NOW READING

Mobile Working, Gaya Bekerja Efisien di Era Teknologi Digital

 897
+
 897

Mobile Working, Gaya Bekerja Efisien di Era Teknologi Digital

by The Daily Oktagon
  • Teknologi sudah sejak lama identik sebagai alat untuk mempermudah pekerjaan kita.
  • Jika dahulu perangkat teknologi masih sebatas komputer desktop saja, kini kehadiran mobile devices atau gadget semakin mempermudah kita melakukan pekerjaan dimana saja dan kapan saja atau kegiatan mobile working.
  • Dengan tuntutan pekerjaan yang harus on time serta mobilitas yang semakin tinggi, maka mobile working makin digemari lewat dukungan teknologi.

Coworking space. Istilah ini belakangan makin tak asing seiring semakin banyaknya area yang difungsikan sebagai ruang kerja bersama, di luar ruang kerja “formal” semacam gedung perkantoran. Bahkan ada coworking space yang beroperasi di tengah mal.

Salah satu penyebab bermunculannya tempat semacam ini tentu tidak lepas dari tren dunia kerja modern bernama mobile working.

Pekerjaan tidak pernah bertambah ringan, jumlahnya semakin banyak sehingga membuat kita harus disiplin memanfaatkan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut, tanpa harus menunggu untuk datang ke kantor.

Perkembangan teknologi terkini pun semakin memungkinkan mobile working. Simak ulasan The Daily Oktagon tentang tren ini.

Peran Internet dan Mobile Devices

Menutur pengamat teknologi Lucky Sebastian tren mobile working muncul sejak internet bisa diakses lebih mudah dan mobile, lewat mobile device seperti gadget dan perangkat teknologi yang sifatnya portable. Lebih tepatnya ketika internet mulai bisa diakses lewat handphone.

“Tren ini pun didukung juga dengan kehadiran tempat hangout dengan ketersediaan akses internet gratis, alhasil mobile working sudah semakin eksis,” beber Lucky.

Menurut pengamatan firma riset GIST mengenai The Mobile Workstyle, kemunculan tren aktivitas ini di tahun 2009-2010. Indikasinya adalah orang lebih sering mengakses email lewat ponsel maupun smartphone saat itu.

Era jam kerja ‘9 to 5’ pun mulai berubah. Riset Cisco di tahun 2011 memaparkan bahwa 3 dari 5 pekerja di dunia mengaku mereka tidak perlu ada di kantor untuk lebih produktif dan 32% dari pekerja global menggunakan lebih dari dua mobile device. Nah, penggunaan lebih dari dua device sebetulnya juga termasuk indikasi lain dari tren mobile working.

Masih dari riset GIST, di tahun 2011 disebutkan data bahwa hanya 46% saja yang masih memilih bekerja di kantor sedangkan 38% menyatakan lebih produktif dengan memilih bekerja di rumah dan sisanya memilih bekerja di tempat umum seperti di kafe maupun di moda transportasi saat perjalanan.

Menurut Yoris Sebastian, pemilik perusahaan creative consulting yang terbiasa melakoni mobile working, bekerja semacam ini juga membuat pelakunya bisa lebih berhemat dan memanfaatkan waktu luangnya untuk melakukan hal lain.

“Makanya jangan heran kalau sekarang banyak tempat nawarin koneksi Wifi atau malah device seperti mobile Wifi atau MiFi juga terlihat sering dibawa oleh orang dimana-mana sebab kebutuhan akan internet yang stabil dan cepat sangat penting saat mobile working,” jelas Yoris.

Simak ulasan iPad 2017 untuk Anda yang selalu produktif

Metode Kerja Berdampak Positif

Yoris juga menceritakan bahwa kebijakan beberapa perusahaan juga turut mendukung gaya bekerja mobile working, salah satunya dengan kebijakan BYOD (Bring Your Own Device), jadi pekerja boleh bekerja menggunakan perangkatnya sendiri yang dirasa sesuai dengan kebutuhan mereka. Intinya pekerja diberikan kesempatan sebebas mungkin untuk tetap produktif.

