamera Mirrorless

by The Daily Oktagon

Melihat foto makanan memang memberikan sensasi tersendiri. Terlebih, dengan maraknya tren foto makanan di berbagai media sosial saat ini, serta hadirnya kamera mirrorless yang memungkinkan pengambilan foto makanan yang lebih mudah dengan hasil lebih maksimal.

Maka, Oktagon berkerja sama dengan The Foodie Magazine, Hotel Fairmont, mengadakan workshop bertajuk “Food Photography Mirrorless Camera”, pada 28 November lalu. Bertempat di Hotel Fairmont Jakarta, dengan menghadirkan pembicara fotografer makanan dan hotel, Himawan Sutanto. Menurut Himawan, penggunaan kamera mirrorless bisa dianggap seperti naik satu level dari kamera smartphone.

Artikel ini mengajak Anda mempelajari dan menggali cara praktis memotret makanan dengan kamera mirrorless. Yuk, simak ulasan berikut.

img_3612

Compact

Dengan ukuran yang relatif compact dibandingkan kamera DSLR, mirrorless relatif mempunyai kemampuan standar depth of field, baik dari sisi ketajaman dan blur yang baik, sehingga menghasilkan kinerja selected focus yang memadai.

“Sementara kamera smartphone rata-rata menggunakan kamera wide sehingga objek cenderung tajam semua,” kata Himawan.

Dynamic Range

Kemampuan dynamic range di kamera mirrorless sangat lebar karena adanya sensor yang besar. “Antara highlight dan titik paling gelap, mirrorless relatif mampu menangkap lebih banyak dibandingkan kamera smartphone,” ucap Himawan.

Sehingga, kata dia, detail dan gradasi dapat ditangkap lebih bnayak oleh mirrorless. Dengan menggunakan cahaya sedikit pun, kualitas foto yang dihasilkan lebih baik dari kamera smartphone.

Connectivity

Zaman sekarang, orang ingin langsung terhubung. Mirrorless saat ini sudah bisa langsung terkoneksi dengan smartphone, dan bisa ditransfer dalam ukuran file yang memadai. Hal yang patut diingat, sebaik apa pun kamera yang dimiliki, Himawan tetap memberikan beberapa syarat sehingga hasil jepretan dapat maksimal. Apa saja itu? Simak poin-poin di bawah ini.

Sebelum lanjut, baca dulu artikel menarik ini, Tips Food Photography Ala Himawan Sutanto

1. Light

Fotografi dan cahaya sangat erat hubungannya. Cahaya bisa membuat dimensi dan memberikan tekstur. Sebuah foto makanan akan menggugah selera karena menampilkan tekstur makanan dengan baik, sehingga siapa pun yang melihatnya mungkin berkata, “Rasanya sepertinya enak, atau renyah sekali kelihatannya,”ujar Himawan yang pernah menangani berbagai brand besar seperti Unilever, Indofood, dan Grand Hyatt.

Himawan memberi tips agar fotografer bisa memainkan main light alias cahaya utama dengan bayangan. Tanpa adanya shadow, maka makanan akan terlihat flat. Dia menganjurkan agar banyak memainkan back light atau side light.

“Ketika cahaya datang dari belakang atau samping, akan memberikan highlight di sekitar benda,” kata Himawan . Adapun teknik memainkan cahaya bisa dikategorikan dalam tiga macam:

  • Direct light. Penggunaan cahaya ini bisa digunakan, namun biasanya membuat kesan foto terlalu keras.
  • Diffuse light. Cahaya yang sama, namun diberikan diffuser. Tidak harus memakai screen diffuser yang bagus, tetapi bisa menggunakan kain putih atau kertas kalkir. Sesuatu yang sedikit menahan cahaya langsung.
  • Cut light. Cahaya ditahan atau dibelokkan dengan karton warna hitam, agar arah cahaya bisa lebih tertuju pada sebuah area atau benda. Jika bertemu dengan makanan yang didominasi warna putih atau cenderung memantul, penggunaan cut light dapat membantu sehingga makanan masih bisa terlihat teksturnya.

Memainkan cahaya dengan tiga jenis penerangan ini, menurut Himawan bisa memberikan sentuhan mood. Direct light misalnya bisa membuat efek “pagi hari”.

