NOW READING

Mobile Photography: Potret Fotografi Masa Depan?

 2556
+
 2556

Mobile Photography: Potret Fotografi Masa Depan?

by The Daily Oktagon
  • Fotografi lewat perangkat mobile atau dikenal dengan istilah mobile photography diprediksi menjadi tren baru di masa depan.
  • Tingginya penggunaan ponsel dan semakin banyaknya aplikasi media sosial dinilai akan merevolusi sebagian besar industri fotografi.
  • Namun bukan berarti tren baru ini akan menggeser industri fotografi profesional

Fotografi kini tak lagi dicap sebagai sesuatu yang melulu hanya bisa dimiliki para fotografer profesional. Kini semua orang bisa menjadi “fotografer”, tentu dengan tingkat keahlian yang beragam. Tak harus berbekal kamera DSLR, semua orang kini relatif dapat mengambil foto dan membuatnya lebih apik berkat smartphone dan dukungan aplikasi fotografi.

Konsep ini dikenal sebagai bentuk dari mobile photography, bentuk pengambilan foto dengan medium perangkat genggam, seperti smartphone dan tablet. Belakangan, bentuk ini semakin berkembang dengan pengambilan foto via pesawat nirawak atau drone, dan kamera action.

Karena hal di atas, sebagian pihak memperkirakan bahwa dunia fotografi akan semakin erat dengan mobile di masa depan. Ditambah lagi, 4,7 miliar orang di dunia akan terkoneksi internet pada 2017, demikian menurut riset Statista.

Dari sisi industri, apakah tren tersebut berarti akan meminggirkan kamera digital, seperti DSLR dan kamera mirrorless, di masa depan? Belum tentu. Menurut Marketing Assistant Manager Nikon Indonesia, Danu Sagoro, kepada The Daily Oktagon, antara kamera DSLR dan mirrorless akan tetap mempunyai pasar dan berjalan beriringan. “Walau kamera mirrorless secara teknologi memang belum bisa menggantikan DSLR,” ungkap Danu.

Tak dipungkiri, penggunaan kamera ponsel dinilai lebih ringkas dan mudah dalam membagikan langsung hasilnya ke media sosial. Tapi bagi Danu, dalam 10 tahun ke depan teknologi kamera DSLR atau mirrorless masih tetap mengungguli kualitas kamera ponsel.

Mirorless seperti apa yang mempunyai fitur masa depan? Salah satunya bisa disimak di sini

Lalu, apa kabar dengan para fotografer profesional, dengan semakin mudahnya orang awam menghasilkan foto yang mumpuni? Tenang saja, masih banyak bidang dan keahlian yang relatif tetap membutuhkan hasil berkualitas dari kamera DSLR. Misalnya, pekerjaan di bidang media atau wedding photographer yang notabene menggunakan kamera profesional.

“Wartawan foto atau wedding photographer akan tetap membutuhkan kamera DSLR profesional. Sebaliknya, pengguna kamera saku akan bergeser untuk menggunakan action cam dan mirrorless,” lanjut Danu.

fotografi

Sementara itu, menurut Renhard Harjanto, salah satu pegiat fotografi digital dan mobile, tren DSLR kemungkinan akan stagnan dan perlahan bergeser ke mirrorless. Sedangkan mobile photography akan terus meroket sejalan dengan upaya peningkatan kualitas kamera pada ponsel.

Renhard menyebut hadirnya dual camera dan kamera modular di beberapa ponsel terbaru, sebagai contoh upaya tersebut. “Ukuran sensor kamera ponsel hanya segitu-gitu saja besarnya. Nah, untuk maksimalkan kualitas gambar, mereka pakai dual camera. Misalnya, iPhone 7 Plus dan Huawei P9. Sedangkan kamera modular adalah opsi bagi yang tak mau dual camera,” jelas Renhard.

Namun, pria berkacamata ini tak serta merta mengamini bahwa dual camera akan menjadi tren di masa depan. Pasalnya, belum semua pabrikan ponsel memproduksi ponsel dengan dual camera atau dengan modul terpisah.

“Dari sisi pengguna, sudah terlihat evolusinya. Mereka perlahan lebih banyak motret dengan ponsel. Tapi secara teknologi belum sampai ke sana,” katanya.

Apa sih teknologi kamera modular itu? simak saja di artikel ini

Industri Kreatif

Di sisi lain, Danu menilai tren mobile photography justru memberikan dampak positif terhadap gaya hidup anak muda di masa mendatang. Ketimbang sekadar gadget, Danu menilai tren ini akan memacu mereka untuk melakukan sesuatu, misalnya plesiran.

“Mereka jadi bisa mengabadikan destinasi indah. Misalnya, di Indonesia, saat ini anak muda senang travelling ke tempat-tempat yang dulunya tak diminati. Ini membuat tren tersendiri kalau travelling atau traveler adalah ‘keren’,” tambahnya.

Mobile photography sendiri tidak hanya mengubah peta produk kamera. Bagi jurnalis teknologi Iskandar Muda, tren ini akan membuka peluang bagi para perusahaan rintisan untuk mengembangkan aplikasi-aplikasi fotografi. “Ini akan menjadi pemacu para developer untuk mengembangkan lebih banyak aplikasi yang mempermudah proses fotografi, seperti aplikasi transfer foto atau aplikasi photo editor,” ungkapnya.

fotografi

Masa depan fotografi pastinya akan terus dinamis dan diwarnai perubahan. Komentar dari fotografer Wenxin Zhang di sebuah artikel Huffington Post rasanya dapat menjadi definisi yang menarik dari masa depan fotografi. Menurutnya, tidak akan ada masa depan yang relatif spesifik dari fotografi, akan tetap berkembang dan bersentuhan dengan berbagai media lain. “Itu seperti magical fluid,” ucapnya.

Maka apapun jenis kamera, smartphoneaction cam, atau drone yang Anda gunakan, sesungguhnya hadir untuk menjaga gairah para pelaku fotografi untuk menghasilkan foto yang beragam.

Baca artikel kami tentang panduan dalam memilih action cam yang sesuai

Kehadiran berbagai jenis kamera saling melengkapi berbagai kebutuhan fotografi. Jika sudah memiliki kamera DSLR, bukan berarti drone atau smartphone dapat dikesampingkan begitu saja bukan? Begitu pun sebaliknya.

Baik DSLR, drone atau smartphone, masing-masing dapat menangkap sisi fotografi yang berbeda pula. Maka adanya berbagai jenis kamera, justru dapat dimanfaatkan sebagai media agar gairah fotografi itu tidak pudar, bahkan semakin besar.

 

0 comments