NOW READING

Oktagon Gelar Workshop Fotografi : Merekam Jalur Sutra dengan Kamera Hasselblad

 827
+
 827

Oktagon Gelar Workshop Fotografi : Merekam Jalur Sutra dengan Kamera Hasselblad

by The Daily Oktagon
  • Travel fotografi menjadi salah satu jenis fotografi yang marak diminati oleh para fotografer
  • Sandy Wijaya, seorang fotografer perjalanan yang membagikan pengalamannya dalam mengabadikan momen jalur sutra lewat workshop
  • Terdapat hal-hal penting yang wajib diketahui dalam fotografi perjalanan

Travel photography atau fotografi perjalanan tak hanya melulu soal pemandangan (landscape, seascape, atau cityscape), melainkan dokumentasi keseluruhan dari sebuah tempat yang dikunjungi, baik itu manusia, kuliner, budaya, dan keseharian.

Hal tersebut diungkapkan oleh fotografer profesional, Sandy Wijaya dalam Workshop Fotografi yang diselenggarakan oleh Oktagon pada 7 Oktober 2017 lalu. Workshop fotografi yang digelar terbatas ini dihadiri oleh 30 peserta. Selain mengadakan workshop, acara yang disponsori oleh Asus ini juga mengadakan pameran foto yang diselenggarakan hingga 12 Oktober 2017.

Ini adalah kali kedua Sandy Wijaya menjadi pembicara dalam workshop fotografi. Dalam kesempatan kali ini, Sandy menceritakan pengalamannya saat mengabadikan berbagai momen menarik selama melakukan perjalanan sepanjang Jalur Sutra. Selama menelusuri Jalur Sutra tersebut, Sandy mengaku melakukan sedikit modifikasi dalam teknik fotografi perjalanan . Sandy menggunakan Hasselblad X1D dalam perjalanannya untuk merekam momen di Jalur Sutra. Dalam workshop tersebut, Sandy menjelaskan bahwa bagian penting dari fotografi jalanan adalah riset, format,intensi, observasi, nuansa tempat, dan summary.

Pentingnya riset

Proses riset dalam fotografi merupakan hal terpenting. Apalagi dalam travel photography. Riset mendalam sangat diperlukan untuk menghasilkan foto yang sempurna. Riset ini dimulai dari lokasi, waktu, budaya, cuaca, peralatan, dan lainnya. Semua unsur tersebut saling berkaitan dalam melakukan riset.

Dari pengalamannya, Sandy mengakui bahwa melalui proses riset sebelum memotret, dirinya dapat belajar tentang budaya, psikologis, masyarakat , dan banyak hal lainnya. “Saat saya memotret air terjun, saya belajar ternyata air terjun memiliki klasifikasi tersendiri.” ujar Sandy. Dalam hal inilah Sandy dapat menemukan esensi dari foto yang dihasilkan.

Sebagai contoh, saat hendak ke Xin Jiang, sebelumnya Sandy harus mengetahui lokasinya seperti apa? Cuacanya seperti apa? Kira-kira waktu terbaik untuk menghasilkan foto terbaik kapan? Setelah mengetahui semua jawaban dari hasil riset tersebut, barulah dapat menentukan peralatan apa saja yang harus dibawa sesuai dengan berbagai kemungkinan yang telah disebutkan tadi.

Proses riset tak hanya sekali dilakukan. Butuh waktu berjam-jam bahkan berhari-hari untuk sekedar menghasilkan suatu karya foto. Riset yang mendalam akan menghasilkan karya foto sesuai dengan yang diingingkan.

Teknik fotografi penting, tapi bukan yang terpenting
Sandy mengungkapkan, dalam hal fotografi tak harus fokus pada teknik yang menyebutkan exposure harus sekian dan lain sebagainya. Fotografi melibatkan tentang rasa, konsistensi intensi, dan bagaimana caranya kita menjiwai foto itu sendiri. Dalam hal ini Sandy menekankan bahwa dalam memotret, harus memiliki intensi yang kuat. Intensi di sini adalah bagaimana kita menyamakan perspektif, bagaimana kita menyampaikan satu pesan tertentu. Meskipun, foto tersebut tidak memiliki pesan tersendiri, selama intensinya yang kuat, maka foto bisa tetap dinikmati.

Sehubungan dengan kuatnya intensi, observasi juga menjadi peranan penting dalam fotografi. Observasi yang dimaksud adalah tentang cara pandang seorang fotografer terhadap lokasi pemotretan. Sandy menjelaskan, salah satu manfaat dari observasi adalah kita dapat mengetahui bagaimana cara kita melihat suatu tempat, bagaimana cara kita membedah tempat tersebut sesuai dengan frame yang kita lihat bukan sesuai dengan lensa. Sandy juga menambahkan, dengan observasi kita dapat melihat ada atau tidaknya celah fotografi yang dapat direkam.

Fotografi merupakan seni kreativitas
Dalam kesempatan workshop ini, Sandy mengatakan bahwa fotografi itu merupakan seni kreativitas. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa Sandy melakukan modifikasi terhadap karya-karya fotonya. Pada kesempatan ini Sandy mengungkapkan bahwa sebuah foto yang memiliki kreativitas bukan berarti foto tersebut berbeda dari foto yang lainnya.

Kreativitas yang dimaksud Sandy disini adalah bagaimana cara kita menghadapi suatu permasalahan. Permasalahan yang sering terjadi dalam fotografi adalah keterbatasan alat, ketidak sesuaian alat dengan kondisi yang ada, dan lai-lain. Nah, jika kita dapat menyelesaikan semua masalah tersebut dan menghasilkan suatu foto yang baik, itulah yang disebut kreativitas menurut Sandy.

Workshop fotografi yang digelar terbatas ini dihadiri oleh 30 peserta. Para peserta yang hadir tampak antusias dan mengaku mendapatkan pengetahuan lebih dalam bidang fotografi. Seperti yang diungkapkan oleh Nita, salah satu peserta asal Bandung, yang mengatakan suka dengan pemaparan Sandy yang sistematis dan menarik, sehingga jadi lebih paham bagaimana proses fotografi jalanan. “Saya sudah dua kali datang ke workshop Sandy yang diadakan oleh Oktagon.” ujar Nita.

Selain mengadakan workshop, acara yang disponsori oleh Asus ini juga mengadakan pameran foto. Dan diakhir acara, Oktagon memberikan doorprize sebanyak lima buah paket merchandise kamera para peserta yang hadir.

0 comments