NOW READING

Pinot Ichwandardi, Duet Analog dan Digital dalam Karya Visual

 52
+
 52

Pinot Ichwandardi, Duet Analog dan Digital dalam Karya Visual

by The Daily Oktagon

Sumber semua foto: Dok. Pribadi

  • Wahyu Ichwandardi atau Pinot selalu mengedepankan teknik tradisional dan analog dalam berkarya untuk menjaga keunikan konten yang dihasilkan.
  • Perkembangan teknologi digital saat ini tak seharusnya dijadikan alasan untuk terkurung dalam zona nyaman sehingga membuat pengguna tidak bisa menghasilkan sebuah gagasan yang kreatif dan inovatif.
  • Menurutnya, masyarakat Indonesia masih mencari jati diri dan menikmati teknologi yang ada saat ini sehingga muncul keseragaman dalam berkarya.

Nama Wahyu Ichwandardi belakangan ini menjadi banyak diperbincangkan di media sosial saat ia merilis sebuah video trailer film Star Wars: The Last Jedi yang dibuat dengan menggunakan komputer Apple klasik keluaran tahun 1984.

Sebelumnya ia juga menjadi Vine Artist dari Indonesia yang pernah mendapatkan beberapa penghargaan lewat karya videonya yang unik.

Wahyu yang juga dikenal dengan nama Pinot yang digunakannya sebagai nama akun media sosialnya ini kerap menggabungkan antara teknologi analog dan juga digital dalam setiap karya-karyanya.

The Daily Oktagon berkesempatan untuk berbincang tentang pandangan Pinot tentang perkembangan teknologi digital saat ini dan pengaruhnya terhadap kreativitasnya dalam berkarya.

Beberapa waktu yang lalu nama Anda sempat dibicarakan orang setelah membuat trailer Star Wars dengan komputer Apple kuno. Apa yang mendasari Anda membuat ini?

Saya melakukan ulang dan menuntaskan apa yang saya sempat mau lakukan saat masih kecil dulu, membuat remake Star Wars – A New Hope di komputer Apple II/IBM PC XT. Tertunda karena dulu tidak bisa menyimpan data di floppy disk dengan baik seperti jamuran, rusak ketekuk, dan tentu saja belum ada hard disk.

Bagian paling menantang saat mereka ulang trailer ini?

Bagian penyimpanan. Awalnya menggunakan medium floppy disk yang dibeli di eBay. Namun umurnya sudah cukup tua, jadi tidak dapat diandalkan untuk menyimpan data. Beberapa kali data terhapus atau rusak. Solusinya adalah menggunakan produk Floppy Emu, semacam penyimpanan data dengan SD card untuk komputer teknologi lama.

Perangkat apa saja yang Anda gunakan untuk project ini?

Komputer Apple IIc, tablet KoalaPad dan software Dazzle Draw. Serta Floppy Emu sebagai SD card drive.

Cari laptop untuk kebutuhan desain? Simak komparasinya di sini.

Apa yang membuat Anda tertarik pada medium video atau animasi?

Saya dari dulu memang menyukai medium gambar bergerak dengan suara, bercerita dengan audio visual.

Gadget atau perangkat apa saja yang Anda andalkan saat membuat sebuah karya?

Yang paling utama dan tidak bisa lepas adalah pensil dan kertas. Di luar itu banyak perangkat, dari yang tradisional hingga digital seperti perangkat berbasis Mac OS seperti MacBook Pro & iOS.

Apa saja yang selalu menjadi sumber inspirasi Anda dalam berkarya?

Inspirasi yang terdekat berasal dari orang tua, istri dan anak-anak. Anak-anak menjadi sumber inpsirasi yang paling besar. Dari imajinasi mereka saya belajar banyak untuk tetap berkarya dalam kondisi apa pun dan dalam kesederhanaan ide.

Saat diliput media

Anda juga dikenal sebagai Vine artist saat media sosial ini marak digunakan, bagaimana Anda melihat perkembangan media sosial saat ini?

Media sosial terutama social video, sekarang sangat pesat dan membuat sebagian dari orang menjadi gamang, berada di tengah antara sebagai penonton atau pembuat, terutama user dari Indonesia.

Namun dibanding lima tahun lalu, sangat terlihat adanya peningkatan user Indonesia untuk berkarya. Walau tingkat apresiasi dari lingkungan belum setinggi di negara barat.

Yuk, baca ulasan: Hubungan influencer dan media sosial yang makin “mesra”.

Bagaimana Anda melihat perkembangan teknologi digital saat ini bisa membantu pekerjaan sehari-hari?

Dalam lingkup pekerjaan sekarang, perkembangan teknologi saya batasi sebagai medium penayangan. Namun sebagai perangkat kerja, saya cenderung berkutat dalam teknik tradisional dan analog. Hal ini saya lakukan semata-mata untuk menjaga keunikan konten dan tetap crafty dibanding karya digital pada umumnya.

Apa perbedaan mendasar dari pemanfaatan teknologi digital di masyarakat Indonesia dibandingkan dengan luar negeri?

Masyarakat Indonesia masih mencari jati diri dan cenderung menikmati perkembangan teknologi yang ada. Serta mengedepankan fitur alat yang mereka miliki. Hal ini menyebabkan adanya keseragaman dalam berkarya.

Kita juga cenderung menghindari hambatan, mencari cara termudah. Misalnya, banyak yang ingin belajar fotografi dengan kamera DSLR canggih, padahal dengan iPhone lawas pun sebenarnya juga bisa membuat karya yang baik. Bagi saya, kita mesti berhenti bermanja pada teknologi, menikmati keterbatasan yang ada. Keterbatasan adalah pemicu daya kreativitas yang baik.

Apa perbedaan dinamika animator di era digital ini daripada era sebelumnya?

Animator masih banyak yang berkutat pada jalur berkarier dan berkarya dengan medium konvensional: TV, bioskop, iklan. Padahal, sekarang banyak media alternatif untuk menumpahkan karya dan ditonton banyak orang. Bahkan sangat memungkinkan untuk mendapatkan nafkah di Instagram.

Misalnya saat ini, terutama di Amerika, brand bersedia membayar mahal untuk menyewa content creatoryang kreatif di Instagram. Ini merupakan peluang yang belum diambil oleh animator Indonesia.

Perkembangan teknologi digital apa yang Anda harapkan hadir di masa datang, sehingga bisa membantu pekerjaan Anda?

Perkembangan teknologi sejatinya diiringi dengan perkembangan pola pikir kita sebagai pengguna. Teknologi ada untuk mempermudah, tapi kita jangan terjebak dalam kemudahan-kemudahan tersebut sehingga terkurung dalam zona nyaman. Alhasil, tidak lagi ada kemampuan melakukan inovasi dan gagasan kreatif.

Kemajuan teknologi digital memang tak seharusnya membuat para seniman untuk bermanja pada teknologi. Wahyu menegaskan bahwa teknologi ada untuk mempermudah, tapi jangan sampai terjebak pada zona nyaman yang dapat mengekang kemampuan dalam menuangkan gagasan yang kreatif dan inovatif. Anda setuju?

Baca juga: Aksi presenter Putri Marino dan Mirrorless andalannya.

0 comments