NOW READING

Moto G4, Smartphone ‘Premium’ yang Ramah Kantong

 1600
+
 1600

Moto G4, Smartphone ‘Premium’ yang Ramah Kantong

by The Daily Oktagon
  • Moto G4 dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau, yakni sebesar Rp 2,9 juta saja. Pun begitu, Motorola mengklaim pengguna bisa mendapatkan fitur smartphone premium dari kelas Rp 5 jutaan.
  • Rasa ‘premium’ pertama tampak dari desain Moto G4 yang simpel dengan karakteristik khas Motorola pada setiap lini perangkat Moto G-nya.
  • Motorola benar-benar serius mengemas seri terbarunya ini dengan spesifikasi yang cukup tinggi pada kelas smartphone dengan harga Rp 2 jutaan. Salah satu fitur yang memiliki perubahan drastis adalah kamera utamanya.

Motorola akhirnya kembali meramaikan industri smartphone dengan membangkitkan seri Moto G-nya pada tahun ini, yaitu Moto G4, Moto G4 Plus dan Moto G4 Play.

Setelah diakuisisi Lenovo, trio perangkat Moto G terbaru itu tampil kian maksimal, baik dari segi desain dan build quality. Pada poin ini, Motorola tetap konsisten mengkombinasikan elemen performa, fitur dan value yang ternyata sudah menjadi ‘tradisi’ di setiap lini Moto G.

Terbukti, Moto G4 edisi 2016 adalah salah satunya. Bagaimana tidak, smartphone kategori mid-end ini dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau, yakni sebesar Rp 2,9 juta saja. Pun begitu, Motorola mengklaim pengguna bisa mendapatkan fitur smartphone premium di kelas Rp 5 jutaan.

Makin banyaknya pilihan smartphone dengan fitur mumpuni harga terjangkau juga jadi salah satu alasan pesatnya perkembangan mobile game, seperti apa rupanya di Indonesia? Simak ulasan mendalam ini

Memang, Moto G4 tidak bisa disandingkan head-to-head dengan Huawei P9, Samsung Galaxy S7 atau pun iPhone 6s dari segi harga.

Namun, kami berani mengatakan bahwa smartphone ini sudah memiliki kapasitas yang hampir mengimbangi tiga smartphone premium itu, meski harganya jauh di bawah ketiganya.

Apa saja kehebatan Moto G4 sehingga bisa mengantongi predikat smartphone ‘premium’ yang ramah kantong? Terus ikuti ulasan mendalamnya bersama The Daily Oktagon berikut ini.

Desain Khas ala Moto G yang Simpel

Pertama, kita kupas dari segi desain. Moto G4 edisi 2016 memiliki desain simpel dengan karakteristik khas Motorola pada setiap lini perangkat Moto G-nya.

Untuk bagian cover belakang smartphone, Motorola membalutnya dengan material plastik. Meski plastik, smartphone ini memiliki aksen premium di mana terdapat metal frame di pinggiran bodi.

Sedangkan bagian depan tampak bersih tanpa adanya logo Moto dan tombol fisik. Sementara, aksen premium lain tampak pada material kaca dan silver oval yang mengemas pinggiran kamera utama di bagian belakang smartphone.

Tak lupa, logo ‘M’ (sering disebut moto dimple) bertengger manis di bawah bagian kamera utama.

Moto G4

Jika Anda bosan dengan warna hitam pada Moto G4, jangan khawatir. Anda bisa melakukan kostumisasi pada cover belakang smartphone ini dengan backplates yang dijual terpisah.

Warnanya pun beragam, mulai dari Chalk White, Raspberry, Deep Sea Blue, Pitch Black, Cobalt Blue dan Lava Red. Setidaknya, pilihan tersebut bisa menambah personality smartphone ini jadi lebih berwarna.

Tak sampai di situ, Moto G4 rupanya lebih tipis ketimbang seri pendahulunya, Moto G3. Smartphone ini memiliki ketipisan 9.8mm, sementara Moto G3 11,6mm.

Sedangkan saat kami menggengam handset, Moto G4 terasa sangat ringan untuk ukuran smartphone dengan layar 5,5 inci. Padahal, bobot smartphone tersebut berkisar di 155 gram. Memegang smartphone dengan satu tangan pun tidak terasa jadi masalah.

Layar dan dimensi smartphone yang pas bikin pengalaman bermain media sosial makin menyenangkan; seperti Instagram misalnya, mungkin Anda tertarik menyimak berbagai ide bikin Instagram Stories seru lewat smartphone andalan. Ikuti kiat berikut ini

Kaya Fitur, Namun Terasa Tanggung

Istilah ‘ada harga, ada kualitas’ rupanya tidak berlaku sama sekali pada Moto G4. Seperti sudah disampaikan, Motorola benar-benar serius mengemas seri terbarunya ini dengan spesifikasi yang cukup tinggi pada kelas smartphone dengan harga Rp 2 jutaan.

Fitur pertama yang memiliki peningkatan drastis adalah layar. Jika seri Moto G sebelumnya hanya memiliki layar dengan resolusi 720p, kini layar Moto G4 sudah ditingkatkan hingga resolusi Full HD 1080p.

Meski layar smartphone ini bukan panel AMOLED, tingkat intensitas cahaya dan kepadatan warna terasa begitu nyata. Tajam dan nyaman untuk dilihat, apalagi untuk bermain game.

Setelah layar, mari beranjak ke performa. Untuk informasi, dapur pacu Moto G4 rupanya masih disokong prosesor mid-range milik Qualcomm, yaitu Snapdragon 617 dengan RAM 2GB. Sementara, kapasitas penyimpanan smartphone ini telah ditingkatkan dari seri pendahulunya, dari yang tadinya 8GB kini menjadi 16GB.

