NOW READING

Serunya Nostalgia Konsol Lawas Bersama Organisasi Retro Games Indonesia

 910
+
 910

Serunya Nostalgia Konsol Lawas Bersama Organisasi Retro Games Indonesia

by The Daily Oktagon
  • Organisasi Retro Games Indonesia atau ORGI adalah komunitas yang hadir untuk memangku anggotanya bertukar info soal konsol lawas, sekadar bernostalgia, atau juga jual beli konsol zaman dulu.
  • Awalnya, komunitas didirikan oleh Emir Dhani Babeheer untuk mengumpulkan para gamer yang hobinya mengoleksi konsol portable Nintendo Gameboy (atau lebih sering disebut dengan istilah plesetan ‘gimbot’ di Indonesia).
  • Menariknya, konsol-konsol yang dijual antar anggota ORGI ternyata juga diburu oleh kolektor di luar Indonesia. Dari semua konsol lawas yang dijual, Nintendo paling banyak dicari.

Generasi ‘kids zaman now‘ alias anak-anak zaman sekarang mungkin sudah tak lagi kenal dengan Sega, Atari, mesin Arcade, atau beberapa nama konsol lawas lain yang begitu populer pada zaman dulu.

Padahal, nama-nama tersebut menjadi ikon besar di ranah budaya kultur era 1980-an hingga menjelang akhir 1990-an. Sayang, kini mereka semua tenggelam begitu saja dan tak lagi didengar.

Berkat Sega dan kawan-kawannya, industri game kini berkembang pesat. Tak bisa ditampik jika gamemenjadi salah satu alternatif media hiburan yang begitu populer. Game hampir dimainkan semua kalangan, mulai dari pria, wanita, anak kecil, hingga orang dewasa. Platform-nya pun kini begitu beragam, mulai dari konsol, mobile, hingga handheld atau portable.

PlayStation 4 (PS4), Xbox One, atau juga Nintendo Switch boleh saja jadi konsol fenomenal pada masa sekarang ini. Namun, Super Nintendo, NES, Nintendo Gameboy, Sega Genesis, PlayStation 1 & 2, Xbox, dan beberapa lainnya mungkin lebih mendapat tempat di hati para pemainnya.

Meski sudah ‘kuno’, konsol-konsol lawas tersebut justru dianggap lebih memiliki nilai lebih. Tak sedikit beberapa di antaranya menjadi incaran kolektor, mereka bahkan rela membelinya dengan harga tinggi.

Di Indonesia sendiri, konsol lawas seperti yang disebutkan di atas ternyata masih banyak yang minat. Sayang, mereka memang tak lagi dijual di toko-toko resmi. Untuk memayungi permintaan ini, ada komunitas bernama Organisasi Retro Games Indonesia atau disebut ORGI.

ORGI sendiri adalah salah satu komunitas yang unik, karena mereka bukan seperti komunitas gaming lain yang cuma fokus pada kumpul dan main game bersama. Komunitas tersebut justru hadir untuk memangku anggotanya bertukar info soal konsol lawas, sekadar bernostalgia, atau juga jual beli konsol zaman dulu.

Berawal dari ‘Gimbot’

Kepada The Daily Oktagon, admin ORGI Hermanto Tan, mengungkap ORGI sebetulnya didirikan sebagai komunitas kecil bernama “Penggemar Gimbot Jadul.”

Waktu itu, komunitas didirikan oleh Emir Dhani Babeheer untuk mengumpulkan para gamer yang hobinya mengoleksi konsol portable Nintendo Gameboy (atau lebih sering disebut dengan istilah plesetan ‘gimbot’ di Indonesia).

konsol

“Waktu itu Emir dan teman-teman akhirnya memutuskan kenapa nggak bikin komunitas yang skalanya lebih besar, jadi konsol lawas yang nggak cuma Nintendo Gameboy. Akhirnya pada 2011 kami coba bikin page di Facebook dan mengubah nama komunitas jadi ORGI. Animonya ternyata besar, banyak yang gabung, ” kata Hermanto.

Uniknya, komunitas saat itu dibentuk atas dasar kesamaan hobi semata. Belum tercetus untuk menjadikan ORGI sebagai ‘lapak’ jual beli konsol lawas, sampai akhirnya banyak anggota yang memberikan masukan agar ORGI bisa sekaligus menjadi tempat jual beli konsol lawas, atau bahkan judul gim lawas yang kini sulit dicari di pasaran.

