NOW READING

Nikon D7500, DSLR Jagoan dengan Desain Segar

 250
+
 250

Nikon D7500, DSLR Jagoan dengan Desain Segar

by The Daily Oktagon
  • Nikon D7500 pada awal kuartal ke-3 tahun ini datang dengan dua kit, Untuk perangkat body saja dan tambahan lensa 18-140 mm F3,5-5,6G ED VR .
  • D7500 memiliki material yang berbeda ketimbang D7200 dan D500, namun sensor yang digunakan sama persis D500,
  • SD7500 hadir dengan banyak perubahan dari sisi performa.

Nikon kembali menggebrak lini kamera DSLR-nya dengan seri terbaru, D7500. Meski memboyong sejumlah penyegaran desain, D7500 tetap hadir dengan fitur yang bisa dibilang ‘meminjam’ dari saudara tuanya, Nikon D500. Salah satu yang kentara seperti sensor 20,9 MP APS-C CMOS.

Adapun fitur suntikan dari D500 lain yang muncul pada D7500 seperti image processor andalan EXPEED 5. Tak cuma itu, kamera juga mengusung sensor metering RGB 180.000 piksel. Terlebih, D7500 juga sudah bisa merekam video dalam resolusi 4K.

D7500 direncanakan tersedia di pasar konsumen pada awal kuartal ke-3 tahun ini dengan dua kit. Untuk perangkat body, kamera dibanderol sekitar Rp 16,5 jutaan, sedangkan jika ditambahkan lensa 18-140 mm F3,5-5,6G ED VR dipatok di kisaran Rp 23 jutaan.

Apakah performa kamera ini sebanding dengan nominal harga yang disebutkan? Simak ulasan berikut.

Lebih Ringan, Namun Solid

Salah satu perubahan paling signifikan yang terasa dari D7500 adalah bobotnya yang cukup ringan, hanya 640 gram. Jika disandingkan dengan D7200, ia lebih ringan sekitar 5 persen.

Apalagi jika dikomparasi dengan D500, tentu jelas berbeda. Bobotnya bisa lebih ringan 16 persen ketimbang D500. Kendati begitu, kami tetap merasakan grip kamera yang dipegang terasa nyaman dan begitu solid.

Ketimbang D7200 yang terasa agak ‘riskan’ ketika dipegang dengan satu tangan, bodi D7500 justru terasa lebih stabil, seolah memberikan kesan tidak mudah jatuh.

Namun, khusus bagi yang ingin memotret dengan gaya vertikal sepertinya akan sedikit kecewa. Pasalnya, kamera ini tidak memiliki grip vertikal tambahan.

Sama halnya dengan D7200, D7500 juga termasuk seri weather-proofed sehingga bisa memotret dalam kondisi cuaca ekstrem sekali pun. Tak perlu khawatir bila kamera ini dibawa dalam aktivitas outdoor dalam segala kondisi, karena kamera tersebut juga diklaim dust and water resistant.

Beranjak ke desain lebih spesifik, ada yang menarik pada D7500. Kamera tersebut memiliki material yang berbeda ketimbang D7200.

Pasalnya, jika D7200 hadir dengan panel magnesium alloy, kamera ini justru hadir dengan konstruksi desain rugged bermaterial carbon fiber composite yang lebih terstruktur, sehingga lebih enak dilihat dan kesat saat dipegang.

Uniknya, material tersebut tidak terasa layaknya material plastik pada umumnya dan tetap tampil elegan dan tak terkesan murahan. Bisa jadi, pemilihan material ini jadi akal Nikon untuk mengirit bobot D7500 agar enak dipegang.

Nikon D7500 juga hadir dengan desain yang lebih luwes ketimbang D7200. Pada bagian atas, tombol modus metering sudah hilang dan digantikan dengan tombol ISO. Posisinya diubah sedikit lebih dekat dengan tombol kontrol eksposur, sehingga relatif mudah diakses.

