NOW READING

Museum Menjadi ‘Hidup’ dengan Smartify

 481
+
 481

Museum Menjadi ‘Hidup’ dengan Smartify

by The Daily Oktagon
  • Ada aplikasi khusus yang berfungsi untuk ‘menghidupkan’ sebuah museum.
  • Pengunjung tidak perlu kesulitan untuk membaca penjelasan yang tertera di dekat benda pameran.
  • Caranya hanya perlu mengarahkan kamera smartphone Kamu ke benda yang berada di museum.

Smartify membuat pengalaman mengunjungi museum menjadi berbeda.

Sebuah perusahaan yang berbasis komunitas di Inggris membuat sebuah aplikasi khusus yang berfungsi untuk ‘menghidupkan’ sebuah museum, yaitu Smartify. Aplikasi ini akan menceritakan semua kisah yang berhubungan dengan benda tersebut secara mendetail dan juga jelas.

Dengan menggunakan aplikasi ini, Kamu tidak perlu kesulitan untuk membaca penjelasan yang tertera di dekat benda pameran. Kamu hanya perlu mengarahkan kamera smartphone ke benda yang menarik perhatian, kemudian Smartify akan secara langsung menampilkan siapa pembuat dan cerita di balik benda tersebut.

Baca juga : Samsung Hadirkan Alat yang Bisa Melacak Semua Benda

Smartify

Informasi yang diberikan oleh Smartify dibagi menjadi dua jenis. Jenis pertama berupa artikel yang berisi tentang fakta-fakta unik untuk menambah wawasan para penggunanya. Jenis kedua adalah berupa audio informatif yang bisa digunakan untuk orang-orang yang memiliki masalah pengelihatan atau memilih untuk mendapatkan informasi melalui audio. Para pengguna aplikasi ini juga bisa menyimpan hasil karya seni favorit mereka dalam fitur Personal Gallery sehingga bisa dilihat kapanpun dan dimanapun.

Selain itu, karena aplikasi ini berbasis komunitas, para penggunanya bisa membuat museum kesukaan mereka menjadi tempat yang berbasis Smartify. Mereka hanya perlu mendaftarkan tempat tersebut ke situs resmi Smartify.

Setelah didaftarkan, pihak Smartify akan menggunakan teknologi Image Recognition untuk benda-benda yang dipamerkan. Selain itu, Smartify juga akan memberikan analisis data mengenai pengunjung dan kebiasaan mereka ketika mengunjungi museum. Hal ini tentunya bisa dijadikan bahan untuk evaluasi dan meningkatkan kualitas museum.

Foto: Smartify

Menjadi Kontroversi

Dalam situs resmi Smartify, aplikasi dari Smartify CIC ini sempat dianggap kontrovesiral karena adanya larangan penggunaan ponsel di museum. Tetapi mereka tetap mengembangkan aplikasi ini dengan tujuan untuk melakukan reframe terhadap smartphone.

Selama ini smartphone dianggap sebagai ‘pengganggu’ untuk para pengunjung museum. Tetapi dengan adanya aplikasi ini, keterlibatan antara barang-barang pameran yang ada di museum dengan pengunjungnya menjadi lebih terjalin. Hal ini terjadi karena informasi yang disampaikan menjadi lebih personal dan mudah didapatkan hanya dengan ponsel mereka.

Baca juga : Workshop Still Life Photography: Seni Khusus ‘Menghidupkan’ Benda Mati

Foto: Smartify

Selain itu, Smartify ternyata bisa membangkitakan minat para pengunjung untuk mendatangi museum karena teknologi ini dianggap baru dan unik. Jadi, pengunjung tidak hanya mendapatkan informasi saja, mereka juga mendapatkan pengalaman baru ketika mengunjungi sebuah museum.

Sampai saat ini, museum berbasis Smartify sudah dapat ditemukan dibeberapa negara, diantaranya adalah Amerika Serikat, Rusia, dan negara-negara lainnya. Untuk mencoba dan mendapatkan aplikasi ini Kamu bisa mengunduhnya di App Store dan Play Store secara gratis.

0 comments