NOW READING

Pemakaian Scrum untuk Mengikuti Kecepatan Teknologi Saat Ini

 1058
+
 1058

Pemakaian Scrum untuk Mengikuti Kecepatan Teknologi Saat Ini

by The Daily Oktagon
  • Perubahan teknologi saat ini terjadi dalam waktu yang cepat.
  • Muncullah istilah agile yang menuntut khusunya perusahaan untuk mempercepat laju perkembangannya.
  • Untuk membantu, gunakan metode yang tepat seperti Scrum agar dapat berlari dan mengejar evolusi teknologi secara cepat.

Kata agile saat ini semakin terdengar dari para pengusaha, khususnya yang bergerak pada bidang teknologi dan digital. Kata ini mengindikasikan kecepatan mendapat hasil kinerja pada suatu proyek. Penggunaan metode ini diutamakan untuk mengejar perkembangan teknologi yang saat ini selalu berubah, bahkan setiap detik. Untuk itu, pengusaha tersebut mencari cara paling efektif agar dapat mengimbangi kecepatan perkembangan di bidang teknologi yang selalu maju dengan cepat.

Beragam cara dikemukakan para ahli untuk mengimplementasikan model pemikiran ini. Kanban, Cloud, dan yang cukup populer di Indonesia adalah dengan Scrum. Cara ini membutuhkan alat yang disesuaikan dengan tujuan perusahaan. Bisa dengan cara konvensional seperti menggunakan catatan pada dinding atau memanfaatkan alat digital untuk pengecekan setiap saat. Namun, efektifkah cara scrum digunakan untuk mengejar kecepatan teknologi yang berkembang saat ini? Berikut ulasannya.

 

Foto: Shutterstock

 

Hasil Didapat dengan Cepat

Sebelum membahas lebih jauh, mari pahami dahulu mengenai agile, yaitu satu pola pikir yang mengidentifikasi masalah dan menindaklanjutinya. Kedua hal tersebut dilakukan secara berkelanjutan tanpa henti dan dalam waktu yang relatif singkat. Untuk mendapatkan hasil yang cepat tersebut, butuh cara lain yang mendukung pola pikir tersebut. Salah satu yang cukup efektif adalah dengan melakukan metode Scrum.

Scrum adalah metode rekayasa perangkat lunak yang mampu mengimplementasi prinsip pendekatan agile. Penggunaan Scrum bisa digunakan oleh pengembang perangkat lunak dan untuk keperluan bisnis. Cara menjalankannya cukup sederhana, setiap divisi bisa menyampaikan tugasnya masing-masing secara teratur. Tugas tersebut dapat dilakukan antar divisi jika terdapat pekerjaan yang membutuhkan koordinasi secara lebih.

 

Foto: Shutterstock

 

Untuk mendapatkan hasil promosi daring yang efektif, lakukan cara-cara pada artikel berikut.

Alat Teknologi atau Konvensional

Beberapa hal memang menjadi tantangan yang bisa teratasi dengan melakukan metode Scrum ini. Pertama, pengerjaan sebuah tugas dapat dilakukan dalam waktu lebih cepat. Scrum sendiri menganut sistem kerja sprint yang diperbarui setiap dua minggu dalam satu periode. Kemudian, komunikasi bisa berjalan lebih terbuka karena satu sprint dapat diisi oleh anggota divisi lainnya. Solusi yang dicari juga bisa lebih cepat didapatkan karena proses diskusi yang berjalan lebih terbuka. Pemahaman mengenai agile akan lebih mendalam setelah menggunakan metode ini.

Scrum sendiri membutuhkan alat untuk menjalankannya, baik itu aplikasi teknologi ataupun alat konvensional. Alat ini berguna untuk mencatat proses pengerjaan tugas dari To DoIn ProgressQuality Control, hingga Done. Tahapan ini merupakan yang standar digunakan dalam melakukan metode Scrum tersebut. Aplikasi teknologi yang bisa digunakan antara lain Jira, Asana, Trello dan masih banyak lagi. Namun, jika memilih menggunakan alat konvensional, bisa dengan mencatatnya pada kertas tempel atau sticky note.

 

Foto: trello.com

 

Tingkatkan koordinasi tim dengan pilihan aplikasi yang bisa didapat di sini.

Cocok untuk Perusahaan Startup

Metode ini sangat menganut pola pikir agile karena mampu memberikan hasil dalam waktu singkat. Menurut Rudy Rahadian, Scrum Master dari XL Axiata, metode Scrum sangat cocok digunakan oleh perusahaan yang baru berjalan. “Untuk perusahaan startup, metode ini bisa mengabungkan antar divisi dan meningkatkan komunikasi serta kolaborasi,” ujar Rudy. Hal ini membuat divisi juga memiliki fungsi tambahan untuk saling memberi saran yang bisa digunakan untuk meningkatkan kinerja per divisi.

Mempelajari metode Scrum tidaklah susah karena sudah tersedia buku panduan yang bisa dilihat pada situs scrum.org. Buku panduannya cukup ringkas, hanya 16 halaman dengan penjelasan yang cukup mudah dipahami. Jika Anda tertarik mendalami metode ini, nantinya bisa juga menjadi seorang scrum master. Profesi ini nantinya memiliki fungsi membantu setiap divisi yang kesulitan dalam mengimplementasikan metode Scrum ke pekerjaan mereka.

 

Foto: Shutterstock

 

Penggunaan metode Scrum membuat kolaborasi setiap karyawan di sebuah perusahaan dapat lebih terorganisir. Pilih seorang most valuable player (MVP) untuk mengawasi kinerja setiap anggota dalam satu sprint dan memastikan bahwa rencana berjalan dengan baik. Kolaborasi yang terjadi akan memunculkan cara-cara yang dinamis dalam mengembangkan usaha tersebut. Jadi, ubah metode kerja menjadi agile dengan cara kerja yang cepat dan efisien menggunakan Scrum.

0 comments