Beranjak ke bagian belakang, layar sentuh utama D7500 juga sedikit lebih tipis, bisa diputar ke atas-bawah. Layar ini mengusung kemampuan kendali tap-to-focus dan lebih responsif saat me-review foto, serta saat pengguna menge-swipe dan pinch zoom foto.

Baca: Canon EOS M6, Mirrorless Rasa Kamera Saku

Performa Prima

Bicara soal performa, D7500 memiliki performa di atas rata-rata. Tak berlebihan menyebutnya sebagai kamera unggulan yang membantu penggunanya berkreativitas menjepret setiap momen.

Mengingat ia dipersenjatai image processor EXPEED 5, D7500 bisa mengambil kumpulan gambar RAW dalam frame rate 8fps (Framerate Per Second) yang cukup memuaskan, mengingat kamera ini cuma bisa mengambil 18 gambar RAW dalam frame rate 6fps.

Kamera tersebut pun mengusung sensor RGB 180.000 piksel yang sudah ada pada Nikon D5 dan D500. Berkat sensor ini, D7500 bisa menggunakan sistem scene recognition otomatis untuk membantu autofocus mendeteksi subjek yang lebih tajam lagi.

Fitur Auto White Balance dan sistem metering yang ada di kamera ini pun benar-benar bekerja dengan sempurna, terlebih saat kamera membidik foto-foto eksposur dalam kecepatan yang tinggi.

Kamera juga mengusung baterai jenis baru—EN-EL15a yang diklaim bisa mengambil sekitar 950 jepretan sebelum diisi ulang. Kemampuan daya itu tentu lebih baik dari daya semua kamera mirrorless, dengan setidaknya butuh dua atau tiga baterai untuk bisa mengambil foto sebanyak itu.

Salah satu poin unggul yang tampak dari D7500 adalah optical viewfinder yang lebih terpresisi, sehingga pengguna bisa mengintip apa yang lensa intip dalam waktu itu juga tanpa delay. Optical viewfinder ini sangat ideal untuk skenario pengambilan foto olahraga, outdoor, atau kondisi penerangan rendah.

Cari lensa wide angle? Simak rekomendasinya di artikel ini

Kualitas Gambar Mumpuni

Berbekal sensor 20,9MP APS-C CMOS, hasil jepretan yang didapat begitu optimal dan imbang dengan kondisi nyata yang diambil saat itu juga.

D7500 memiliki ISO hingga 51,200. Dengan kata lain, kamera bisa menjepret dalam kondisi pencahayaan paling rendah namun hasilnya tetap tajam dan hampir tidak ada noise.

Untuk membuktikannya, kami mengabadikan objek yang sama dalam beberapa modus ISO yang berbeda mulai dari 100, kemudian 6400, hasil jepretan tetap jernih dan normal.

Kami pun meningkatkan hingga ISO12,800. Di sini foto memperlihatkan noise chroma warna, walau hasilnya tetap bagus dilihat. Saat meningkat ke 25,600 dan 51,200, barulah foto yang diambil memperlihatkan grain yang kentara di belakang objek. Namun foto masih memperlihatkan pewarnaan yang tegas, meski terganggu oleh grain.

Adapun beberapa fitur lain yang sangat membantu adalah Auto White Balance, yang mampu memberikan pewarnaan yang imbang, serta Dynamic Range yang cukup mengesankan karena mampu meng-cover detail bayangan di sejumlah objek.

Secara kesimpulan, D7500 hadir dengan banyak perubahan dari sisi performa. Meski mengusung sensor yang sama dengan D500, hasil jepretannya jelas berbeda, dan jangan dilupakan hadir dalam bodi lebih compact dan ringan, sehingga mudah membawanya kemana-mana.

Ini jelas jadi unique selling point yang bisa mengajak pengguna baru atau pengguna Nikon lama yang ingin meng-upgrade ke kamera Nikon baru dengan bodi yang lebih ringan.

Apa saja aksesori ringkas yang harus siap menemani kamera? Yuk, intip artikelnya di sini.

 

0 comments