NOW READING

Nikon D7200: Si Pengganti yang Sepadan

 5076
+
 5076

Nikon D7200: Si Pengganti yang Sepadan

by The Daily Oktagon

Setelah beredar selama sekitar dua tahun, salah satu DSLR terlaris Nikon, D7100, akhirnya mendapat pengganti yang sepadan. Awal bulan Maret kemarin, Nikon merilis D7200. Meski dari segi fisik tampak tidak jauh berbeda, sejumlah penyempurnaan telah disematkan guna memperbaiki kekurangan pendahulunya.

D7200_18_140_front

Tidak banyak perubahan pada sensor APS-C CMOS-nya, Nikon D7200 masih mempertahankan resolusi 24,2 megapixel yang sudah dirasa lebih dari cukup bagi sebagian besar pengguna. Sensor ini tidak disertai low-pass filter sehingga ketajaman gambar yang dihasilkan bisa tetap terjaga, sedangkan sensitivitas ISO-nya mencapai angka 25.600 – terdapat mode ISO 51.200 dan 102.400, namun hanya untuk gambar hitam-putih saja.

Kemampuan sensor ini dalam menghasilkan gambar layak diacungi dua jempol. Dalam kajian intensif yang dilakukan DPReview, mereka menyimpulkan bahwa Nikon D7200 termasuk salah satu yang terbaik di kelasnya dalam hal kualitas gambar pada kondisi minim cahaya. Begitu juga saat memotret dalam format RAW, dimana kamera ini sanggup mereproduksi dynamic range yang tinggi.

D7200_18_140_top

Maka dari itu, sejatinya penyempurnaan yang diberikan adalah soal kecepatan. Dilihat dari sudut manapun, performa D7200 lebih cepat dan lebih baik ketimbang pendahulunya.

Untuk melengkapi sensor yang sudah terbukti handal tersebut, kamera ini juga dilengkapi prosesor dengan teknologi baru, Expeed 4. Berkat pengganti Expeed 3 ini, Nikon D7200 diklaim dapat mengolah gambar 30% lebih cepat, sekaligus lebih irit daya – 160 shot lebih banyak dari D7100, atau 15% lebih awet. Kendati demikian, peningkatan paling menonjol justru terletak pada performa continuous shooting-nya.

Kecepatannya masih sama 6 fps, atau 7 fps dalam mode crop 1,3x, akan tetapi ukuran buffer-nya kini lebih besar. Sederhananya, pengguna D7200 kini dapat memotret tanpa henti dan menghasilkan sebanyak 18 foto dalam format RAW 14-bit, 27 foto dalam format RAW 12-bit, atau lebih dari 100 foto dalam format JPEG.

D7200_18_140_front34r

Performa autofocus juga turut mendapat penyempurnaan. Nikon mengklaim D7200 kini lebih responsif dalam mencari fokus di kondisi remang-remang. Sebanyak 51 titik fokus dihadirkan sehingga pengguna bisa lebih mudah dalam menentukan fokus pada objek fotonya. DPReview pun lagi-lagi memuji kemampuan D7200 dalam menangkap fokus pada objek bergerak – satu area yang tampaknya belum bisa ditandingi oleh kamera mirrorless.

Dari sisi desain, D7200 hampir identik seperti pendahulunya, dengan rangka yang terbuat dari magnesium dan tahan terhadap cuaca ekstrem. Di belakangnya, hadir LCD 3,2 inci dengan resolusi 1,2 juta dot dan optical viewfinder.

Namun Nikon D7200 masih menyimpan satu penyempurnaan terakhir yang terdengar sepele sekaligus penting dalam menarik minat konsumen: Wi-Fi dan NFC. Tidak banyak kamera DSLR yang dilengkapi konektivitas nirkabel seperti ini, yang artinya ia bisa Anda kontrol dari jarak jauh menggunakan perangkat mobile maupun memindahkan gambar tanpa harus mengandalkan kabel.

D7200_back

Akhir kata, muncul pertanyaan, “Siapa yang jadi target pengguna kamera ini?” Dengan berbagai macam fungsinya, kamera ini amat ideal bagi para jurnalis yang sering meliput acara-acara olahraga. Namun buat para fotografer secara umum pun, kualitas gambar serta kontrol yang lengkap milik Nikon D7200 masih bisa menjadi pertimbangan.

Nikon D7200 ditawarkan dalam dua paket: satu dengan lensa 18-105mm f/3.5-5.6 seharga sekitar Rp 15,6 juta, dan satu lagi dengan lensa 18-140mm f/3.5-5.6 seharga sekitar Rp 16,6 juta.

0 comments