NOW READING

Panduan untuk Peminat Gaya Hidup Digital Indonesia

 2966
+
 2966

Panduan untuk Peminat Gaya Hidup Digital Indonesia

by The Daily Oktagon

WilliamL

Penggiat urusan teknologi, khususnya pecinta fotografi mesti sudah akrab dengan nama Oktagon, yang lebih dari tiga belas tahun berkecimpung di dunia retail perlengkapan fotografi.

Tempo selama itu bikin Oktagon jadi salah satu saksi pergerakan tren dan teknologi fotografi di Indonesia; mulai dari analog sampai sekarang ke era digital; tak hanya itu, tapi juga tren dari digital still image hingga ke format gambar bergerak.

Soal gambar bergerak atau video ini pun kini tak lagi jadi garapan para profesional atau pelaku industri film dan televisi; orang awam pun kini itu terjun dalam keriaan produksi video, baik itu mengabadikan persahabatan atau liburan keluarga; entah menggunakan DSLR atau ponsel yang kian cerdas.

Ponsel cerdas yang akrab disebut smartphone ini pun kualitasnya makin mumpuni; bahkan teknologinya tak lagi cukup hanya disematkan pada ponsel, tapi juga pada objek lain, hingga mulai populer pula dengan apa yang kita kenal sebagai wearable device. Kabarnya, jenis gadget yang terakhir disebut itu akan menyuntikkan perubahan besar pada gaya hidup manusia di era digital.

Wirjadi Lorens, pendiri Oktagon menilai tren dan perkembangan teknologi itu sebagai sesuatu yang layak dirayakan. Gairahnya yang besar pada gaya hidup digital membuat Wirjadi mengambil peran lebih dari sekadar menyediakan tempat untuk para peminat membeli produk teknologi.

Ia berpikir bahwa penggunaan teknologi perlu diimbuhi dengan informasi dan pengetahuan yang cukup pula; agar perangkat teknologi bisa digunakan optimal dan produktif oleh penggunanya. Maka itu ia merilis saluran informasi bernama The Daily Oktagon, untuk jadi inspirasi gaya hidup digital.

Sambil sesekali menyesap kopi Americano ditemani beberapa botol air mineral, Wirjadi Lorens, Founder & President Oktagon bercerita tentang alasan kemunculan dan tujuan The Daily Oktagon.

Oktagon sudah matang di dunia retail perangkat fotografi, apa yang membuat Anda terpikir merilis The Daily Oktagon?
The Daily Oktagon merupakan bentuk alamiah perkembangan teknologi yang kami lihat saat ini. Makin hari, arus informasi seputar teknologi bertambah banyak dan kami ingin menyediakan wadah untuk itu, yang bisa diakses banyak orang untuk menyerap informasi seputar gaya hidup digital di sekitar kita.

Karena selama lebih dari satu dekade di ranah retail, kami banyak mendapatkan informasi langsung dari para pelaku tentang hal teknologi dan perangkat digital; mulai dari kamera, smartphone, hingga smartwatch. Rasanya akan lebih seru kalau semua itu kami bagi dengan banyak orang melalui The Daily Oktagon.

Pada medium yang kami sediakan ini, “technology people” bisa berbagi dan tampil. The Daily Oktagon ingin jadi tujuan orang mencari inspirasi, kiat dan memperkuat pemahaman tentang industri digital saat ini.

Konsep seperti apa yang ingin Anda hadirkan di The Daily Oktagon?
Motto kami di The Daily Oktagon adalah “Your digital lifestyle inspiration”. Kami memang bertujuan menjadikan media ini “melting pot of information” yang bisa melayani kebutuhan pengguna teknologi. Kami percaya, sekali kami bisa mengumpulkan dan menyajikan informasi dengan baik, maka orang pun datang dan percaya pada The Daily Oktagon. Konsepnya, menghadirkan berita teknologi dengan pendekatan kultural yang akrab dan tidak berjarak —sesuatu yang kita temui sehari-hari.

Siapa target pembaca The Daily Oktagon?
Siapa pun yang tertarik dengan dunia teknologi. Bahasan kami terbuka mulai dari ulasan produk yang spesifik hingga yang memiliki volume pengguna masif. Kami punya cara khusus untuk menyajikan visi dan informasi lewat berbagai rubrik menarik. Pada rubrik Insight kami menampilkan “what we think about the whole thing”, dan biasanya topik yang diangkat selalu topik hangat dan populer.

Budaya berbagai informasi ini sebetulnya sudah ada di Oktagon sejak dulu. Pembeli yang datang bisa bertanya banyak atau ikut workshop dan seminar yang diselenggarakan. Bedanya, sekarang kegiatan berbagi ini dalam format online.