“Kadang karena memang ada pekerjaan yang cukup banyak sehingga tidak cukup diselesaikan di rumah dan butuh suasana yang bisa membantu me-refresh otak. Coba bayangkan Anda harus duduk terus berjam-jam di depan komputer di kantor, pekerjaan Anda belum tentu cepat selesai dan kualitasnya oke,” ujarnya.

Meskipun mobile working juga memiliki kekurangan, yakni banyak hal yang akan mendistraksi pekerjaan ketika ketimbang berada di ruangan kantor, namun menurut Lucky benefitnya juga lebih banyak.

Menurut Lucky, banyak kantor, terutama di negara maju menerapkan ini karena tujuannya ‘yang penting hasil kerja baik’. Mereka juga sadar akan kebutuhan memiliki waktu lebih banyak untuk keluarga dan alternatif ketimbang harus menghabiskan banyak waktu di jalan. Bagi korporasi jelas ini membantu menghemat biaya operasional perusahaan.

Perusahaan pun sadar dengan mobile working, tingkat stres pekerja bisa lebih rendah. “Di Indonesia baru startup atau perusahaan berbasis digital saja yang muai memberlakukan cara seperti ini. Tetapi anak mudanya sudah familiar dengan mobile working terbukti dengan menjamurnya fasilitas coworking space,” papar Lucky.

Bekerja sambil dengarkan musik? Coba cek berbagai pilihan earphone ini

Amunisi Teknologi

Lucky menuturkan tidak ada aturan baku untuk melakukan mobile working, yang penting peralatan bisa selalu terhubung dengan internet. Jenis ukuran dan bentuk serta spesifikasi tentu saja itu preferensi masing-masing yang pasti, sesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan dan gaya bekerja ala mobile working, di kafe, di rumah, atau di perjalanan moda transportasi sehari-hari.

mobile working

Misalnya Yoris yang bekerja di bidang industri kreatif, menggunakan perangkat MacBook untuk kebutuhan desain foto dan ilustrasi. Sementara saat mobile seperti sedang melakukan perjalanan menggunakan kereta, Yoris lebih memilih membaca dokumen menggunakan smartphonenya, Samsung Galaxy S7.

Berbagai “celah” dalam menjalankan mobile working pun bisa diatasi dengan bantuan teknologi. Misalnya senantiasa memprediksi kondisi perjalanan atau tempat bekerja, terutama mengenai koneksi internet yang tidak selalu bagus di semua tempat.

Jika Anda sering melakukan business trip, maka berbagai gadget ini perlu Anda punyai

Menurut Yoris, perangkat mobile Wifi (Mifi) menjadi sangat dibutuhkan. Kehadiran perangkat ini menurutnya vital, karena pengguna tidak tahu koneksi internet provider mana yang bagus, sementara Mifi bisa mengakali hal itu karena menggunakan lebih dari satu layanan provider.

“Ini sangat berlaku kalau di Indonesia, kalau di luar negeri sih koneksi internet bahkan di tempat umum sekalipun sudah bagus kualitasnya. Makanya mobile working sudah biasa buat orang sana,” jelas Yoris.

Power Bank menurut Yoris pun tidak boleh ketinggalan, sebab Anda tidak pernah tahu, jika di Jakarta, berapa lama waktu yang akan dihabiskan ketika melakukan perjalanan sambil melakukan mobile working. “Kita tahu seberapa tidak terprediksinya jarak tempuh akibat kemacetan jalan di Jakarta,” ungkap Yoris.

Hal ini juga berlaku ketika melakukan mobile working di cafe atau tempat umum, ketimbang harus berebutan lubang colokan untuk men-recharge perangkat, maka memiliki power bank adalah solusi terbaik.

Sementara Lucky melihat pelaku mobile working semakin dimudahkan oleh hadirnya berbagai aksesori. Saat menggunakan tablet untuk bekerja di kafe misalnya, penambahan keyboard eksternal bisa dilakukan sehingga tablet dapat “disulap” menyerupai laptop.

Dengan perkembangan teknologi yang senantiasa menghadirkan fungsi dan fitur yang semakin canggih, mobile working rasanya bakal terus menjadi pilihan kerja yang berguna di masa kini dan mendatang.

0 comments