NOW READING

Misi Geonusantara Membentuk Keluarga Fotografi

 1074
+
 1074

Misi Geonusantara Membentuk Keluarga Fotografi

by The Daily Oktagon

Sumber foto utama: Dok. Geonusantara

  • Talking point 1: Satu lagi komunitas fotografi Tanah Air yang terus bertahan hingga saat ini
  • Talking point 2: Terdapat program “mentoring virtual” untuk pembelajaran anggota
  • Talking point 3: Tak hanya fotografi, juga berkumpul untuk kegiatan sosial

Salah satu ucapan Henry Ford, pendiri perusahaan Ford Motor berbunyi, “berkumpul bersama adalah sebuah permulaan, tetap bersama adalah sebuah kemajuan, dan bekerja bersama adalah sebuah kesuksesan”.

Ucapan Henry yang kini perusahaannya menjadi salah satu produsen mobil terbesar di dunia ini menekankan pentingnya kebersamaan akan keberhasilan mencapai sebuah tujuan bersama.

Unsur kebersamaan pula yang sepertinya ditekankan GeoNusantara dalam menjalankan komunitas fotografinya. Salah satu kegiatan khas yang secara rutin mereka adakan adalah berlangsungnya program Belajar Bersama Keluarga Geonusantara (BBKG).

Kegiatan ini menurut founder Geonusantara Aditya Agus Setyawan, merupakan kegiatan yang membedakan mereka dengan komunitas sejenis ini, yang bertujuan meningkatkan skill fotografi keluarga komunitas ini secara serentak seluruh nasional.

Belajar “Virtual” Bersama

Kata “keluarga” sendiri sepertinya lebih dikedepankan daripada penyebutan sebagai “anggota”. Komunitas ini memang mempunyai tujuan ideal untuk menyatukan seluruh pecinta fotografi di Indonesia menjadi satu keluarga.

“Serta mencintai Mahakarya Nusantara melalui buah karya anak bangsa,” imbuh Marsif, Ketua Propinsi GeJabodetabek. Mahakarya Nusantara yang dimaksud Marsif mencakup berbagai keindahan, budaya, maupun hal menarik yang ada di Indonesia.

image4

image1

Program BBKG sendiri berlangsung online dengan memaksimalkan fungsi aplikasi penukar pesan LINE. Minimal sekali dalam setiap bulan, terdapat “tutorial virtual” yang memungkinkan terjadinya proses tanya jawab sebuah materi fotografi yang “dilempar” oleh moderator yang dianggap sudah berpengalaman di bidangnya.

Materi yang dibahas bisa meliputi berbagai hal. Marsif menyebut foto landscape, cityscape, hingga food photography, merupakan beberapa tema yang pernah dibahas di dalam BBKG yang biasanya berlangsung selama satu jam tersebut. “Di setiap penghujung BBKG, selalu dibagikan jurnal tutorial sebagai dokumentasi kegiatan,” jelas Marsif kepada The Daily Oktagon.

Kalau yang ini komunitas street photography, simak profilnya di sini

GeoNusantara didirikan oleh Aditya Agus Setyawan pada 1 September 2015. Awalnya komunitas ini berdiri hanya sebatas akun untuk menunjukkan hasil foto yang aktif di media sosial Instagram. Namun kemudian bertransformasi menjadi perkumpulan pada 8 Oktober 2015

Transformasi ini tentu tidak lepas dari tingginya animo pengikut komunitas ini. Aditya menjelaskan, dalam setahun berdirinya Geonusantara menreka telah berhasil mendapatkan kepengurusan daerah di 11 propinsi. Mulai dari yakni Aceh, Sumatra Utara, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.

image2

Per November lalu, jumlah keluarga komunitas ini sudah menembus angka 1500 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Pencapaian akun instagram komunitas ini sendiri mencapai lebih dari 69 ribu followers dengan percepatan 150 followers perharinya. Berbagai hal tentang komunitas ini bisa dilihat di situs mereka.

Ragam Orang Ragam Kamera

Dengan banyaknya orang yang ikut Geonusantara, tak heran jika saat para keluarga komunitas ini berkumpul, maka pembicaraan tidak luput dari pembahasan jenis kamera, mulai dari action cam hingga kamera digital terbaru. Para pegiat komunitas ini sendiri mempunyai preferensi yang berbeda-beda soal kamera.

Marsif misalnya menggunakan Canon EOS 7D karena alasan fiturnya memadai. Mulai dari fast focus, cocok untuk kepentingan foto landscape (slow shutter), hingga pilihan lensa yang banyak. Sementara koleganya Johnny Kurniawan, menggunakan Fujifilm XQ2 dan X-T10 karena keduanya ringkas untuk dibawa traveling. “Ada fitur unik juga seperti film simulation dan multi shots-nya juga,” ungkap Johnny.

Lain lagi Cantas Kesworo yang menggunakan Nikon D3300 karena menurutnya kamera ini mempunyai dynamic range yang sangat baik terutama utk landscape photography. “Saya juga suka fitur D-lighting, yang memungkinkan terjaganya exposure di area shadow saat backlight,” jelasnya.

Marsif sendiri mengaku tidak membedakan jenis kamera yang dipergunakan koleganya, bahkan hingga penggunaan kamera smartphone sekali pun. “Teman-teman yang melakukan aktivitas fotografinya melalui smartphone pun tidak menjadi pembeda dengan teman lain yang menggunakan jenis kamera berbeda,” jelas pengguna Iphone 5C ini.

Hal ini diamini Cantas yang juga menggunakan Oppo R7 dengan alasan spesifikasi kamera yang baik untuk fotografi.

Salah satu ulasan kamera Canon terbaru bisa dilihat di artikel ini

Tak Hanya Urusan Fotografi

Kegiatan komunitas ini sendiri tak semata fotografi. Sebut saja Geotenas (Geonusantara Temu Nasional), yang diadakan setahun sekali dal am rangka peringatan hari ulang tahun di salah satu wilayah yang sudah ada kepengurusan propinsinya.

Masih ada kegiatan lain seperti hunting foto bersama, workshop, hingga acara kolaborasi dengan komunitas lain. “Bahkan kami juga kerap melakukan kegiatan sosial melalui penghimpunan dana untuk bencana alam hingga kunjungan ke target pemberian sumbangan,” jelas Aditya.

Salah satu penghimpunan dana yang baru saja mereka lakukan ditujukan untuk para korban gempa di Aceh yang terjadi beberapa waktu yang lalu.

Foto karya @lellyjeane yang dipamerkan di IG Geonusantara

Foto karya @lellyjeane yang dipamerkan di IG Geonusantara

Foto karya @doddysudibia yang dipamerkan di IG Geonusantara

Kendati sudah menjadi komunitas fotografi yang cukup eksis, Aditya dan teman-teman ternyata tidak cepat berpuas diri. Saat ini mereka tengah merencanakan untuk mempublikasikan sebuah buku fotografi berjudul 365 Foto Terbaik Geonusantara. “Saat ini sedang dalam proses pemilihan dan pengumpulan foto,” jelas Aditya.

Ucapan Henry Ford memang benar adanya. Sesuatu yang diupayakan bersama, akan menjadi besar pula hasilnya. Geonusantara sudah membuktikannya lewat gerakan bersama yang mereka lakukan di komunitasnya. Akankah Anda tertantang untuk membuat komunitas bersama juga?

Simak tentang malam pemberian penghargaan kepada insan fotografi di sini

0 comments