NOW READING

Perkembangan Teknologi Asisten Virtual di Indonesia

 2170
+
 2170

Perkembangan Teknologi Asisten Virtual di Indonesia

by The Daily Oktagon

Teknologi sejatinya diciptakan untuk membawa kemudahan di dalam kehidupan. Tak sekadar menawarkan perangkat dengan komponen canggih, ragam teknologi yang fungsinya benar-benar terasa dalam keseharian lewat efektivitas dan efisiensi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan pun kini makin berkembang dan jadi sorotan dunia.

Kehadiran AI rupanya menjadi cikal bakal produk berbasis asisten virtual. Contohnya Siri besutan Apple. Kini, asisten virtual tersebut terus berevolusi menjadi lebih pintar dari yang sudah-sudah. Akibatnya, banyak perusahaan teknologi berbondong-bondong menghadirkan layanan serupa yang tak kalah cerdasnya.

Bicara soal teknologi AI dalam bentuk asisten virtual, Indonesia pun tak mau kalah. Sudah ada beberapa pemain lokal yang berani mengadopsi model layanan ini ke layar smartphone penggunanya.

Simak juga kabar tentang LG Rolling Bot yang mungil dan bersahabat

Sebut saja YesBoss, DiANA dan yang paling baru Bang Joni. Ketiganya bersaing ketat merebut perhatian pengguna dengan mendorong faktor kemudahan sebagai kunci dalam bisnis yang ditawarkan. Lalu, siapa yang paling pintar di antara mereka? Soal ini tergantung pada kebutuhan dan kecocokan dengan fitur yang ditawarkan tiap layanan.

Kali ini, The Daily Oktagon akan mengulas tentang asisten virtual dan seluk beluk perkembangannya sebagai bisnis di Tanah Air, serta bagaimana layanan ini perlahan bisa diterima oleh semua kalangan pengguna. Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Bagaimana Asisten Virtual Diadopsi Penggunanya?

Salah satu kebutuhan kita sehari-hari adalah dimudahkan dalam berbagai urusan, seperti layanan asisten virtual mempermudah keperluan para pengguna smartphone dengan cara membantu kegiatan seperti pemesanan tiket, makanan, reminder, dan lain sebagainya.

Teknologi ini pun makin berkembang dan makin banyak pemakainya, seiring dengan lonjakan minat masyarakat terhadap segala hal terkait layanan berbasis aplikasi smartphone seperti chat bot.

Hal itu ditangkap CEO layanan Bang Joni, Diatce Harahap, sebagai kesempatan untuk menggenjot lebih dalam soal pentingnya penggunaan asisten virtual oleh masyarakat.

“Pemahaman masyarakat soal asisten virtual masih kecil. Adopsi layanan ini harus dilakukan lebih dalam agar mereka tahu layanan ini dapat membantu segala jenis aktivitas,” kata pria yang akrab disapa Atce ini kepada The Daily Oktagon beberapa waktu lalu.

ceo virtual assistant Bang Joni

CEO Bang Joni, Diatce Harahap dan Managing Director Arra Primanta (ki-ka).

Atce memandang, pelan tapi pasti layanan asisten virtual akan diterima semua orang, tergantung bagaimana mereka memanfaatkan layanan ini.

“Semua orang ingin dimudahkan oleh teknologi, maka dari itu asisten virtual setidaknya hadir membantu hal-hal yang kecil dulu agar mereka tidak terbebani oleh hal yang lebih besar. Minimal, asisten virtual muncul sebagai chat bot yang bisa digunakan via platform chatting atau SMS,” ia melanjutkan.

Kepraktisan Asisten Virtual jadi Poin Unggul

Atce menyatakan, asisten virtual Bang Joni yang ia besut bersama rekannya, Arra Primanta sebagai Managing Director, mengutamakan poin kepraktisan. Oleh karena itu, Bang Joni hadir sebagai chat bot yang bisa digunakan dengan mengetik pesan di aplikasi pesan instan Telegram.

Soal kepraktisan ini memang celah yang dicari dan dimanfaatkan secara maksimal oleh startup lokal pembesut asisten virtual seperti Bang Joni, juga YesBoss dan DiANA.

asisten virtual yesboss

Jika Bang Joni bisa dimanfaatkan lewat pesan di Telegram, kedua layanan asisten virtual ini mengandalkan SMS. Pengguna tinggal mengetik langsung instruksi yang ingin diberikan.

Asisten Virtual dengan Keunikannya Masing-masing

“Menurut saya, tren asisten virtual akan menjadi lahan baru untuk bisnis berbalut teknologi. Selain mengutamakan kepraktisan, asisten virtual juga berpotensi menjadi habit baru bagi penggunanya,” Atce melanjutkan.

Jauh sebelum Bang Joni melenggang, YessBoss sendiri sudah mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat meski komunikasinya layanannya justru mengandalkan SMS, yang relatif mulai ditinggalkan para pengguna smartphone.

Sementara, DiANA yang merupakan buah kerja dari tim Sribu ini mengusung konsep asisten virtual dengan memanfaatkan teknologi web.

Serupa dengan YesBoss yang melayani pemesanan dan kebutuhan apapun, dalam situs resmi DiANA disebutkan bahwa pengguna bisa menginformasikan apapun yang mereka inginkan melalui website.

asisten virtual halo diana

Pertumbuhan adopsi dan penerapan teknologi asisten virtual di Indonesia ini bukan tanpa alasan. Jauh di Mountain View, California sana Google juga terus mengembangkan layanan serupa. Pergerakan salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia itu tentu menarik perhatian pelaku industri teknologi dunia, termasuk Indonesia.

Baca juga tentang Obi SJ1.5, smartphone Android anyar dengan ‘rasa’ iPhone

Pada gelaran Google I/O 2016 yang dihelat belum lama ini, raksasa pencarian tersebut memperkenalkan ‘penerus’ dari Google Now, yaitu Google Assistant.

Google Assistant sendiri adalah asisten virtual yang diklaim memiliki user experience lebih baik dan responsif dalam melakukan percakapan dengan pengguna. Seperti disampaikan CEO Google Sundar Pichai, Google Assistant merupakan ‘pembaruan’ alami dari Google Now yang mendukung percakapan dua arah dan menyediakan hasil pencarian lebih akurat.

“Google Assistant merupakan asisten virtual yang dirancang untuk lebih conversational, serta benar-benar bisa merespon dialog dengan baik di antara pengguna dengan Google. Ia juga dapat membantu menyelesaikan berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari,” Pichai menuturkan.

Pichai menekankan makna ‘conversational’ karena Google Assistant diklaim paham betul apa yang ditanyakan penggunanya.

Yang menarik dari Google Assistant adalah penggunaan layanan asisten virtual yang kini dipadukan dengan perangkat smarthome Google Home yang berbentuk speaker. Dengan begitu, pengguna bisa memberikan instruksi lebih praktis di rumah dengan suara, tak perlu repot lagi mengetik instruksi.

Google Home dan Google Assistant

Dengan voice command sederhana, pengguna bisa meminta Google Assistant via Google Home untuk menyalakan musik, mengatur timer untuk oven, mengecek jadwal penerbangan, sampai mematikan lampu rumah.

Dengan kehadiran Google Assistant bersama speaker cerdasnya ini, apakah para startup pembesut layanan asisten virtual di Indonesia akan mengadopsi layanan yang lebih canggih dan terintegrasi dengan perangkat pintar rumahan nantinya? Kita lihat saja.

Terkait smarthome, baca juga tentang realisasinya yang makin nyata di era Internet of Things (IoT)

0 comments