“Sementara diffuse light relatif untuk siang hari dan cut light cenderung untuk mood di sore hari,” ujar Himawan. Namun, dia tidak menampik jika ketiga permainan cahaya ini pun bisa dikombinasikan dalam sebuah foto sehingga menghasilkan gambar yang lebih dramatis.

Top 3 Food Photography Finalist

Workshop pun tidak hanya berisi materi yang disampaikan Himawan. Para peserta juga diberi kesempatan untuk mencoba memotret makanan yang telah dipersiapkan menggunakan kamera mirrorless. Berbekal tips yang diberikan Himawan sebelumnya, para peserta pun selama lima menit secara bergantian memotret berbagai hidangan yang disiapkan hotel Fairmont. Berikut tiga besar foto terbaik peserta.

img_3629
Edwin Marvin
. “Awalnya coba ambil angle dari samping, tetapi karena kondisi background terkesan banyak “bocor”, akhirnya saya ambil top angle,” ujar Edwin. Dia melanjutkan, ecara lighting juga tidak mau terlalu terang, sehingga warna alas kayu yang kecoklatan masih bisa menyatu dengan makanan.

edmarvinz

Hasil fotonya bisa Anda lihat melalui akun Instagram edmarvinz.

Ika Rahma. Memainkan dimensi dari piring makanan yang persegi panjang dan properti yang disediakan seperti paprika dan tomat. Memilih menggunakan top layer, dan adanya view finder yang bisa dimiringkan sehingga memudahkan untuk memotret.

dapurhangus

“Reflector diletakan bersebarangan dengan titik cahaya yang datang dari depan, sehingga penerangan bisa lebih lembut,” ujar dia.

Yuk, langsung lihat fotonya melalui akun dapurhangus.

Andre Binarto. Awalnya, dia ingin memakai top angle. Namun, hasilnya tidak terlalu menarik sehingga justru membuatnya dengan eye level 45 derajat. Menggunakan mirrorless ternyata tidak ribet.

andrebinarto

“Pertama kali saya menggunakan kamera ini, relatif tidak terlalu susah melakukan pengaturannya,” ucap Andre. Anda bisa lihat fotonya di akun andrebinarto.

Sementara peserta lain yang masuk dalam 10 besar juga turut berkomentar:

Rivam

Sebelumnya ia pernah menggunakan kamera mirrorless walau berbeda merek dari yang digunakan saat praktik. Relatif tidak banyak kesulitan menggunakan kamera, relatif waktu itu hanya agak bingung mengatur white balance.

rivampir
“Saya coba ambil angel dari samping utk memperlihatkan depth of field sehingga agak kabur di background”. Lihat fotonya di akun rivampir.

Hamidahsyari

Hami biasa menggunakan DSLR. Kalau dari pengalaman praktik ini, ia menilai mirrorless lebih ringkas untuk setting-nya. Hasilnya juga bisa bersaing dengan DSLR.

hamidahsyari
“Saya coba ambil dari eye level, karena kuenya mempunyai lapisan sehingga saya pikir harus ditonjolkan daripada kalau diambil dari atas”. Hasil fotonya ada di akun hamidahsyari,

Lilianti

Ia menyayangkan setiap peserta hanya diberi waktu lima menit, jadi ia merasa kurang optimal. Kamera mirrorless sendiri relatif amat mudah digunakan, padahal sebelumnya ia tidak pernah memakai kamera jenis ini. “Yang menjadi perhatian saya waktu memotret lebih ke background-nya yang kurang menarik dan bentuk makanan yang pendek-pendek, sehingga saya memutuskan mengambil foto dengan top angle“.

Nah, Anda juga bisa melihat hasil karya menarik peserta lainnya, melalui akun Instagram berikut, nzrt, adindarizaa, theomator, dan monica_ca_. Tentu sudah tidak sabar ingin mendapatkan hasil menarik seperti para peserta event ini, kan? Yuk, langsung coba!

Siapkan kamera dengan spesifikasi terbaik agar hasil foto Anda sempurna, yuk baca ulasan berikut, Olympus OM- D E-M 10 Mark II, Kamera Wajib Bagi Para Fotografer Baru

0 comments