NOW READING

Notebook VS Note Book

 242
+
 242

Notebook VS Note Book

by The Daily Oktagon
  • Menggunakan buku catatan saja sudah menjadi hal yang ditinggalkan oleh pelajar maupun mahasiswa.
  • Kemajuan teknologi memunculkan laptop sebagai sarana belajar tambahan, dengan segala fungsi yang bisa digunakan.
  • Notebook yang portabel juga mulai berfungsi ganda sebagai pengganti buku catatan.

Berbeda dengan di luar negeri, di Indonesia sendiri penggunaan notebook dapat dikatakan sudah dituntut sejak SMA. Berbagai tugas seperti karya tulis diberikan kepada mereka dan diharuskan dalam bentuk ketikan.

Namun, masih banyak mahasiswa Indonesia yang menggunakan buku untuk mencatat ketimbang memanfaatkan teknologi laptop. Mereka lebih sering menggunakan laptop untuk bermain game atau sekadar mengerjakan tugas saja. Sebenarnya kegunaan laptop bisa lebih dari hal tersebut. Apalagi notebook saat ini hadir dalam berbagai pilihan harga yang kompetitif, misalnya Lenovo Ideapad. Notebook ini dibandrol dengan harga Rp6 jutaan.

 

Foto: Shutterstock.com

Kehadiran Teknologi Menambah Kemudahan Fungsi

Meski laptop sendiri telah dibuat sejak 1980-an tetapi laptop mulai dikenal masyarakat Indonesia pada 1990-an. Laptop pertama memakai sistem operasi Linux. Dengan segala keterbatasannya, laptop tersebut menjadi idaman banyak kalangan. Namun, karena berat dan kapasitas yang kecil membuatnya menjadi pilihan kesekian untuk mempermudah pekerjaan.

Hal ini yang juga tetap menjadikan buku sebagai satu media yang digunakan untuk menulis segala sesuatu yang dibutuhkan. Dengan sebutan buku catatan atau note book, membuatnya berfungsi untuk mencatat hal-hal baik penting atau tidak dalam berkegiatan. Sayangnya penggunaan buku pun membuat banyak pohon harus ditebang untuk kebutuhan kertas yang meningkat.

Semakin berkembangnya teknologi pun membuat laptop bertumbuh dengan segala kecanggihannya. Kini ukuran laptop lebih kecil dan tipis dengan kapasitas penyimpanan yang cukup memenuhi kebutuhan. Dari sisi penamaan pun mengubah note book yang sekadar buku untuk mencatat, menjadi notebook dengan teknologi terkini. Selain untuk mencatat, laptop juga bisa untuk membuat presentasi, menghitung keuangan, hingga menyunting foto atau video.

 

Foto: Shutterstock.com

Kondisi dan Preferensi

Meski kehadiran laptop dapat membantu mahasiswa dalam perkuliahannya, banyak dari mereka yang belum bisa menggunakannya dengan bijak. Untuk mereka, laptop hanya untuk mengerjakan tugas dan media penyimpanan untuk hiburan mereka seperti musik dan film. Meski bisa untuk menekuni sebuah hal yang baru seperti mengedit foto tetapi bukan untuk keperluan belajar formal mereka.

Para mahasiswa masih terbiasa untuk menggunakan buku untuk mencatat materi dari dosen mereka. Pemanfaatan digital jadi kurang maksimal karena mereka merasa tidak cocok menggunakan laptop untuk belajar. Sebagian besar masih merasa akan lebih mengingat materi yang diberikan dengan menulisnya daripada mengetiknya saja. Hal ini pun berpengaruh pada cara belajar seseorang, khususnya mahasiswa di Indonesia.

 

Foto: Shutterstock.com

Mengubah Mindset Konvensional ke Digital

Mereka seharusnya bisa memanfaatkan perangkat digital secara bijak. Perlu disadari bahwa munculnya perangkat seperti laptop, juga smartphone dan lainnya hadir untuk mempermudah hidup sehingga beberapa gaya hidup konvensional seperti penggunaan buku catatan bisa dikurangi. Para mahasiswa bisa mulai memanfaatkan laptop untuk keperluan perkuliahannya.

Para dosen yang sudah melakukan digital lifestyle mulai meminta mahasiswa untuk menggunakan teknologi sebagai media pembelajaran, khususnya pada mahasiswa yang mengerjakan skripsi, dosen akan meminta mereka konsultasi melalui email saja. Contoh lainnya adalah saat proses pengajaran, dosen sudah menggunakan laptop dan proyektor untuk menyampaikan materi pengajaran. Hal ini membuktikan bahwa kecanggihan digital dalam proses belajar mengajar tak hanya bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa tetapi juga untuk dosen.

Meski perubahan nama terjadi, fungsi yang didapat bahkan lebih dari sekadar mencatat. Dengan menggunakan perangkat digital secara bijak, tentu hasilnya akan lebih praktis dan juga efisien. Semua materi dapat tercatat, dan penggunaan kertas juga ikut berkurang. Hal ini sekaligus membantu proses penghijauan Bumi.

0 comments