Kami pun memastikan, konten yang disajikan sangat lokal dan akrab dengan keseharian kita. Akan banyak produk lokal buatan Indonesia, profil dari pelaku industri dan beragam informasi terkini di Indonesia.

Saat ini kebanyakan media di Indonesia yang mengangkat berita produk digital yang hanya tersedia di luar negeri.

Apa ada keresahan atau harapan tersendiri di balik berdirinya The Daily Oktagon?
Keresahan sih tidak ada. Kami hanya butuh ruang untuk berbagi informasi dan edukasi dengan publik, terutama konsumen Oktagon. Kami tidak ingin hanya jual barang lalu membiarkan konsumen bingung tanpa edukasi dan informasi. Itu alasan kenapa konten yang kami sajikan “sangat kami”, ramah dan mudah dipahami. Kami menyajikan pengetahuan, bukan press release.

Lagi pula kami mau menjadikan media ini independen, bukan media yang berupaya mencari keuntungan lewat iklan. Soal bisnis, it’s on the side line.

Sebagai pemain retail sekaligus media, bagaimana The Daily Oktagon memposisikan obyektivitas saat menyajikan review produk?
Ya, kebanyakan orang akan beranggapan kalau jualan pasti selalu mengusahakan produknya terlihat bagus, karena ada keberpihakan. Tapi, di Oktagon sendiri jauh dari kebiasaan semacam itu. Kalau pernah datang ke Oktagon, pertanyaan kami selalu soal apa yang dibutuhkan? Begitu mendapat jawaban, kami akan merekomendasikan “what you need” bukan menawarkan “what is good”.

Semua yang bagus pasti mahal, tapi belum tentu itu yang kita butuhkan. But, do you need them or not? Nilai itu yang ingin kami share juga pada masyarakat, agar lebih memahami yang sebetulnya dibutuhkan.

Di The Daily Oktagon, edukasi itu menjelma ke dalam berbagai bentuk konten. Salah satunya adalah perbandingan keunggulan satu produk dengan produk yang lain. Kami tidak dibayar siapapun, jadi tidak ada alasan untuk berpihak pada produk tertentu.

Media kami terbuka dengan berbagai pro dan kontra yang mungkin terjadi akibat ulasan produk atau unboxing. Semua sah saja asal paham etika dan tata cara. Lagi pula, dari lewat konten The Daily Oktagon, kami ingin punya banyak penulis dari luar dan memiliki independensi dalam mengurai ulasan produk.

Apa strategi khusus The Daily Oktagon, dengan latar belakang Oktagon di industri selama ini?
The Daily Oktagon adalah wadah kami bersenang-senang dengan informasi dan pengetahuan seputar gaya hidup digital. Saya tidak pernah berpikir medium ini diarahkan untuk tujuan bisnis. Kami tidak pusing memikirkan keunggulan apalagi strategi untuk berkompetisi dengan media lain yang serupa. Apa yang kami bikin ini adalah cara kami menjaga dan mengembangkan passion kami di dunia teknologi dan gaya hidup digital.

Sedikit flashback, saat pertama mendirikan Oktagon pada 2002, saya membuat galeri yang sering jadi ruang pameran fotografi. Lalu saya melanjutkan lagi dengan memperkenalkan Yayasan Oktagon yang kini bergabung dengan Masyarakat Fotografi Indonesia yang berasosiasi dengan pemerintahan.

Semua itu saya lakukan untuk satu tujuan, bersenang-senang dan menyalurkan passion saya; begitu pun dengan The Daily Oktagon. Melalui medium ini saya ingin lebih banyak bertemu orang hebat di industri digital.

Apa prediksi tren teknologi mendatang?
Drone. Saat ini perangkat itu jadi sesuatu yang besar, digemari dan menjamur komunitasnya.

Apa pencapaian yang diharapkan dari The Daily Oktagon?
Indonesia melek teknologi. Kami ingin membawa nilai dan pengetahuan soal teknologi ke semua orang karena negeri ini punya potensi jadi technology base di Asia. Oktagon sendiri punya idealisme untuk mendukung industri teknologi di Indonesia, baik dari sisi individu atau produk. Kami juga selalu memperkenalkan produk internasional ke Indonesia untuk tetap mengimbangi kualitas dunia.

Dulu, saat fotografi belum sepopuler sekarang, kami sering mendatangkan fotografer internasional untuk mengajar di Oktagon. Hasilnya, kini banyak fotografer Indonesia sukses di luar negeri. Kita harus bangga karena fotografer Indonesia adalah salah satu sumber daya profesional fotografi terbaik di Asia.