Cari tahu seperti apa keseruan komunitas lightsaber Star Wars Indonesia di sini

“Konsol jadul kan sulit ya beli di mana, apalagi yang keluaran tahun 1990-an ke bawah. Lagipula mereka sudah jadi incaran para kolektor juga. Jadi kalau dipikir anggota kita sudah lumayan banyak, kenapa tidak jadikan komunitas sebagai tempat jual beli sekalian,” tambah pria yang mengaku cinta dengan semua jenis konsol Nintendo ini.

Adapun alasan mengapa banyak anggota bergabung ke ORGI antara lain sekadar ingin bernostalgia dengan konsol lawas. Menurut Hermanto, permainan yang ditawarkan konsol lawas pada saat itu tergolong lebih simpel dan memorable.

“Meski grafisnya sangat sederhana, tak sedikit dari kami justru menganggapnya ini sebagai kelebihan. Maksudnya, konsol current generation seperti PS4 atau Xbox One sekarang memang canggih, grafis oke, kaya fitur, tapi ada sesuatu yang hilang. Ya, yang hilang itu adalah esensi klasik dari konsol retro pada masa kami tumbuh. Kemudahan yang ditawarkan, antarmuka yang simpel, alunan musik 16-bit atau 32-bit yang ikonik, banyak sekali,” paparnya.

Diburu Kolektor Negeri Paman Sam

Menariknya, konsol-konsol yang dijual antar anggota ORGI ternyata juga diburu oleh kolektor di luar Indonesia. Hermanto mengatakan, ada beberapa kolektor game jadul asal Amerika Serikat yang bahkan rela bergabung dengan ORGI.

“Sekarang kalau ditotal sudah lebih dari 5.000 anggota ya, kita berplatform di Facebook. Itu sudah dari berbagai daerah, yang termasuk dari Amerika Serikat juga ada,” umbar Hermanto.

Cek juga komunitas Syar’i Lifestyle yang memanfaatkan teknologi untuk tetap fashionable di sini

Komunitas bahkan terkadang melakukan pertemuan rutin di Jakarta. Uniknya, mereka juga melakukan sesi oprek khusus konsol lawas yang sudah rusak. Tak jarang juga mereka melakukan brainstorming atau sesi diskusi seputar sejarah perkembangan industri game dari masa ke masa.

konsol

“Kami juga ingin menjadi service center bagi pemilik yang ingin memperbaiki konsol rusak. Jadi kadang kita ketemu untuk membahas soal perbaikan konsol juga. Cukup teknis, tapi menyenangkan,” sambungnya.

Nintendo Paling Dicari

Ada banyak konsol lawas yang dijual di ORGI, beberapa di antaranya bahkan merupakan konsol langka. Hermanto mengatakan, konsol yang paling dicari kolektor adalah Nintendo.

“Yang paling dicari itu NES (Nintendo Entertainment System) rilis 1983. Tapi banyak juga yang nyari Nintendo Color TV-Game, rilis 1977. Kami sebetulnya punya banyak dan hampir lengkap, ada juga Super Nintendo, Nintendo 64, Nintendo Gamecube, bahkan lini Gameboy juga ada,” tukas Hermanto.

konsol

Selain Nintendo, konsol lain yang tak kalah paling banyak dicari adalah Sega, beberapa di antaranya seperti Sega Genesis dan Sega Saturn. “Tapi nggak sedikit juga yang nyari versi lebih lama, seperti Sega Master System yang dirilis 1985,” terangnya.

Selain Nintendo, Sega, dan PlayStation, konsol lain yang mungkin bahkan tak dijual di pasar Indonesia pada zaman dulu bahkan sempat dijual di komunitas. Beberapa di antaranya seperti Atari Home Pong, 2600, 7800, Jaguar, hingga Phillips Odyssey.

Terkait harga, Hermanto menyebut konsol-konsol ini dijual pada harga yang relatif terjangkau. Namun kembali lagi pada konsol lawas yang tipenya tergolong langka, mungkin beberapa dijual dengan harga yang cenderung tinggi.

“Kalau konsol yang langka dan bahkan tidak lagi ada di pasaran pasti permintaan pasar cenderung meningkat. Ini jelas membuat harga konsol yang dicari juga semakin mahal,” imbuh Hermanto.

“Namun poin ini jelas menguntungkan anggota kami karena konsol yang mereka jual nilainya tinggi. Kami juga ingin konsol-konsol lawas ini bisa menjadi investasi yang menguntungkan,” pungkasnya.

0 comments