NOW READING

Pelajaran Berharga dari Fyre Festival untuk Para Pencinta Festival

 1383
+
 1383

Pelajaran Berharga dari Fyre Festival untuk Para Pencinta Festival

by The Daily Oktagon
  • Sebelum mengikuti sebuah festival, ketahui dulu informasi mengenai festival secara lengkap.
  • Penyelenggaraan Fyre Festival menjadi pelajaran penting bagi Anda untuk lebih memahami literasi digital lebih dalam.
  • Bukan hanya untuk pengunjung, pihak penyelenggara juga perlu memahami literasi digital agar tidak mengalami kerugian.

Tahukah Anda tentang Fyre Festival? Bagi para pencinta festival mungkin pernah mendengarnya, tapi akan terasa asing bagi kebanyakan orang. Fyre Festival adalah sebuah festival musik mewah yang diselenggarakan oleh pengusaha, Billy McFarland dan musisi Ja Rule. Festival yang diselenggarakan pada April lalu itu bertempat di Exuma, Kepulauan Bahama. Harga tiket yang ditawarkan hingga $12.000 untuk pelayanan VIP. Banyak yang mengira bahwa festival ini akan berlangsung megah dan mewah.

Namun pada kenyataannya, Fyre Festival tidak terlaksana dengan mulus. Para peserta festival yang sudah membayar mahal tidak menerima pelayanan yang semestinya. Banyak dari mereka yang berkicau di Twitter jika lokasi festival sangat buruk. Pihak penyelenggara juga menyatakan bahwa festival dibatalkan pada hari festival tersebut dijalankan. Orang-orang yang telah tiba di pulau hanya bisa menyesali keputusan mereka untuk ikut serta dalam festival. Lalu, apa yang bisa di pelajari dari kasus ini? Berikut ulasannya.

 

Foto: Shutterstock.com

Pemahaman Mengenai Literasi Digital

Sebagai seseorang yang hidup pada era globalisasi, literasi digital menjadi penting untuk dipahami. Literasi digital bukan hanya sekadar mencari, menggunakan, dan menyebarkan informasi. Orang tersebut juga harus mampu membuat dan mengevaluasi isi yang terkandung dalam konten digital secara kritis. Hal ini terkait dengan dampak yang akan diterima oleh masyarakat luas. Pengguna media sosial tentu memiliki peran penting terkait hal tersebut.

Setiap informasi yang didapat tidak bisa diterima begitu saja. Perlu ada kepastian bahwa informasi tersebut benar adanya. Dalam kasus Fyre Festival ini, para pengguna media sosial sudah terlena dengan isi iklan sebagai media promosi acara. Visual vila megah serta kapal pesiar yang mewah menjadi daya tarik utama dari iklan tersebut. Model ternama seperti Emily Ratajkowskidan Bella Hadid juga berperan dalam iklan, bahkan mempromosikan acara melalui media sosial masing-masing.

Kemewahan yang tergambar pada iklan tersebut tentunya menarik perhatian banyak orang yang ingin ikut serta dalam festival. Mereka mulai ikut menyebarkan informasi festival kepada kerabat dan pengguna media sosial lain. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak orang yang belum memahami literasi digital dengan baik. Mereka langsung percaya pada satu sumber, tanpa mencari kebenaran dari sumber lainnya.

Cara promosi festival melalui media sosial dapat dilihat pada artikel berikut.

Foto: Shutterstock.com

Pastikan Informasi dari Berbagai Sumber

Memahami literasi digital berarti bisa memanfaatkan informasi yang tersebar di internet dengan baik. Bukan hanya dari iklan seperti kasus Fyre Festival ini. Ada beberapa media lain yang memang membantu promosi festival ini meski hal tersebut tidak menjamin acara berjalan dengan baik. Pada kenyataannnya, festival ini menjadi bencana karena peserta festival diberi layanan yang tidak sesuai dengan keterangan panitia. Tidak ada vila megah, hanya tenda bulat di tanah lapang dengan makanan berupa roti, keju, dan salad tanpa bumbu. Begitu juga para musisi yang dijanjikan akan tampil, bahkan tidak tampak kehadirannya di festival tersebut.

Peristiwa ini sangat mengecewakan banyak pihak, termasuk Kementerian Pariwisata Bahama. Mereka memberikan permintaan maaf atas kekacauan yang terjadi. Dalam surat, dinyatakan bahwa pihak Kementerian Pariwisata Bahama bukanlah sponsor resmi festival. Meski begitu, mereka bertanggung jawab untuk membantu pengunjung yang datang ke lokasi acara. Pihak penyelenggara juga akan mengembalikan biaya yang sudah dikeluarkan partisipan festival.

Daftar perangkat yang bangkitkan semangat setelah berlibur dapat dibaca di sini.

Foto: Shutterstock.com

Konfirmasi Kepada Pihak Penyelenggara

Beberapa hal perlu dilakukan agar kerugian di atas tidak terjadi pada Anda. Hal paling pertama untuk mencegahnya adalah memastikan bahwa pihak penyelenggara acara memang pernah membuat sebuah acara besar yang sukses. Kemudian, pastikan bahwa pihak penyelenggara mencantumkan kontak pribadi yang bisa dihubungi. Sebagai pengunjung, tanyakan mengenai proses pembelian tiket hingga pengembaliannya jika acara dibatalkan.

Tidak perlu takut saat memastikan kepada panitia mengenai hal yang ingin diketahui. Sebagai penonton, perasaan tenang perlu dimiliki baik sebelum maupun setelah festival selesai diselenggarakan. Hal lain yang harus dipastikan adalah artis yang akan tampil dalam acara. Lihat media sosial milik artis terkait untuk memastikan bahwa mereka akan hadir pada festival tersebut. Jika tidak ada informasi apa pun, jangan membeli tiket acara terlebih dahulu. Langkah-langkah ini menjadi penting dilakukan, sehingga Anda tidak tertipu pihak penyelenggara.

Menjadi pengguna media sosial membuat seseorang perlu memiliki kesadaran terhadap informasi yang diterima. Jika mengalami kerugian, laporkan kepada penegak hukum agar kasus bisa diselesaikan. Pihak penyelenggara juga harus bisa mengatur operasional yang baik sebelum memanfaatkan media digital dalam mempromosikan acara. Sekarang, tidak perlu takut untuk datang ke festival dengan informasi lengkap yang dimiliki. Kuncinya, kenali penyelenggara dan siapa yang terlibat di dalamnya, maka kesenangan berpesta dan berfestival akan didapatkan!

Ikut festival bisa dapat pasangan? Selengkapnya dapat dibaca di sini.

0 comments