Meski diperkuat prosesor kelas lama, nyatanya performa Moto G4 masih berjalan mulus dan optimal. Bermain game, melakukan multitasking di beberapa aplikasi, video streaming pun berjalan normal dan tidak ada satu kecacatan sedikit pun.

Moto G4

Untuk urusan performa baterai, Moto G4 sudah dilengkapi dengan baterai removable berkapasitas 3.000mAh. Sebetulnya, kapasitas tersebut dinilai standar untuk ukuran Moto G4 dengan layar besar 5,5 inci. Hanya saja, daya tahan baterai smartphone ini menunjukkan performa baik ketimbang seri flagship LG G5 dan HTC 10.

Untuk pemakaian normal, baterai smartphone bisa bertahan selama 3,5 jam dalam kondisi screen-on time. Sedangkan jika digunakan untuk keperluan streaming musik dan video, smartphone ini bisa memakan daya baterai sebanyak 8 persen dalam waktu satu jam dengan kondisi screen-off.

Untuk pemakaian sehari-hari seperti untuk menelepon dan SMS, Moto G4 bisa bertahan selama 9 jam 22 menit. Akan tetapi, pengguna bisa memanfaatkan fitur Turbo Charging yang mana dapat membuat kapasitas baterai smartphone ini bisa terisi penuh selama 15 menit.

Yang menarik dari Moto G4 dan perangkat Moto G lain pada umumnya adalah user interface (UI) bawaan Moto G yang mirip dengan UI milik Google, yaitu Vanilla Android.

Ya, elemen simplicity ternyata masih dipegang kuat Motorola untuk urusan UI, tidak ada aplikasi duplikat, tidak ada bloatware, tidak ada fitur berlebihan. All clean, layaknya menggunakan perangkat Nexus.

Moto G4

Dari semua peningkatan fitur yang kami rasakan, ada satu hal yang ternyata membuat penampilan Moto G4 menjadi tanggung. Smartphone ini ternyata belum dilengkapi NFC (Near Field Communication), mengingat Android Pay kini dianggap menjadi fitur ‘wajib’.

Selain itu, untuk kelas smartphone Rp 2 jutaan, vendor lain sudah melengkapi perangkatnya dengan fitur pemindai sidik jari. Sementara, pada seri Moto G, baru hanya Moto G4 Plus yang kebagian fitur tersebut.

Tak hanya smartphone saja yang ‘premium’ dengan harga terjangkau, earphone pun begitu. Coba saja cek deretan earphone berkualitas baik meski dijual dengan harga Rp 100 ribuan ini

Kualitas Kamera Jadi Fitur Andalan

Perubahan besar yang dialami Moto G4 adalah kamera. Ya, kualitas kamera smartphone ini jadi andalan Motorola untuk ‘menantang’ vendor smartphone lain pada kelas harga yang sama.

Sebetulnya, resolusi dan sensor kamera utama Moto G4 dengan seri pendahulunya tetap sama, yaitu 13MP dengan bukaan f/2 dan dual-LED Flash.

Hanya saja, peningkatan yang dilakukan Motorola pada kamera utama Moto G4 adalah software dan prosesor yang membuatnya lebih cepat memotret objek.

Hasil foto moto g4

Memang, tidak ada fitur Optical Image Stabilization (OIS) pada smartphone tersebut, namun kami tidak mengalami masalah dengan kualitas foto meski mengambilnya dalam keadaan bergerak.

Hasil jepretan kamera utama Moto G4 cukup memuaskan, seperti yang dijanjikan Motorola dengan perubahan drastis fitur kameranya. Objek yang difoto detail dan terekspos dengan baik. Modus HDR berfungsi optimal dan mampu menetralkan bayangan dan highlight noise, bahkan dalam kondisi pencahayaan yang minim sekalipun.

Meski demikian, fitur autofocus kamera ini tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Acapkali kami memotret dengan autofocus, objek yang didapat malah sering blur. Karenanya, untuk memanfaatkan fitur ini kami harus steady dan tidak bergerak.

hasil foto moto g4

Contoh foto yang dihasilkan dari Moto G4.

Sementara kamera depan Moto G4 juga memiliki peningkatan signifikan. Berbekal resolusi 5MP, kamera depan smartphone sudah dapat menangkap foto selfie yang berwarna dan tajam.

Memang, tidak ada gimmick sama sekali di kamera depan Moto G4, seperti fitur skin-smoothing atau beautify. Kelebihan kamera depan smartphone tersebut hanyalah fitur wide-angle yang dapat membuat foto wefie lebih asyik.

Di atas kertas, Motorola Moto G4 memang sesuai dengan yang dijanjikan Motorola. Harga ramah kantong, performa di atas rata-rata dengan asumsi premium.

Ini sebetulnya bisa jadi poin unggul Motorola untuk lebih ‘galak’ pada vendor-vendor lain di kelas harga yang sama agar mereka bisa mengikut jejaknya menggarap smartphone terjangkau namun dipaketkan dengan fitur mumpuni.

Meski demikian, ada pula kekurangan pada smartphone ini, seperti absennya NFC dan fitur pemindai sidik jari. Tapi, dengan harga Rp 2,9 juta, dan deretan fitur yang sudah diulas di atas, bisa dibilang Moto G4 sudah cukup untuk jadi idaman Anda yang mengincar smartphone terjangkau dengan spesifikasi bagus.

Coba uji kiat memotret dengan komposisi Segitiga Gestalt ini, saat memotret dengan smartphone, agar hasil foto terlihat makin menarik

Sumber foto: techradar.com

0 comments